Pernahkah kamu mengecek label
instruksi pencucian di baju kesayanganmu dan menemukan tulisan 100% Viscose atau Rayon? Kainnya terasa dingin di kulit, jatuh dengan indah, dan
sangat nyaman dipakai seharian. Namun, tahukah kamu kalau ada satu nama raksasa
di balik layar yang hampir pasti memasok bahan baku untuk baju-baju tersebut?
Nama grup usaha ini adalah Aditya Birla Group. Bagi orang yang
bekerja di kawasan industri Karawang atau Purwakarta, nama ini tentu sudah
tidak asing lagi. Namun bagi masyarakat awam, nama "Aditya Birla"
sering kali dikira sebagai nama seorang pengusaha asal Jawa atau Bali. Padahal,
ini adalah nama salah satu konglomerat multinasional paling berpengaruh di
dunia yang berasal dari India.
Lantas, bagaimana sejarah
berdirinya konglomerat ini, mengapa namanya mirip nama orang Indonesia, dan
seberapa besar peran mereka dalam industri tekstil lokal maupun global? Mari
kita bahas tuntas!
Mengapa
Namanya Terdengar Sangat Lokal?
Sumber: indiacsr.in
Alasan utama mengapa nama
"Aditya Birla" terasa begitu akrab di telinga kita adalah faktor
bahasa. Nama Aditya diambil langsung
dari bahasa Sanskerta (आदित्य) yang
berarti "Matahari". Karena bahasa Indonesia dan bahasa Jawa menyerap begitu
banyak kosakata Sanskerta, nama Aditya menjadi sangat populer di tanah air.
Sementara itu, kata Birla merupakan
nama klan atau keluarga pengusaha legendaris di India. Nama lengkap perusahaan
ini diambil untuk mengenang mendiang Aditya
Vikram Birla, sosok pemimpin visionary yang membawa bisnis keluarga Birla
melompat keluar dari India dan bertransformasi menjadi pemain tingkat global.
Berawal
dari Dagang Kapas Hingga Jadi Imperium Dunia
Perjalanan sejarah Aditya Birla
Group tidak dibangun dalam semalam. Dinasti bisnis ini memiliki akar sejarah
panjang yang membentang lebih dari satu setengah abad.
Semuanya bermula pada tahun 1857, ketika Seth Shiv Narayan Birla
mendirikan bisnis perdagangan kapas skala kecil di desa Pilani, Rajasthan,
India. Usaha keluarga ini kemudian berkembang pesat di tangan cucunya,
Ghanshyam Das (G.D.) Birla, pada era 1910-an. G.D. Birla mendirikan pabrik
olahan rami (jute) dan tekstil
pertama milik pengusaha lokal India di Kolkata. Ia kelak dikenal tidak hanya
sebagai tokoh bisnis ternama, tetapi juga sahabat dekat sekaligus penyokong
dana bagi gerakan kemerdekaan Mahatma Gandhi.
Langkah terberani keluarga ini
terjadi pada tahun 1969 di bawah
kepemimpinan Aditya Vikram Birla
(cucu G.D. Birla). Di saat pengusaha India lainnya masih fokus pada pasar
domestik, Aditya V. Birla sudah melihat potensi pasar internasional. Langkah
internasionalisasi pertamanya ditandai dengan mendirikan pabrik tekstil di Asia
Tenggara, termasuk melangkah masuk ke Indonesia pada era 1970-an.
Sumber: insideiim.com
Setelah Aditya Vikram Birla tutup
usia pada tahun 1995, kepemimpinan diteruskan oleh putranya, Kumar Mangalam
Birla. Untuk menghormati warisan dan visi besar sang ayah, seluruh pilar bisnis
keluarga ini secara resmi dikonsolidasikan di bawah nama Aditya Birla Group.
Tulang
Punggung Industri Tekstil di Indonesia
Di Indonesia, keberadaan Aditya
Birla Group sangat mengakar. Mereka tidak hanya menjual produk jadi di
toko-toko retail, melainkan menguasai dua lini paling vital dalam rantai pasok
(supply chain) tekstil nasional,
yaitu bahan baku serat dan pemintalan benang.
Di sektor hulu, mereka mendirikan PT Indo-Bharat Rayon (IBR) di
Purwakarta. Pabrik raksasa ini memproduksi Viscose
Staple Fibre (VSF), yaitu serat alami berbasis selulosa kayu. Serat inilah
yang menjadi bahan baku utama pembuatan benang viscose yang sejuk dan lembut.
