Busana yang mengembang dan bergerak mengikuti langkah tidak selalu boros
kain. Nyatanya satu potong kain berbentuk segitiga saja bisa mengubah
rok straight yang kaku jadi mengembang dan mengalir. Itulah godet, detail tailoring yang dulu jadi andalan penari swing.
Lantas, apa itu godet? Dan bagaimana cara kerjanya? Simak ulasan berikut
ini, yuk!
Godet adalah potongan kain berbentuk segitiga atau menyerupai irisan
lingkaran yang disisipkan pada jahitan busana untuk menambah volume dan
menciptakan efek flare. Berbeda dari rok yang dibuat mengembang melalui
keseluruhan pola, kain ini berfungsi sebagai panel tambahan. Bentuknya yang
melebar ke arah bawah, menciptakan ruang gerak lebih besar di ujung busana.
Ketika rok straight yang jatuh lurus diberi beberapa godet, bagian bawahnya
akan melebar dan membuat kaki lebih leluasa saat bergerak. Istilah ‘godet’
sendiri berasal dari bahasa Prancis yang berarti irisan atau bentuk menyerupai
baji (wedge) yang menciptakan volume di bagian tertentu.
Secara sederhana, bentuk godet
menyerupai segitiga yang semakin
melebar ke arah bawah. Ia ditempatkan secara melebar ke bawah mengikuti
panjang busana.
Namun, pola godet tidak selalu
berupa segitiga sempurna. Ia bisa dibuat menyerupai sektor lingkaran atau sesuai
dengan desain yang ingin dibuat.
Karakter godet juga dapat
berbeda, tergantung ukuran dan jumlah panel. Misalnya:
·
Godet kecil menghasilkan tambahan volume
yang lebih halus.
·
Godet lebar menghasilkan flare yang lebih
dramatis.
·
Godet berjumlah banyak dapat membuat
bagian bawah rok terlihat lebih penuh.
·
Godet dengan bahan berbeda dapat menjadi
aksen visual pada busana.
Baca Juga:
Memahami Teknik Jahitan Smock Dan Penerapannya Dalam Keperluan Sehari-hari
Sumber: https://www.thecreativecurator.com/
Asal-usul godet bermula di Eropa abad
ke-16, ketika para penjahit memakai teknik ini untuk menambah keanggunan dan
mobilitas pada gaun. Penggunaannya semakin menonjol pada dekade 1930-an, saat rok
dengan efek mengembang menjadi bagian dari gaya busana dan pakaian dansa.
Popularitas godet kian menanjak sejak dipakai oleh para penari swing dan
bintang film.
Dari lantai dansa, godet naik
kelas ke dunia couture berkat Madeleine Vionnet, desainer Prancis yang
dijuluki "arsitek couture". Pada 1920-an hingga 1930-an, ia
mengangkat godet dari sekadar teknik menjahit menjadi elemen penting dalam
fashion kelas atas.
Kombinasi andalannya adalah godet
dengan potongan serong atau bias cut.
Hasilnya, gaun jatuh dan bergerak seperti air: anggun, ringan, dan sensual
tanpa terasa berlebihan.
Baca Juga:
12 Jenis Kain Satin dan Pemanfaatannya
Tak heran rancangan Vionnet cepat
menarik perhatian bintang Hollywood masa itu, seperti Katharine Hepburn,
Marlene Dietrich, Greta Garbo, dan Joan Crawford. Sejak saat itu, godet identik
dengan kemewahan layar perak. Gaun hijau zamrud yang dikenakan Keira Knightley
dalam film Atonement kemudian memperkenalkan godet kepada penonton film
modern dan mengukuhkan tempatnya di budaya pop.
Hingga kini, godet tetap jadi detail
yang dilirik para desainer. Rumah mode besar seperti Dior, Valentino, dan Elie
Saab menghadirkannya dalam berbagai bentuk, mulai dari gaun yang terkesan
melayang dan rok midi hingga potongan tailoring yang lebih tegas.
Karena tekstur, warna, serta motifnya seringkali kontras dengan kain utama, potongan kain segitiga ini dianggap sebagai ornamen. Padahal fungsi godet jauh lebih besar daripada sekedar aksen dekoratif.
Sumber: https://www.thecreativecurator.com/
Beberapa fungsi godet antara
lain:
Godet memberikan tambahan lebar pada bagian tertentu
tanpa harus membuat seluruh pola busana menjadi lebih besar. Teknik ini sangat
berguna ketika desainer ingin menciptakan rok atau gaun dengan efek mengembang
pada bagian bawah.
Salah satu ciri paling mudah dikenali dari godet
adalah efek flare. Ketika pemakai berjalan atau berputar, panel kain
akan terbuka dan menghasilkan gerakan yang lebih dinamis.
Pada busana yang memiliki potongan sempit, tambahan
godet dapat memberikan ruang gerak pada bagian bawah. Karena itu, teknik ini
pernah populer pada busana yang digunakan untuk aktivitas yang membutuhkan
banyak gerakan, termasuk pakaian dansa.
Godet juga dapat digunakan untuk menghasilkan siluet yang
elegan, geminim, dan dramatis. Jumlah, ukuran, dan posisi panelnya bebas diatur
sesuai efek visual yang diinginkan.
Menariknya, material godet sangat
beragam. Tidak terbatas pada kain jatuh yang lembut, para desainer juga bermain
dengan renda, tulle, sutra, bahkan kulit. Disinilah bentuk yang rapi dan
terstruktur berpadu dengan sisipan yang lembut dan penuh gerak. Hasilnya? Kombinasi
antara kerajinan klasik dan sensualitas modern, simpel namun berkarakter.
Godet memperlihatkan bagaimana
teknik konstruksi dapat sekaligus menjadi elemen estetika. Sebuah panel kain yang
relatif sederhana dapat mengubah cara sebuah busana bergerak, jatuh, dan
membentuk siluet.
Mau membuat rok atau gaun dengan
detail godet? Pastikan kamu memilih
kain berkualitas dari etalase produk Bahanakaincom, ya. Kami menyediakan
beragam pilihan bahan untuk kebutuhan fashion maupun garment, dari kain flowy
sampai material yang tegas dan berstruktur.
Temukan pilihan kain sesuai kebutuhan
desainmu di Bahankaincom dan wujudkan busana godet dengan karakter yang kamu
inginkan.
Atau konsultasikan dulu kebutuhan
tekstil Anda pada customer service kami
dan dapatkan rekomendasi terbaiknya. Semoga bermanfaat dan selamat berbelanja,
Sobat Bahankain!
Godet, Potongan Kecil yang Bikin Busana Mengembang Dramatis
AI Bukan Lagi Gimmick, Begini Cara Teknologi Mengubah Fashion dan Beauty
Dari Fur ke Wool: Ketika Aktivisme Mengubah Fashion
Batik Berlayar Meriahkan Perayaan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya
Undone Fashion: Saat Gaya “Berantakan” Justru Jadi Tren para Selebritas di MTV VMAs 2026
Apa Itu Girdle? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Korset
9 Cara Merawat Pashmina Viscose yang Benar
Maximalist vs Avant-Garde: Kenapa Fashion yang “Gila” Sering Bikin Bingung?
Kenapa Motif Loreng Disebut Camo? Ini Asal-usulnya!
Atelier vs Butik, Apa Sih Bedanya?