Lemari pakaian penuh membuatmu merasa bingung dan stres saat memilih baju? Banyak orang seringkali merasa 'sayang' dan menyimpan pakaian yang sudah lama tidak dipakai, rusak, atau bahkan tak lagi sesuai dengan gaya fashionmu. Mungkin sudah saatnya kamu mengeliminasi isi lemari dengan decluttering wardrobe.
Yuk, mengenal lebih dekat tentang decluttering wardrobe.
Pada prinsipnya, decluttering adalah kegiatan menyortir dan membuang barang-barang yang tidak terpakai atau dibutuhkan. Beda dengan beberes karena rumus decluttering lebih berfokus pada fungsi dan nilai barang yang dimiliki.

Sumber: https://www.youtube.com/
Sedangkan decluttering wardrobe adalah proses menyortir dan mengorganisasi pakaian agar lemari tetap teratur. Sehingga memudahkan saat memilih outfit yang sesuai dan meningkatkan efisiensi dalam berpenampilan.
Berikut adalah panduan langkah-langkah praktis untuk
decluttering fashion yang bisa kamu terapkan.
1. Keluarkan Semua Pakaian dari Lemari
Langkah pertama yang harus kamu
lakukan untuk memulai decluttering adalah mengeluarkan semua pakaian dari
lemari. Dengan melihat semua isi lemari, kamu akan lebih mudah menilai pakaian
mana yang benar-benar dibutuhkan.
Kamu pun akan menyadari seberapa
banyak pakaian yang sebenarnya kamu miliki, sehingga membantu memotivasi proses
decluttering.
2. Pilah Berdasarkan Kategori
Sumber:https://pacificpaint.com/
Setelah mengeluarkan semua baju
yang ada di dalam lemari, mulailah memisahkannya berdasarkan kategori atasan,
outer, bawahan, dress, jaket, dan aksesoris. Cara ini akan membantumu
mengidentifikasi seberapa banyak barang per kategori. Dari situ kamu akan
menemukan outfit apa yang paling banyak dan jarang kamu pakai.
3. Evaluasi Setiap Pakaian
Cek satu per satu sembari
tanyakan pada dirimu sendiri beberapa pertanyaan berikut:
·
Kapan
terakhir kali aku memakainya?
·
Apakah
masih sesuai dengan personal style-ku sekarang?personal style
·
Apakah
baju ini masih nyaman dan layak?
·
Apakah
pakaian ini punya kenangan atau sesuatu yang membuatnya harus dipertahankan?
Jika jawaban untuk sebagian besar
pertanyaan tersebut adalah "tidak," maka sudah saatnya untuk
mempertimbangkan melepas pakaian tersebut. Fokus pada menyimpan pakaian yang
kamu gunakan secara rutin dan yang membuatmu merasa percaya diri.
4. Gunakan Metode "Four Boxes"
Untuk mempermudah proses, gunakan metode empat kotak untuk memilah pakaian.
Sumber:https://www.wondermind.com/
Siapkan empat wadah atau kantong
dengan label berikut:
·
Simpan,
pakaian yang masih sering digunakan dan sesuai dengan gaya serta kebutuhanmu.
·
Donasikan/Jual, baju yang masih dalam kondisi
baik tetapi sudah tidak diperlukan lagi. Kamu bisa menyumbangkan ke orang yang
membutuhkan atau menjualnya secara online.
·
Perbaiki,
pakaian yang rusak tetapi masih bisa diperbaiki dan ingin kamu gunakan kembali.
·
Buang,
pakaian yang rusak atau sudah tidak layak pakai
5. Berhenti Menyimpan Pakaian yang Tidak Terpakai
Sumber: https://www.viva.co.id/
Seringkali kita menyimpan pakaian yang sudah tidak terpakai dengan alasan
"siapa tahu nanti dipakai lagi." Namun, jika pakaian tersebut tidak
dipakai selama lebih dari 6 bulan hingga setahun, besar kemungkinan kamu tidak
akan memakainya lagi. Lepaskan pakaian tersebut untuk memberi ruang bagi
pakaian baru atau untuk membuat lemari tetap rapi.
