Ketika membicarakan Victoria’s Secret Fashion Show, ada
satu elemen yang hampir selalu terbayang selain lingerie mewah dan para supermodel: sepasang sayap besar yang
menghiasi punggung para model. Mulai dari sayap berbulu yang menyerupai
malaikat hingga kreasi artistik dengan bentuk menyerupai kupu-kupu, bunga, dan
ornamen futuristik, semuanya menjadi bagian dari identitas pertunjukan ikonis
ini.
Namun, Angel Wings bukan sekadar
aksesori untuk mempercantik penampilan. Di balik ukurannya yang spektakuler,
ada proses kreatif, teknik pengerjaan rumit, dan sejarah panjang yang
membuatnya begitu istimewa.
Berawal
dari Konsep Victoria’s Secret Angels
Sumber: www.wmagazine.com
Victoria’s Secret Angel Wings mulai dikenal luas melalui Victoria’s Secret Fashion Show pada
akhir 1990-an. Pertunjukan fashion show pertamanya sendiri berlangsung pada
1995, sedangkan sayap mulai diperkenalkan sebagai elemen runway pada 1998.
Kehadiran sayap tersebut berkaitan
erat dengan konsep Angels yang digunakan Victoria’s Secret dalam kampanye
pemasarannya. Para model tampil dengan sayap untuk memperkuat citra feminin,
glamor, dan fantastis yang ingin dibangun merek tersebut.
Seiring waktu, sayap berkembang
menjadi elemen visual yang sangat identik dengan Victoria’s Secret. Bahkan,
model yang mengenakannya tidak lagi sekadar berjalan memperagakan lingerie, tetapi juga membawa karakter
dan tema tertentu melalui kostum yang dikenakan.
Bukan Cuma
Sayap Malaikat!
Sumber: www.teenvogue.com
Meskipun disebut Angel Wings,
desainnya tidak selalu menyerupai sayap malaikat tradisional. Kreativitas
desainer membuat aksesori ini hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, warna, dan
material.
Ada sayap berbulu putih yang
memberikan kesan klasik, sayap berwarna metalik dengan nuansa futuristik,
hingga desain menyerupai kelopak bunga dan kupu-kupu. Beberapa kreasi bahkan
lebih menyerupai instalasi seni yang dikenakan di punggung daripada sayap
sungguhan.
Dalam Victoria’s Secret Fashion Show 2025, misalnya, koleksi sayap
menampilkan variasi desain berupa sayap merah berkilau, ornamen floral yang
menjuntai, serta sayap transparan berwarna merah muda.
Pada pertunjukan 2026, eksplorasi
tersebut berlanjut melalui sayap yang terinspirasi dari kelopak bunga, kepingan
salju, dan material metalik. Hal ini menunjukkan bagaimana Angel Wings terus
berkembang mengikuti tema pertunjukan tanpa kehilangan identitas visualnya.
Pembuatannya
Bisa Memakan Waktu Ratusan Jam
Sumber: www.vogue.com
Di balik tampilannya yang megah,
Angel Wings merupakan aksesori kostum yang membutuhkan perencanaan dan
pengerjaan teknis yang tidak sederhana.
Menurut Victoria’s Secret,
sepanjang sejarah pertunjukannya, sekitar 500 desain sayap unik telah dibuat.
Rata-rata, setiap pasang sayap membutuhkan sekitar 400 jam pengerjaan detail. Angka
tersebut menunjukkan bahwa Angel Wings bukan aksesori yang bisa dibuat secara
instan. Setiap desain memerlukan proses pengembangan bentuk, pemilihan
material, perakitan struktur, hingga penyelesaian detail dekoratif.
Dalam wawancara dengan British
Vogue pada 2017, pembuat sayap Marian Hose menjelaskan bahwa proses
pembuatannya dapat melibatkan rangka yang kokoh, kawat, busa, kain, dan
berbagai material lain sesuai kebutuhan desain. Struktur tersebut harus
dirancang agar mampu mempertahankan bentuk sayap sekaligus memungkinkan model
bergerak di atas runway.
Sayap
Terberatnya Mencapai Sekitar 18 Kilogram!
