BahanKain.com - Kain herringbone twill merupakan pengembangan dari jenis tenunan twill. Kain herringbone memiliki pola seperti tulang ikan ( efek zig-zag beraturan). Motif kain ini muncul karena proses mengganti-ganti arah twill oleh karena itu herringbone juga populer dengan nama broken twill.
Anyaman herringbone bisa diaplikasikan ke semua jenis kain, mulai dari katun, rayon, polyester, woll maupun kombinasi. Pembuatan pola herringbone dibuat dengan memotong dan mengembalikan bagian vertikal dari tenunan broken twill. Dengan membolak balik anyaman menghasilkan motif zigzag.
Sejarah pembuatan kain herringbone ini cukup unik, inspirasi motif ini berawal pada pembangunan jalan-jalan di Roma kuno dimana struktur berbentuk saling silang memungkinkan untuk kompresi dan pergerakan jalan ketika lalu lintas mengalir di sepanjang jalan tersebut. Makanya muncul kain ini petama kali di Italia.
Pada umumnya pembuatan pola herringbone tidak jauh berbeda dengan pembuatan dobby. Yaitu dengan menggunakan pengaturan draf khusus ketika mengatur lungsin untuk menenun; kain tersebut kemudian dianyam dalam tenunan kepar atau kombinasi tenunan kepar yang berbeda, dan susunan peregangan secara otomatis mengubah arah garis kepar pada interval reguler untuk membentuk pola herringbone.
Kain herringbone kini sangat populer digunakan untuk berbagai produk fashion seperti jas, atasan pria, tas dan banyak komponen furniture yang memanfaatkan motif ini untuk mempercantik desain mereka seperti karpet, sofa dll.
Itu dia sedikit ulasan tentang apa itu kain herringbone, Semoga bermanfaat.
Rick Owens: Fakta di Balik “Lord of Darkness” yang Mengubah Industri Fashion Dunia
Kenapa Tas Birkin Jadi Patokan Status High Fashion?
Fenomena “Gamis Bini Orang”, Jadi Tren Busana Muslim Paling Diburu Jelang Lebaran 2026
Dari Tren Bag Charm ke Book Charms – Aksesori Tas dari Coach dan Bangkitnya Fashion Literer
Pentingkah Kaos Kaki Senada dengan Celana? Simak Alasan dan Tips Memilihnya
Mengapa LVMH Tak Tergoyahkan? Strategi Agresif Sang Penguasa Luxury Brand Global
Ugly Shoes: Dari “Sepatu Jelek” Jadi Simbol Status dan Gaya Paling Relevan di 2026
Kaki Lecet Saat Memakai Sandal atau Sepatu? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Fakta Tentang Logo Adidas Yang Nggak Cuma Satu
Office Siren & Kembalinya Power Dressing: Ketika Ambisi Jadi Estetika