Apa itu Kain Satin? – Kain Satin merupakan kain yang memiliki ciri khas permukaan yang mengkilap dan licin, tetapi pada bagian belakang atau dalam permukaan satin tidak licin dan tidak mengkilap. Kain Satin ditenun dengan serat buatan seperti poliester, asetat, nilon, dan rayon.

kain satin

Kain Satin

Kain satin sendiri mulai dikenal di Eropa pada awal abad ke-20, setelah lebih dahulu mengenal kain sutera yang berasal dari Tiongkok. Sutra dengan satin memiliki beberapa cirri khas yang mirip, tetapi keduanya menggunakan bahan serat yang berbeda. Alhasil, meskipun keduanya terasa lembut di kulit, satin memiliki permukaan yang lebih kilat dan licin, sementara sutera lebih halus dan ringan.

Penenunan kain satin menggunakan dengan cara yang sangat spesifik. Materi harus memiliki setidaknya empat benang dibawa ke permukaan kain untuk “float” selama satu thread berjalan tegak lurus kepada mereka. Benang di atas disebut untai lusi, yang berjalan secara vertikal, sedangkan yang di bagian bawah disebut untai pakan, yang berjalan horizontal. Proses ini disebut mengambang, dan memungkinkan sebagian besar dari benang untuk memantulkan cahaya, yang membuat kain mengkilap dan glossy di satu sisi. Beberapa satin, disebut double-faced satin, dibuat menjadi mengkilap di kedua sisi dengan menggunakan dua set untai lusi.

Kain Satin ini bisa digunakan untuk berbagai macam bahan, tetapi yang paling digunakan untuk pakaian wanita seperti baju tidur, blus dan gaun malam. Untuk pakaian pria banyak digunakan untuk kemeja dan dasi. Kain satin juga banyak di gunakan untuk interior, jok dan sprei.