Biasanya, pakaian dibuat untuk
terlihat rapi. Tali berada di tempatnya, kancing tertutup sempurna, dan siluet
mengikuti bentuk tubuh dengan presisi. Tapi dalam fashion 2026, aturan tersebut
justru mulai dibalik. Pakaian yang terlihat sedikit bergeser, melorot, atau
seperti belum selesai dikenakan malah menjadi daya tarik.
Fenomena ini dikenal sebagai undone fashion atau tren coming
undone, yaitu gaya yang sengaja menciptakan kesan tidak sempurna melalui
pakaian yang tampak berantakan, asimetris, atau “salah posisi”. Tren ini bahkan
terlihat jelas di karpet merah MTV VMAs
2026, ketika sejumlah selebriti tampil dengan outfit yang seolah-olah sedang terlepas dari tubuh.
Apa Itu
Undone Fashion?
Sumber: www.ellecanada.com
Undone fashion bukan berarti seseorang benar-benar mengenakan
pakaian secara asal-asalan . Sebaliknya, kesan “belum selesai berpakaian”
tersebut merupakan hasil dari desain dan styling
yang sangat disengaja. Bentuknya juga bisa bermacam-macam. Misalnya, satu tali dress dibiarkan jatuh dari bahu, bagian
pinggang dibuat seperti melorot, draping
yang sengaja dibuat asimetris, atau lingerie
yang biasanya tersembunyi justru ditampilkan sebagai bagian utama outfit. Dengan kata lain, ketidaksempurnaan menjadi bagian dari
desain.
Estetika ini juga punya hubungan
dengan gaya effortless dan kembalinya
berbagai elemen grunge. Pakaian tidak
harus selalu terlihat sleek dan polished untuk dianggap fashionable. Sedikit kusut, longgar,
atau tidak simetris justru dapat memberikan kesan lebih spontan dan modern.
Ketika
Dress Terlihat Seperti Mau Lepas
Taylor Swift. Sumber: www.bustle.com
Salah satu contoh paling mencolok
terlihat pada Taylor Swift di VMAs
2026. Ia mengenakan gaun couture dari
Tamara Ralph dengan detail ruching
asimetris di bagian pinggul yang menciptakan ilusi seolah-olah gaunnya sedang
bergeser atau melorot. Padahal, tentu saja, gaun tersebut tidak benar-benar
hampir terlepas. Efek tersebut merupakan bagian dari konstruksi dan styling.
Detail semacam inilah yang membuat undone fashion menarik. Sebuah pakaian
tidak hanya memperlihatkan bentuk akhirnya, tetapi juga menciptakan ilusi
gerakan. Dress terlihat seperti
sedang ditarik, dilepas, atau berubah posisi sehingga menghasilkan siluet yang
terasa lebih dinamis.
Satu Tali
Jatuh, Justru Makin Fashionable
Efek serupa bisa ditemukan dalam
tren one-strap. Alih-alih memastikan
kedua sisi pakaian berada di tempat yang sempurna, salah satu strap justru
sengaja dibuat jatuh.
Olandria Carthen. Sumber: www.nydailynews.com
Di VMAs 2026, Olandria Carthen mengenakan corset
gown dengan salah satu strap yang
dibiarkan turun dari bahu. Detail sederhana tersebut langsung mengubah kesan
gaun dari formal dan terstruktur menjadi lebih santai sekaligus sedikit rebellious. Teknik seperti ini
sebenarnya bukanlah ide baru. Desainer telah lama memainkan konsep pakaian yang
terlihat seperti sedang bergerak atau bergeser. Bedanya, undone fashion membuat efek tersebut menjadi pusat perhatian, bukan
sekadar detail kecil.
Bra Bukan
Lagi Sekadar Underwear
Tyla and Ciara Miller. Sumber: www.bustle.com
Undone fashion juga beririsan dengan tren bra-as-top. Bra yang biasanya menjadi lapisan paling dalam kini
justru diperlakukan sebagai bagian utama outfit.
Contohnya terlihat pada Tyla di VMAs
2026. Ia tampil mengenakan bra bermotif snakeskin
biru yang dipadukan dengan rok low-rise senada.
Ciara Miller juga mengusung
pendekatan serupa melalui bra cokelat dan celana kulit.