6. Tetapkan Batas untuk Setiap Kategori
Tentukan batas maksimal untuk setiap jenis pakaian. Misalnya, tetapkan
berapa jumlah celana jeans atau jaket yang layak disimpan di lemari. Batasi
jumlah pakaian sesuai dengan kebutuhanmu, agar pakaian tidak menumpuk dan
membuat lemari penuh kembali.
7. Atur Pakaian Berdasarkan Frekuensi
Pemakaian
Setelah menyortir pakaian, atur pakaian yang sering digunakan di tempat
yang mudah dijangkau. Sebaliknya, pakaian yang hanya digunakan untuk acara
khusus atau musim tertentu bisa ditempatkan di bagian lemari yang lebih tinggi
atau di sudut yang jarang diakses. Dengan begitu, kamu bisa lebih cepat
menemukan pakaian yang dibutuhkan.
8. Simpan Pakaian dengan Rapi
Setelah proses decluttering selesai, pastikan untuk menyusun pakaian yang
disimpan dengan rapi. Gunakan hanger berkualitas untuk pakaian yang rentan
kusut seperti dress atau blazer, dan lipat dengan rapi t-shirt atau sweater di
rak. Kamu juga bisa menggunakan organizer atau kotak penyimpanan untuk
aksesoris dan pakaian dalam agar tetap teratur.
9. Pertimbangkan untuk Membeli Barang dengan
Cermat
Salah satu cara untuk menjaga lemari tetap teratur setelah decluttering
adalah dengan lebih selektif saat membeli pakaian baru. Pertimbangkan apakah
kamu benar-benar membutuhkan item baru tersebut, dan pastikan bahwa pakaian
baru akan sesuai dengan gaya hidup serta koleksi pakaian yang kamu miliki.
10. Lakukan Decluttering Secara Berkala
Decluttering fashion bukanlah sesuatu yang harus dilakukan sekali saja.
Jadwalkan untuk melakukannya secara berkala, misalnya setiap 6 bulan atau
setahun sekali, agar lemari tetap teratur dan tidak penuh kembali. Ini juga
memungkinkan kamu untuk selalu mengupdate gaya pribadi dan menyaring pakaian
yang mungkin tidak lagi relevan.
Decluttering menjadi langkah paling efektif untuk menyederhanakan lemari pakaian dan mengeliminasi kekacauan. Proses ini tidak hanya membuatmu lebih mudah dalam memilih pakaian, tetapi juga bisa memberikan rasa lega dan menyegarkan.
Dengan langkah-langkah di atas, kamu bisa memulai perjalanan menuju lemari yang lebih teratur, fungsional, dan terisi dengan barang-barang yang benar-benar kamu sukai dan gunakan.
Elevated Style, Trik Sederhana Bikin Look Harian Kamu 'Naik Kelas
Chloé Paddington Bag Kembali Populer di 2026, Ini yang Berubah
Kenapa Bahan Kaos Dijual Per-kg bukan meter? Ini Penjelasannya!
Apa itu Blake Stitch Construction?
Rainwear Lagi “Naik Level”—Dari Pelindung Hujan Jadi Statement Paling Berani
Mengenal Kain Verlando: Karakteristik, Jenis, dan Penggunaannya dalam Industri Konveksi
Stop Ikut Tren Tiap Minggu. Perlu Nggak Sih Ngikutin Microtrends Fashion?
Bosan Sama Model Kaos yang Gitu-Gitu Aja? Yuk, Kenalan Sama Kaos Boxy!
6 Panduan Menentukan Ukuran Celana yang Pas
Pernikahan Selebriti Bukan Sekadar Romantis—Ini Cara Brand Fashion “Diam-Diam” Menguasai Dunia