Sementara di sektor pemintalan
benang, mereka mengoperasikan tiga anak perusahaan besar yang sudah sangat
tersohor di industri manufaktur lokal:
·
PT Elegant
Textile Industry (Purwakarta) – Didirikan sejak tahun 1974 dan menjadi
produsen benang pintal sintesis serta viscose terdepan.
·
PT Indo
Liberty Textiles (Karawang) – Berfokus pada manufaktur benang pintal
berkualitas tinggi untuk pasar lokal dan ekspor.
·
PT Sunrise
Bumi Textiles (Bekasi) – Memproduksi beragam varian benang campuran (blended yarn).
Hampir semua pabrik penenunan (weaving), pemintalan rajut (knitting), hingga industri garmen skala
besar di Indonesia menggunakan benang pasokan dari pabrik-pabrik ini. Jadi,
tanpa kita sadari, baju yang kita beli dari berbagai merek terkemuka
kemungkinan besar ditenun dari benang buatan mereka.
Menguasai
Pasar Tekstil Dunia dan Isu Keberlanjutan
Di kancah internasional, posisi
Aditya Birla Group benar-benar mendominasi. Melalui induk usahanya, Grasim
Industries, grup ini menguasai sekitar 20%
pangsa pasar global untuk produksi serat viscose. Merek serat buatan mereka
yang bernama Liva menjadi standar
bahan baku bagi ribuan fashion brand
internasional.
Selain itu, lini bisnis benang
mereka yang dikenal dengan merek Aditya
Birla Yarn (ABY) memiliki fasilitas manufaktur yang tersebar di lima negara
(India, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Slovakia) serta mengekspor benang ke
lebih dari 75 negara.
Menariknya, di tengah sorotan
global terhadap dampak lingkungan dari industri fast fashion, Aditya Birla Group berada di garda depan dalam
mengusung konsep sustainable fashion.
Mereka meluncurkan inovasi bernama Liva
Reviva, yaitu produk serat viscose alami yang memanfaatkan kombinasi daur
ulang daur kain sisa industri (post-consumer
waste) dan bubur kayu dari hutan yang dikelola secara lestari.
Bukan
Sekadar Benang
Meskipun segmen tekstil dan benang
menjadi salah satu pilar utamanya, Aditya Birla Group saat ini telah
bertransformasi menjadi konglomerat raksasa bernilai puluhan miliar dolar AS.
Portofolio bisnis mereka kini mencakup manufaktur semen (UltraTech Cement),
logam cair dan aluminium (Hindalco/Novelis), layanan keuangan, hingga industri
telekomunikasi.
Jadi, ketika lain kali kamu
mendengar nama Aditya Birla atau memakai pakaian yang terasa sangat lembut dan
adem, kamu sudah tahu jawabannya: itu adalah hasil karya dari dinasti bisnis
global yang jejak sejarahnya terikat kuat dengan industri manufaktur di
Indonesia.
Cari Kain
Rayon & Viscose berkualitas untuk Produk Fashion-mu?
Jangan biarkan kualitas produk
pakaianmu turun karena salah pilih bahan. Dapatkan beragam pilihan kain tekstil
berkualitas tinggi untuk berbagai kebutuhan garmen hanya di Bahankain.com. Cek
katalog lengkapnya sekarang dan wujudkan koleksi pakaian impianmu hari ini!
Kirain Nama Mas-Mas Jawa, Ternyata Raksasa Benang yang Memasok Baju di Lemari Kamu!
Bagaimana Kain Stretch Dibuat?
Fenomena “2026 is The New 2016,” Kenapa Gaya Satu Dekade Lalu Tiba-tiba Muncul Lagi?
Aturan Memakai Jas yang Benar, Pria Wajib Tahu, Nih!
Kembalinya Celana Capri: Dulu Dihujat Ketinggalan Zaman, Kenapa Sekarang Dipakai Semua Selebriti?
History Kemeja Profesional Legendaris, Hugo BOSS
Fashion Alternatif: Dari Pinggiran Jalan ke Etalase Brand Besar
Seam Allowance, Panduan Menentukan Lebar Kampuh pada Pakaian
Siapa Akui Benda Ini? Sejarah Hanger Baju yang Ternyata Melibatkan Presiden AS dan Insiden Kekesalan Pekerja!
Strategi Marketing Mix 4P dan 7P, Racikan Baru Untuk Kelangsungan Bisnismu!