Kapas menjadi salah
satu serat alam yang punya peran penting dalam industri tekstil Indonesia.
Dari serat inilah benang kapas diproduksi sebelum diolah menjadi kain dan
berbagai produk tekstil. Namun, ada fakta menarik di balik besarnya kebutuhan
tersebut: Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan kapas dari luar
negeri.
Kondisi ini tidak terlepas dari produksi kapas dalam negeri
yang masih sangat terbatas. Berdasarkan laporan terbaru United States
Department of Agriculture (USDA) pada April 2026, produksi kapas Indonesia pada
musim 2026/27 diperkirakan hanya sekitar 2.000 bale dan disebut masih memenuhi kurang dari 1 persen
kebutuhan industri lokal. Di sisi lain, impor kapas diproyeksikan mencapai
sekitar 1,9 juta bale.
Lantas, dari negara mana saja Indonesia mendapatkan serat
kapas tersebut? Dan negara mana yang menjadi penghasil kapas terbesar di dunia?
Indonesia sebenarnya memiliki
budidaya kapas di sejumlah wilayah, seperti Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur,
Sulawesi Tenggara, dan Jawa Tengah. Namun, skala produksinya belum mampu
memenuhi kebutuhan industri tekstil nasional.
Menariknya, pemasok kapas Indonesia tidak selalu negara yang berada di posisi teratas dalam produksi kapas dunia. Dalam periode Agustus 2025 hingga Februari 2026 misalnya, Brasil menjadi pemasok kapas terbesar Indonesia, dengan pangsa sekitar 42,3 persen. Australia menyusul dengan 35,6 persen, sedangkan Amerika Serikat menyumbang sekitar 12,6 persen.
Posisi tersebut menunjukkan bagaimana rantai perdagangan kapas bekerja. Artinya, industri tekstil tidak hanya melihat negara mana yang menghasilkan kapas paling banyak.
Karena faktor-faktor teknis seperti kualitas serat, harga, ketersediaan, biaya pengiriman, waktu pengiriman, dan kondisi perdagangan juga mempengaruhi pemilihan pemasok serat alami ini .
Secara global, produksi kapas memang terkonsentrasi di sejumlah negara. Data USDA untuk musim 2025/26 menunjukkan China berada di posisi teratas dengan produksi sekitar 35,8 juta bale, disusul India 23,8 juta bale, Brasil 18,75 juta bale, dan Amerika Serikat 13,9 juta bale.
China menjadi salah satu pusat produksi kapas terbesar di dunia.
Berdasarkan data USDA, produksi kapas China pada musim 2025/26 diperkirakan
mencapai 35,8 juta bale, atau sekitar 29,4 persen dari produksi kapas dunia.
Salah satu wilayah penting dalam produksi kapas China
adalah Xinjiang. Wilayah ini dikenal memiliki produktivitas kapas yang tinggi
dan menjadi sumber utama produksi kapas domestik China. produsen, China juga merupakan konsumen kapas
terbesar dunia. Industri pemintalan dan manufakturnya membuat kebutuhan
terhadap serat kapas tetap besar.
Di posisi kedua ada negara India, dengan produksi sekitar 23,8 juta bale sepanjang periode 2025/26. Negara
ini juga memiliki area panen kapas terbesar di antara negara-negara produsen
utama, mencapai sekitar 11,5 juta hektare.
Kapas memiliki peranan penting dalam industri tekstil
India. Produksi domestik digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri pemintalan
sekaligus mendukung aktivitas perdagangan kapas dan produk tekstil.
Brasil menjadi salah satu pemain yang semakin penting dalam perdagangan
kapas dunia. Pada 2025/26, produksinya diperkirakan mencapai 18,75 juta bale atau sekitar 15,4
persen produksi dunia. Posisi negara ini menjadi sangat relevan bagi Indonesia
karena negara tersebut juga menjadi pemasok
kapas terbesar ke Indonesia dalam periode Agustus 2025 hingga Februari
2026.