Sumber: www.teenvogue.com
Salah satu fakta paling mengejutkan
tentang Angel Wings adalah bobotnya. Menurut data resmi Victoria’s Secret,
sayap terberat yang pernah dikenakan dalam pertunjukan tersebut mencapai 40 pon
atau sekitar 18 kilogram.
Bobot itu tentu bukan perkara
sepele bagi model yang harus berjalan dengan anggun, berpose di depan kamera,
dan mengikuti koreografi runway. Karena
itu, kenyamanan serta distribusi beban menjadi bagian penting dalam proses
pembuatannya. Struktur sayap perlu dirancang agar dapat terpasang dengan baik
di tubuh pemakainya.
Menariknya, ukuran besar tidak
selalu berarti sayap harus terasa kaku. Desain yang baik justru perlu
mempertimbangkan keseimbangan antara tampilan dramatis, kekuatan konstruksi,
dan kemampuan model untuk bergerak.
Mengenakan
Angel Wings Menjadi Momen Ikonis bagi Model
Sumber: www.eonline.com
Dalam sejarah Victoria’s Secret Fashion Show, Angel Wings berkembang menjadi
salah satu elemen paling mudah dikenali penonton. Aksesori ini membantu
membedakan pertunjukan Victoria’s Secret dari peragaan busana lingerie pada umumnya. Sayap juga
memberi dimensi visual tambahan pada sebuah penampilan. Bentuknya yang lebar,
tinggi, atau menjuntai membuat siluet model terlihat lebih dramatis, bahkan
dari kejauhan.
Bagi penonton, beberapa desain
sayap menjadi bagian yang paling diingat dari sebuah pertunjukan. Sementara
bagi dunia fashion, Angel Wings memperlihatkan bagaimana aksesori dapat
memiliki peran lebih besar daripada sekadar pelengkap pakaian. Dan meski bentuk
dan konsepnya terus berubah, sayap tetap menjadi simbol kuat dari era ikonis Victoria’s Secret Fashion Show.
Angel
Wings, Perpaduan Fashion dan Seni Kostum
Angel Wings membuktikan bahwa
aksesori fashion tidak selalu harus berukuran kecil atau berfungsi praktis
untuk menjadi ikonis. Melalui desain yang eksperimental, pemilihan material,
serta pengerjaan yang rumit, sepasang sayap dapat menjadi pusat perhatian dalam
sebuah pertunjukan.
Lebih dari sekadar ornamen, Angel
Wings merupakan perpaduan antara desain fashion, seni kostum, dan teknik
konstruksi yang dirancang untuk menciptakan pengalaman visual spektakuler.
Ingin mengenal lebih jauh dunia
kain, fashion, dan berbagai detail menarik di balik tren yang kita lihat
sehari-hari? Kunjungi BahanKain.com untuk
menemukan artikel seputar pengetahuan tekstil, sejarah fashion, berita dan tren
terkini, hingga tips dan trik yang bisa menambah wawasanmu!
Baca juga: Fantasy Bra Victoria's Secret: Sejarah dan Harga Fantastis
Perbedaan Top Note, Middle Note, dan Base Note pada Parfum
Victoria’s Secret Angel Wings: Bukan Sekadar Sayap, Ini Rahasia di Balik Ikon Fashion Show!
Dari Seragam sampai Celana Tongkrongan, Ini Alasan American Drill Selalu Dipilih Sebagai Bahan Celana
Berapa Meter Kain Kafan yang Dibutuhkan untuk Satu Jenazah? Ini Perkiraannya!
Fantasy Bra: Ketika Bra Berubah Jadi Perhiasan Bernilai Rp800 Miliar
Whimsy dan Whimsygoth Fashion, Estetika Nyentrik yang Terinspirasi Dunia Fantasi
Kenapa Niche Bisnis Fashion Komunitas Lebih Menguntungkan? Ini Jawabannya!
LYCRA Kembangkan Spandeks Berbahan Nabati dan Teknologi Daur Ulang
Kok Ada Kain yang Adem di Kulit, tapi Bikin Gerah Saat Dipakai?
Transaksi Selesai Bukan Berarti Urusan Berakhir! Ini Pentingnya After Sales