Pernah merasa baju olahraga atau
kaos berbahan polyester cepat sekali bau apek, padahal baru dipakai sebentar?
Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak orang mengeluhkan hal yang sama, dan
faktanya ini bukan sekadar perasaanmu, tapi ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Lantas kenapa polyester lebih
rentan menimbulkan bau badan? Dan adakah cara praktis untuk mencegahnya? Cek
ulasan berikut ini, yuk!

Polyester adalah serat sintetis
yang terbuat dari bahan turunan minyak bumi (polyethylene terephthalate atau PET). Material ini sangat populer
di industri fashion, khususnya pakaian olahraga atau activewear karena karakteristik kainnya yang kuat, tahan kusut, ringan,
cepat kering, serta mudah diproses warna ataupun motif. Harganya pun sangat
terjangkau dan banyak tersedia di pasaran, sehingga cocok untuk produksi skala
besar.
Tak heran jika bahan ini kerap
dimanfaatkan sebagai bahan jersey olahraga, jaket, kaos kasual, hingga seragam kerja. Sayangnya,
dibalik semua fitur unggul yang ditawarkannya, terselip satu kelemahan yang
cukup fatal dan mengganggu. Yaitu kecenderungannya menimbulkan bau badan lebih
cepat dibandingkan material alami seperti katun ataupun linen.
Dan fenomena tersebut bukan
sekedar pendapat atau perasaan, melainkan sebuah fakta ilmiah yang melibatkan
interaksi antara karakteristik serat sintetis, keringat, dan bakteri pada
kulit.

Untuk memahami akar masalahnya,
kita perlu melihat bagaimana polyester berinteraksi dengan keringat dan kulit
secara lebih detail. Setidaknya ada empat faktor utama yang membuat bahan ini
lebih mudah menimbulkan bau dibanding kain lain.
Polyester adalah serat hidrofobik alias tidak suka air. Alih-alih
menyerap keringat ke dalam serat kain, polyester cenderung mendorong cairan
tersebut tetap berada di permukaan kulit atau menyebar tipis di permukaan kain.
Kondisi ini membuat kulit tetap lembap dalam waktu
lama, dan bakteri pun bebas berkembang biak. Sehingga bau badan pun tak terhindarkan.
Polyester bersifat oleofobik atau sangat ramah terhadap minyak. Keringat terutama dari kelenjar apokrin di area ketiak, tidak hanya terdiri dari air tetapi juga mengandung lipid/minyak. Minyak dan lemak dari tubuh ini bisa menempel kuat pada serat polyester dan sangat sulit dilepaskan, bahkan saat dicuci.
Baca Juga: |
Bau badan sendiri merupakan hasil metabolisme bakteri yang memecah komponen dalam keringat menjadi senyawa berbau. Sedangkan, serat polyester memiliki struktur mikro yang cenderung mengikat dan "menjebak" minyak tubuh serta sel kulit mati lebih kuat dibanding serat alami.
Akibatnya, bakteri punya lebih banyak
"makanan" untuk diuraikan, dan residu baunya pun lebih sulit hilang
meski kain sudah dicuci berkali-kali.
Beberapa jenis kain polyester, terutama yang ditenun
rapat untuk keperluan olahraga, memiliki sirkulasi udara yang lebih terbatas
dibanding katun atau linen. Minimnya aliran udara membuat area kulit yang tertutup
kain tetap hangat dan lembab. Kombinasi sempurna untuk pertumbuhan bakteri
penyebab bau.
Ada satu fakta menarik yang jarang diketahui orang,
keringat yang baru keluar dari tubuh sebenarnya hampir tidak berbau. Molekul di
dalamnya masih terlalu besar untuk bisa tercium hidung. Bau baru muncul setelah
bakteri di kulit "mencerna" molekul tersebut dan memecahnya menjadi
senyawa yang lebih kecil dan mudah menguap.
Para peneliti dari Ghent
University, Belgia, juga menemukan bahwa bakteri bernama mikrokokus, salah satu
jenis bakteri penyebab utama bau lebih mudah tumbuh subur di permukaan kain
polyester. Bahkan polyester cenderung "menyimpan" lebih banyak
senyawa berbau setelah dicuci, karena ketidak mampu menyerap cairan.
Jadi, bau pada pakaian polyester
bukan cuma soal kain yang lembap lebih lama, tetapi juga karena bakteri
penyebab bau memang punya semacam preferensi. Dimana mereka tumbuh dan
berkembang biak lebih nyaman di atas media yang lembab termasuk serat sintetis
seperti polyester.