Pada periode tersebut, Brasil memasok sekitar 470.360 bale atau 42,3
persen dari pangsa impor kapas Indonesia. Jadi, Brasil bukan hanya penting
ketika melihat daftar negara penghasil kapas dunia, tetapi juga memiliki
hubungan langsung dengan kebutuhan bahan baku industri tekstil Indonesia.
Amerika Serikat menghasilkan sekitar 13,9 juta bale kapas pada 2025/26, dengan pangsa sekitar 11,4
persen dari produksi dunia. AS juga menjadi salah satu pemasok kapas bagi
Indonesia. Pada Agustus 2025 hingga Februari 2026, kapas AS memiliki pangsa
sekitar 12,6 persen dari pasar impor kapas Indonesia atau sekitar 139.960 bale.
Hubungan perdagangan tersebut menunjukkan bahwa produksi kapas di Amerika
Serikat turut berpengaruh terhadap ketersediaan bahan baku bagi industri
pemintalan Indonesia.
Pakistan menghasilkan sekitar 5,3 juta bale kapas pada musim 2025/26. Negara ini merupakan salah satu pusat industri tekstil penting di Asia sehingga kapas memiliki hubungan erat dengan industri pemintalan dan manufaktur tekstil domestiknya.
Pakistan juga termasuk dalam kelompok negara yang secara konsisten muncul sebagai produsen kapas utama dunia. Bersama China, India, Brasil, dan AS, Pakistan menjadi bagian dari kelompok lima produsen terbesar yang menyumbang sebagian besar pasokan kapas global
Namun, ada satu catatan penting bahwa negara penghasil kapas terbesar tidak selalu menjadi negara yang paling banyak mengekspor serat ini.
Hal tersebut karena kapas yang dihasilkan suatu negara juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. China dan India, misalnya, memiliki industri tekstil dan pemintalan yang besar sehingga sebagian produksi kapas domestiknya diserap oleh pasar dalam negeri.
Sebaliknya, negara seperti Brasil, Amerika Serikat, dan Australia memiliki peran penting dalam perdagangan kapas internasional. Karena itulah, ketika membicarakan asal kapas yang digunakan oleh suatu negara, daftar produsen dan daftar pemasok belum tentu sama.
Kalau kamu bertanya kenapa
Indonesia tidak memenuhi kebutuhan serat kapasnya sendiri? Maka,
jawabannya ada di skala produksi domestik.
Kapas harus bersaing dengan
berbagai komoditas pertanian lain dalam penggunaan lahan. Di sisi lain, petani
membutuhkan kepastian hasil dan keuntungan agar tertarik mempertahankan atau
memperluas budidayanya.
Keterbatasan teknologi, modal,
produktivitas, dan dukungan budidaya juga dapat memengaruhi daya saing kapas
domestik. Akibatnya, terdapat kesenjangan antara kemampuan produksi dalam
negeri dan kebutuhan industri tekstil.
Selama kesenjangan tersebut masih ada, kapas
impor akan tetap menjadi bagian penting dari rantai pasok industri tekstil Indonesia.
5 Negara Penghasil Kapas Terbesar di Dunia, Indonesia Impor Dari Mana?
Fix Bikin Pangling! Ini 5 Tren London Fashion Week SS27 yang Paling Mudah Kamu Tiru Sekarang Juga!
Apa Itu Placket pada Pakaian? Kenali Fungsi dan Jenis-jenisnya
Era Oversized Mulai Berakhir? Pinggang Kembali Jadi Pusat Perhatian Fashion
Baju Hitam Penuh Serat Putih Setelah Dicuci? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya!
Rajutan Lusi vs Rajutan Pakan, Bagaimana Efeknya Pada Karakteristik Kain?
Kenapa Warna dan Karakteristik Kain Bisa Berubah Setelah Disetrika? Ini Penjelasannya
Pewarna Indanthrene: Pengertian, Cara Kerja, dan Penggunaannya
Bukan Cuma Indonesia! Menguak Misteri Seni Pewarnaan Rintang Lilin di Berbagai Belahan Dunia