Bedong bayi
merupakan salah satu perlengkapan penting yang hampir selalu digunakan pada
masa awal kelahiran. Praktik membungkus badan bayi menggunakan kain ini sudah menjadi
sebuah rutinitas yang sangat wajar di berbagai budaya. Namun, karena tubuh dan
kulit bayi yang masih sangat rentan, pemilihan jenis dan bahan bedong harus selalu diperhatikan.
Yuk, cari tahu fungsi bedong
bayi, manfaatnya, serta tips memilih kain bedong yang nyaman dan aman untuk si
kecil!
Swaddle atau bedong adalah teknik tradisional untuk membungkus bayi secara lembut menggunakan kain untuk memberikan rasa hangat, aman, dan nyaman seperti saat di dalam kandungan.
Caranya yaitu dengan melilitkan kain lembut pada
tubuh bayi dengan tekanan yang tidak terlalu kencang. Kebiasaan ini seringkali
dilakukan sejak bayi baru lahir hingga usia beberapa minggu atau bulan pertama.
Banyak orang mengira bedong hanya
berfungsi untuk menghangatkan tubuh bayi. Padahal, manfaatnya jauh lebih luas
dari itu.
Bayi yang baru lahir memiliki refleks kaget (refleks moro),
yaitu reaksi pertahanan diri spontan yang membuatnya terkejut atau merasa jatuh.
Refleks ini membuat tangan dan kaki bayi tiba-tiba bergerak sehingga ia mudah
terbangun.
Bedong membantu menahan gerakan tersebut sehingga bayi
bisa tidur lebih tenang dan tidak mudah terbangun.
Saat dibedong, bayi merasakan tekanan lembut di
tubuhnya yang menyerupai kondisi saat berada di dalam rahim. Hal ini memberikan
efek menenangkan sehingga bayi menjadi lebih rileks.
Bayi yang baru lahir belum mampu mengatur suhu
tubuhnya dengan baik. Kain bedong membantu menjaga tubuh bayi tetap hangat
tanpa harus menggunakan pakaian yang terlalu tebal.
Bayi yang sering rewel kadang juga bisa ditenangkan dengan
bedong karena sensasi terbungkus membuat bayi merasa nyaman dan terlindungi.
Meskipun fungsi utamanya sama,
bedong bayi kini hadir dalam beberapa bentuk yang berbeda. Berikut beberapa
jenis bedong yang paling sering digunakan.
Kain jarik merupakan jenis bedong yang paling klasik
dan sudah digunakan secara turun-temurun. Kain ini biasanya berbentuk panjang berukuran
50-55 X 200 cm dengan motif batik atau polos dan terbuat dari katun tipis.
Kelebihan bedong jarik:
·
fleksibel untuk berbagai teknik membedong
·
adem dan nyaman
·
cocok untuk iklim tropis
·
mudah dicuci dan cepat kering
Namun karena tipis dan lumayan panjang, jarik perlu
dililitkan berkali-kali ke tubuh bayi agar bisa lebih ‘memeluk’ bayi.
Sedikit lebih modern, ada jenis bedong berupa kain persegi seperti
selimut kecil yang digunakan untuk membungkus bayi. Jenis ini lebih praktis
karena tidak terlalu panjang sehingga mudah dilipat dan
digunakan.
Beberapa bahan yang sering digunakan untuk bedong
selimut antara lain:
·
katun muslin
·
microfiber
·
flanel tipis
·
katun bamboo
Bedong instan dirancang untuk memudahkan orang tua
saat membedong bayi. Jenis bedong ini umumnya dilengkapi dengan perekat (Velcro Swaddle), kancing, atau
resleting (Swaddle Pod) sehingga
tidak pelu melilitkan-lilitkan kain.
Selain praktis, desain bedong instan juga biasanya
sudah disesuaikan agar posisi bayi tetap nyaman dan tidak terlalu terikat. Ada
juga bedong hoodie yang dilengkapi penutup kepala (kupluk) sehingga memberi
kehangatan ekstra.
Jenis bedong ini biasanya digunakan saat bayi mulai
belajar berguling (sekitar usia 3–4 bulan) atau saat membutuhkan alternatif
bedong yang lebih longgar.
·
Swaddle Up
Desainnya
memungkinkan tangan bayi berada dalam posisi ke atas (dekat wajah), yang
merupakan posisi tidur alami bagi beberapa bayi.
·
Wearable Blanket (Sleep Sack)
Sleep sack
merupakan desain bedong modern yang berbentuk seperti kantong tidur kecil untuk bayi. kantung tidur menjaga tubuh
bayi tetap hangat namun kaki dan tangannya tetap leluasa saat bergerak bebas.
Membedong biasanya dilakukan
sejak bayi baru lahir. Namun penggunaannya tidak disarankan terlalu lama atau
sepanjang hari karena tubuhnya perlu bergerak bebas untuk mendukung
perkembangan otot dan tulang. Sebaiknya bayi juga tidak lagi dibedong setelah ia mulai belajar berguling atau saat
usianya menginjak 2–3 bulan. Hal itu karena ada risiko bayi berbalik tengkurap
dan mengalami gangguan pernapasan.
Walaupun bermanfaat, membedong
bayi juga tidak boleh sembarangan. Penggunaan yang tidak tepat atau terlalu
ketat bisa menimbulkan beberapa risiko, antara lain:
·
Displasia
panggul atau kelainan sendi panggul jika kaki bayi dipaksa lurus dan
rapat.
·
Sindrom
kematian bayi mendadak (SIDS) jika bayi berguling dalam posisi tengkurap
saat dibedong.
·
Bayi bisa kepanasan atau sulit bernapas jika kain bedong terlalu tebal atau
terlalu ketat.
Karena itu, penting untuk
memastikan bedong dipasang dengan benar dan tidak terlalu menekan tubuh mungilnya.
Itu dia penjelasan tentang manfaat dan jenis-jenis bedong bayi. Meski
hanya selembar kain untuk menghangatkan tubuh, nemun jenis dan bahannya harus
selalu diperhatikan. Entah itu bedong
jarik tradisional, selimut, bedong instan, maupun sleep sack, setiap
jenis memiliki kelebihan tersendiri. Yang terpenting, pilih kain bedong bayi yang lembut, breathable, dan
aman untuk kulit bayi.
Semoga pengetahuan ini
bermanfaat, ya!
Kenali Jenis Bedong Bayi dan Bahan Kain yang Aman untuk Si Kecil
Bespoke Itu Apa Sih? Ini Bedanya Sama Tailored (Dan Kenapa Nggak Cuma Buat Pria)
Jaket Reversible, Jaket Dua Sisi yang Praktis dan Semakin Populer
Co-ord Set, Tren Outfit Senada dan Cara Padupadannya
Coachella: Festival Musik yang Diam-Diam Mengatur Arah Tren Fashion Dunia
Fringe Fashion Lagi Naik Daun! Ini Alasan Rumbai-Rumbai Bikin Outfit Auto Mahal
Fishnet: Dari Lingerie ke Survival Gear—Perjalanan Paling “Unexpected” di Fashion
Mengenal Pashmina Viscose, Pilihan Hijab Elegan yang Nyaman dan Tetap Rapi
5 Majalah yang Paling Berpengaruh di Dunia Fashion
Wig Itu Bukan Rambut Palsu Biasa—Ini Rahasia Transformasi Instan di Dunia Fashion