Meskipun tantangan bau badan pada
bahan polyester cukup mengganggu, bukan berarti material ini harus sepenuhnya
dihindari. Karakteristiknya yang kuat dan ekonomis tetap menjadikannya aset
berharga di industri tekstil.
Kelemahan polyester tentu bisa
disiasati dengan beberapa langkah penanganan:
Saat ini banyak produsen tekstil mengintegrasikan
anti-odor treatment atau teknologi anti-bakteri (seperti partikel perak/silver-ion) ke dalam benang polyester untuk menghambat pertumbuhan
mikroba.
Hindari penggunaan pelembut pakaian (softener) pada bahan polyester karena cairan tersebut akan melapisi serat kain dan semakin mengunci minyak serta bakteri di dalamnya. Gunakan detergen khusus olahraga atau tambahkan sedikit cuka putih saat membilas untuk meluruhkan residu lemak.
|
Untuk pakaian sehari-hari atau seragam kerja, mencampur
polyester dengan serat alami (seperti polycotton atau poly-viscose) dapat
menjadi jalan tengah yang baik. Campuran ini tetap mempertahankan sifat awet
dan tahan kusut dari polyester, namun mendapatkan kenyamanan dan daya serap bau
yang lebih baik dari serat alami.
Jadi, polyester memang memiliki
karakteristik alami yang membuatnya lebih ramah terhadap bakteri penyebab bau
badan. Namun, hal itu bukan alasan untuk mencoretnya dari daftar material pakaian.
Dengan perawatan yang tepat serta pemilihan teknologi atau material campuran (blending),
kamu tetap bisa menikmati segala keunggulan polyester tanpa perlu khawatir
dengan masalah bau badan.
Cari kain polyester brekualitas untuk bahan seragam, pakaian
olahraga, atau keperluan lain? Pastikan kamu memilih material berkualitas dari etalase
produk Bahankain.com. Kami
menyediakan berbagai varian kain polyester atau poly-blend bermutu tinggi yang
awet, ringan, dan tahan lama.
Yuk, cek katalog lengkapnya di
Kategori Produk.
Atau konsultasikan kebutuhan tekstil Anda bersama CS Bahankain.com dan dapatkan penawaran terbaiknya!

Throw Blanket: Selimut Kecil yang Ternyata Punya Fungsi Besar, Bukan Sekadar Hiasan!
Limbah Tekstil RI Tembus 2,3 Juta Ton per Tahun, Mahasiswa UMY Ubah Perca Jadi Cuan
Hospital Corner, Rahasia Sprei Hotel yang Rapi, Kencang dan Tidak Mudah Bergeser
Cara Styling Kaos Polos Untuk Tampilan Semi-formal
Bukan Sekadar Aksesori: Bagaimana Jewelry Bisa Mengubah Total Gaya Fashion?
Bonded Seam, Rahasia Dibalik Pakaian Olahraga Yang Mulus dan Bebas Jahitan
Evolusi Card Holder, Dari Kartu Nama ke Gaya Hidup Cashless
Kirain Nama Mas-Mas Jawa, Ternyata Raksasa Benang yang Memasok Baju di Lemari Kamu!
Bagaimana Kain Stretch Dibuat?
Fenomena “2026 is The New 2016,” Kenapa Gaya Satu Dekade Lalu Tiba-tiba Muncul Lagi?