Menariknya, konsep tersebut bukan
hanya muncul di karpet merah. Pada koleksi Spring 2026, Prada mengeksplorasi
bra top dengan konstruksi yang membuatnya terasa seperti melayang atau tidak
sepenuhnya menempel pada tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa tren “underwear sebagai outerwear” semakin berkembang. Yang ditampilkan bukan hanya bentuk
bra, tetapi juga gagasan bahwa pakaian dalam dan pakaian luar tidak lagi harus
memiliki batas yang begitu jelas.
Kenapa Gaya
“Nggak Rapi” Jadi Menarik?
Salah satu alasan undone fashion terasa relevan adalah
perubahan selera terhadap pakaian yang terlalu sempurna. Selama beberapa tahun
belakangan, fashion banyak bermain dengan tampilan clean, minimal, polished,
dan sangat terkontrol. Karena itulah undone
fashion menawarkan tampilan yang kebalikannya: ketidakteraturan yang tetap terlihat fashionable.
Ada kesan “I woke up like this” di dalamnya. Outfit terlihat seperti dikenakan secara spontan, padahal di
baliknya ada proses styling dan
konstruksi yang sangat diperhitungkan. Paradoks inilah yang membuatnya menarik.
Semakin “tidak berusaha” sebuah outfit
terlihat, belum tentu semakin sedikit usaha yang dibutuhkan untuk
menciptakannya.
Dari Runway
ke Karpet Merah
Sumber: ch.headtopics.com
Kemunculan undone fashion di VMAs 2026 juga menunjukkan bagaimana eksperimen runway diterjemahkan menjadi tampilan
selebriti. Desainer mulai mengeksplorasi pakaian yang tidak selalu mengikuti
bentuk tubuh secara konvensional. Strap
yang jatuh, kain yang menggantung, draping
asimetris, hingga pakaian yang tampak seperti sedang dilepas menjadi cara baru
untuk membuat busana terasa lebih hidup.
Dan pada akhirnya, undone fashion bukan tentang berpakaian
sembarangan. Justru sebaliknya, tampilan “berantakan” tersebut biasanya
merupakan hasil keputusan desain yang sangat disengaja. Seolah-olah sedang mengatakan
bahwa pakaian tidak harus selalu terlihat sempurna untuk terlihat menarik.
Kadang-kadang sedikit miring, melorot, terbuka, atau “salah posisi” justru bisa
menjadi bagian paling menarik dari sebuah outfit.
Temukan
Lebih Banyak Insight Seputar Tekstil dan Fashion
Dunia tekstil dan fashion selalu
berubah. Mulai dari perkembangan tren, inovasi bahan, sejarah fashion, hingga
tips merawat dan memanfaatkan kain, selalu ada hal baru yang menarik untuk
dipelajari.
Lewat BahanKain.com, kamu nggak hanya bisa
menemukan berbagai kebutuhan kain dan tekstil, tetapi juga membaca beragam
informasi seputar tekstil dan fashion
knowledge, berita terbaru, tren terkini, hingga tips & trick menarik yang bisa menambah wawasan. Jadi, kalau
kamu ingin terus mengikuti perkembangan dunia fashion sekaligus mengenal
tekstil lebih jauh, jangan lupa mampir dan eksplor berbagai artikel menarik
lainnya di BahanKain.com!
Baca juga: Rahasia Tampil Stylish 2027: Nyata Bikin Pangling Pakai Tren London Fashion Week!
Batik Berlayar Meriahkan Perayaan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya
Undone Fashion: Saat Gaya “Berantakan” Justru Jadi Tren para Selebritas di MTV VMAs 2026
Apa Itu Girdle? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Korset
9 Cara Merawat Pashmina Viscose yang Benar
Maximalist vs Avant-Garde: Kenapa Fashion yang “Gila” Sering Bikin Bingung?
Kenapa Motif Loreng Disebut Camo? Ini Asal-usulnya!
Atelier vs Butik, Apa Sih Bedanya?
5 Tren Menswear dari Milan Fashion Week SS27: Saat Gaya Pria Makin Berani
Kenapa Serat Kain Satin Mudah Tertarik? Ini Penyebab Snag dan Cara Mencegahnya
Mengenal Kain Bouclé, Rahasia Tekstur Mewah di Balik Jaket Chanel