Pabrik Kain Modern dan Pabrik Kain Tradisional?

pabrik-kainMenilik pada taraf kehidupan yang semakin meningkat, kebutuhan masyarakat pun semakin meningkat. Kebutuhan atas kain juga meningkat seiring dengan bertambah banyaknya kebutuhan dan kepentingan. Kain tidak hanya dibutuhkan untuk pakaian, sprei atau selimut. Kebutuhan-kebutuhan lainnya pun membutuhkan kain. Sebuah pabrik kain biasanya memproduksi berbagai macam kain untuk berbagai keperluan. ?

Jumlah pabrik kain sangat banyak di setiap daerah. Pabrik kain tersebut pun memproduksi berbagai macam kain untuk berbagai keperluan yang berbeda. Pada dasarnya, pabrik kain dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar. Kelompok yang pertama adalah pabrik kain modern yang menggunakan mesin modern untuk memproduksi kain. Pabrik kain semacam ini biasanya memiliki tahapan yang sama dengan pabrik kain tradisional. Hanya saja proses pengerjaannya jauh lebih cepat karena dikerjakan oleh mesin. Proses pewarnaan, pemintalan dan seterusnya dikerjakan dengan mesin. Kelompok yang kedua adalah pabrik kain tradisional. Jenis pabrik kain seperti ini membutuhkan waktu lebih lama dibanding pabrik modern untuk menyelesaikan selembar kain. Seluruh pengerjaannya dilakukan secara manual dari proses pewarnaan hingga penenunan kain. Dapat diramalkan bahwa nilai kain tenun lebih tinggi dibandingkan dengan kain hasil mesin biasa. Namun dengan perkembangan teknologi, hal ini segera dapat teratasi. Pabrik kain modern kini rata2 memiliki Alat Tenun Mesin (ATM) yang mampu menghasilkan kain tenun yang bagus, dengan kerapatan tenunan yang sempurna dan konsistensi yang tetap pada pola. Sangat berbeda dengan hasil tenun manual. Hasil tenun manual cenderung lebih tidak konsisten dan kadang memiliki kerapatan yang berbeda di setiap lembarnya. Bagaimana pun juga, kain tenun asli tetap memiliki tempat khusus di hati pembeli. Pabrik kain modern biasanya memakai ATM dengan tujuan penghematan biaya overhead dan produksi. Penghematan ini akan mendukung peningkatan omset penjualan dan harga beli yang lebih terjangkau.?

Bagaimana pun juga masing-masing pabrik kain menerapkan kebijakan yang berbeda. Hal ini pun mempengaruhi perbedaan pada hasil akhir dari pabrik kain tersebut. Semuanya kembali pada selera pembeli dan tren pasar.