Desa Wukirsari di Kecamatan
Imogiri bukan lagi tempat asing di kalangan wisatawan domestic maupun mancanegara. Sebab di kawasan itulah
sentra batik tulis terbesar di Yogyakarta, Kampung Giriloyo berkembang dan terus
beregenerasi.
Pertengahan November Ini, Daerah
Istimewa Yogyakarta mendapat satu kabar bahagia dari sektor wisata budaya di
Kabupaten Bantul. Sebab, Desa Wukirsari yang mencakup Kampung Wisata Batik
Giriloyo mendapat penghargaan The Best Tourism Village 2024. Gelar tersebut
diberikan oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO) di Cartagena
de Indias, Coloumbia pada Kamis, 14 November 2024.
Bersaing dengan 260 desa lain
dari seluruh dunia, Wukirsari berhasil masuk ke dalam daftar 55 desa wisata
terbaik. Dari Indonesia hanya Wukirsari dan Desa Jatiluwih di Tabanan, Bali
yang bisa menyabet gelar istimewa ini.

Predikat Wukirsari sebagai desa wisata
terbaik dunia dari UNWTO adalah pengakuan internasional bagi desa-desa yang
menjadi teladan dalam memelihara keasrian kawasan pedesaan, pelestarikan
keanekaragaman budaya, nilai-nilai lokal dan tradisi serta menjaga keindahan
alamnya. Penilaian The Best Tourism
Village sendiri didasarkan pada beberapa kriteria, seperti sumber daya alam
dan budaya, diikuti tindakan serta komitmen yang inovatif dan transformatif terhadap
pengembangan pariwisata yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Bukan perjalanan mudah untuk
sampai bisa di titik ini, mengingat 300 indikator yang harus terpenuhi. Mulai
dari dokumen legal, aturan-aturan, serta bukti-bukti pendukung lain yang konkrit
dan dipersyaratkan. Sebelum menyabet gelar The
Best Tourism Village 2024, Desa Wisata Wukirsari sudah lebih dulu meraih juara
Desa Wisata Maju versi Kemenparekraf pada 2023.
Bukan tanpa alasan desa tersebut menjadi
salah satu yang terbaik di dunia. Disebutkan, Wukirsari memiliki kampung batik
Giriloyo, tatah sungging, sentra produksi keris, wayang, Makam Raja-Raja Imogiri, dan
pemandangan alamnya yang masih sangat asri.
Salah satu ikon yang paling
terkenal dari desa Wukirsari adalah peradaban sentra kerajinan batik tulis
yaitu Kampung Batik Giriloyo. Produksi batik di kampung ini sudah berlangsung
turun temurun dengan jumlah pembatik paling banyak. Setidaknya ada 600 perajin
yang aktif membuat batik tradisional sembari memberikan edukasi maupun workshop
bagi para wisatawan.
Lebih istimewa sebab keahlian
tersebut diwariskan oleh para leluhur. Wisatawan pun bisa belajar sekaligus
belanja batik langsung dari tangan pengrajin. Tak hanya menghadirkan koleksi
motif lawasan tetapi juga corak-corak yang lebih modern dan kontemporer.
Dulu Bangsawan Sengaja Pakai Baju yang Tidak Praktis — dan Jejaknya Masih Terlihat Sampai Sekarang
5 Jenis Pakaian Yang Nggak Perlu Langsung Dicuci Tiap Habis Dipakai
Kenapa Selebriti Sekarang Malah Dandan Maksimal ke Bandara? Ternyata Airport Fashion Sudah Berubah Total
Kain Blackout, Solusi Maksimal untuk Menghalau Cahaya di Dalam Ruang
Bukan Sekadar Pajangan: Bagaimana Mannequin di Met 2026 Mengubah Cara Kita Melihat Tubuh dalam Fashion
Mode Inklusif, Revolusi Desain yang Merangkul Semua Tubuh
Indigo: Warna yang Pernah Setara dengan Emas — Dari Jalur Sutra hingga Denim Modern
Off-White, Revolusi "Grey Area" Antara Fashion Luxury dan Streetwear
The Death of “It Girl” — Ketika Ikon Fashion Tidak Lagi Tunggal
Tren Khimar Bandana alias Khiban, Solusi Praktis untuk Style Hijab Modern