Anyaman keper merupakan jenis anyaman kedua dari anyaman dasar setelah anyaman polos. Nama lain dari anyaman keper yang sering digunakan adalah twill (USA), drill (Inggris), koper (Jerman), di dalam anyaman keper hanya terdapat satu benang lusi ataupun benang pakan saja yang menonjol di permukaan kain, dan tonjolan dari permukaan itulah yang biasa disebut garis keper. Jika yang ingin ditonjolkan pada kain adalah benang lusi maka digunakanlah benang lusi yang lebik baik daripada benang pakan, namun sebaliknya pun jika benang pakan yang ingin ditonjolkan maka harus menggunakan benang pakan yang lebih baik daripada benang lusi.
Apabila anda menginginkan efek baik itu efek pakan ataupun efek lusi yang sama-sama menonjol dalam permukaan kain , maka anyaman dasar keper ini dapat diganti menjadi anyaman keper rangkap. Anyaman keper rangkap merupakan suatu anyaman yang memiliki rumus banyaknya angka diatas garis harus sama dengan angka dibawah garis sama. Selain itu anyaman keper rangkap dapat menghasilkan suatu efek lusi dan juga efek pakan yang sama panjangnya di permukaan kain ataupun pada gambar anyaman.
Contoh gambar anyaman keper:

Sumber: id.pinterest.com
Kain yang menggunakan anyaman keper mempunyai karakteristik tersendiri
seperti:
Selain itu, anyaman keper juga diterapkan pada kain yang digunakan dalam
kehidupan sehari-hari kita. Anyaman keper akan menghasilkan jenis-jenis kain seperti:
Kain drill bisa digunakan untuk jenis pakaian kerja atau seragam
Jenis kain denim memiliki banyak kegunaan, dapat dijadikan sebagai celana jeans, rompi, jas, topi, tas, jaket, dress, kemeja, rok, karpet, sepatu, dll
Demikian pembahasan mengenai anyaman keper serta kegunaannya dalam
kehidupan sehari-hari, semoga dapat menambah wawasan Anda mengenai jenis-jenis
anyaman yang ada dan juga mengetahui karakteristik dari anyaman tersebut.
Rick Owens: Fakta di Balik “Lord of Darkness” yang Mengubah Industri Fashion Dunia
Kenapa Tas Birkin Jadi Patokan Status High Fashion?
Fenomena “Gamis Bini Orang”, Jadi Tren Busana Muslim Paling Diburu Jelang Lebaran 2026
Dari Tren Bag Charm ke Book Charms – Aksesori Tas dari Coach dan Bangkitnya Fashion Literer
Pentingkah Kaos Kaki Senada dengan Celana? Simak Alasan dan Tips Memilihnya
Mengapa LVMH Tak Tergoyahkan? Strategi Agresif Sang Penguasa Luxury Brand Global
Ugly Shoes: Dari “Sepatu Jelek” Jadi Simbol Status dan Gaya Paling Relevan di 2026
Kaki Lecet Saat Memakai Sandal atau Sepatu? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Fakta Tentang Logo Adidas Yang Nggak Cuma Satu
Office Siren & Kembalinya Power Dressing: Ketika Ambisi Jadi Estetika