Pernahkah kamu memperhatikan atasan
atau gaun indah yang dilengkapi aksen rumbai mengembang di sekitar area
pinggang? Model pakaian ikonik tersebut dikenal luas dalam industri mode dengan
sebutan peplum. Baju peplum bukan
sekadar busana feminin biasa, melainkan salah satu fashion item yang andal menciptakan efek visual tubuh lebih
proposional, ramping, serta mempertegas garis pinggang tanpa kesan berlebihan.
Meskipun terlihat sangat modern dan
terus muncul di panggung peragaan busana dunia, peplum sebenarnya memiliki
riwayat panjang dalam evolusi sejarah tekstil dan desain pakaian. Memahami
asal-usul, variasi bentuk, hingga teknik memadupadankannya akan membantumu
tampil makin percaya diri dan memikat dalam setiap kesempatan.
Apa
Sebenarnya Baju Peplum Itu?
Sumber: www.walmart.com
Secara teknis, peplum merupakan fitur arsitektur busana berupa potongan kain
tambahan yang dijahit melingkar tepat di garis pinggang atasan, blus, jaket,
maupun gaun. Elemen ini mengembang ke arah luar menyerupai rok mini pendek,
memberikan dimensi ekstra pada pakaian.
Fungsi utama peplum tidak sekadar
menambah keindahan estetik, melainkan merekayasa siluet tubuh. Desainnya yang
melebar di area pinggul secara instan menyamarkan lekuk yang tidak rata,
menekankan bagian pinggang yang paling ramping, dan menghadirkan efek visual
menyerupai bentuk tubuh jam pasir (hourglass)
yang ideal.
Perjalanan Panjang Peplum dalam Sejarah Mode
Sumber: www.worldhistory.org
Akar kata peplum berasal dari
istilah peplos, yakni sebutan untuk
gaun tradisional wanita Yunani Kuno yang dibuat dari lipatan kain panjang dan
diikat pada pinggang sehingga menciptakan tumpukan kerutan yang mengembang.
Pada abad ke-19 atau era Victoria, konsep ini mulai diadopsi ke dalam jaket dan
gaun wanita berstruktur tegas untuk menonjolkan area pinggul secara elegan.
Transformasi peplum semakin masif
pada era 1940 hingga 1950-an ketika perancang ternama Christian Dior
memperkenalkan koleksi revolusioner bertajuk The New Look pasca-Perang Dunia II, yang mengandalkan potongan
pinggang amat ramping dengan pinggul bervolume. Kepopulerannya kembali mencapai
puncak global pada dekade 2010-an sebagai busana kerja wajib dan gaun pesta.
Saat ini, peplum kembali hadir dalam balutan tren modern yang jauh lebih
minimalis, kasual, dan fleksibel dengan penggunaan bahan yang jatuh (flowy) serta tidak kaku.
Mengenal
Jenis-Jenis Potongan Peplum
Setiap variasi peplum menawarkan karakter dan impresi yang berbeda saat dikenakan:
·
Classic
Peplum: Potongan simetris dengan efek kembang yang teratur dan
merata di sekeliling pinggang, memberi kesan rapi, anggun, dan profesional.
·
Asymmetrical
Peplum: Memiliki garis kelim (hemline)
dengan panjang tidak sama antara bagian depan, belakang, atau samping,
menciptakan tampilan yang dinamis dan artistik.
·
Gathered / Pleated
Peplum: Menggunakan teknik lipatan kembang (pleats) atau kerutan padat untuk memberikan volume lebih tinggi dan
struktur yang menonjol.
·
Gathered
Drop-Waist Peplum: Sambungan peplum diletakkan sedikit lebih rendah
menuju area pinggul atas, menghadirkan nuansa yang lebih santai, santai, dan
kekinian.
Trik Padu
Padan Peplum Berdasarkan Bentuk Tubuh
Sumber: fashionmagazine.com
Agar siluet peplum bekerja secara optimal pada tubuhmu,
terapkan panduan padu padan berikut:
·
Tubuh Lurus
/ Persegi: Pilih peplum berstruktur kaku agar efek mekarnya memberi
dimensi lekukan pinggang dan pinggul yang lebih terdefinisi.
·
Tubuh Jam
Pasir & Apel: Kenakan peplum berbahan lembut dan jatuh (flowy) yang panjangnya melewati area
terluas pinggul untuk menjaga keseimbangan proporsi tubuh.
·
Tubuh
Bentuk Pir: Gunakan peplum dengan volume samping yang minimalis, lalu
imbangi dengan atasan berstruktur tegas di area bahu agar perhatian terbagi
secara seimbang.
Rekomendasi
Bawahan yang Paling Pas
Mengingat peplum sudah menyumbang volume yang dominan di area tengah tubuh, pemilihan pasangan bawahan harus diperhatikan dengan cermat:
·
Pencil
Skirt / Celana Bahan Slim-Fit: Pilihan klasik yang sangat aman
untuk keperluan formal maupun busana kantor. Bawahan yang menempel pas di tubuh
akan menyeimbangkan volume peplum di bagian atas.
·
Jeans Lurus
(Straight-Leg): Menjadi solusi tepat bagi kamu yang ingin tampil kasual,
rapi, dan modern tanpa terlihat terlampau formal.
·
Hindari
Rok/Celana Flare Sangat Lebar: Menumpuk bawahan bervolume lebar
dengan peplum hanya akan membuat postur tubuh terlihat menumpuk, lebar, dan
tampak lebih pendek.
Wujudkan
Busana Peplum Impianmu Bersama BahanKain.com!
Tertarik menjahit sendiri atau
memproduksi busana peplum dengan bahan yang nyaman, tahan lama, dan anggun?
Dapatkan bermacam pilihan material kain berkualitas tinggi hanya di BahanKain.com!
Karena di BahanKain.com
menghadirkan ratusan opsi tekstil pilihan—mulai dari kain berstruktur tegas
untuk gaya peplum klasik hingga material flowy
yang jatuh dengan indah. Selain berbelanja kain, kamu juga bisa membaca beragam
artikel informatif seputar tren fashion dan wawasan tekstil terlengkap. Segera
kunjungi websitunya dan kembangkan kreasimu bersama BahanKain.com!
Baca juga: Godet, Potongan Kecil yang Bikin Busana Mengembang Dramatis
7 Trik Padupadan Outfit Motif Buat Pemula
Rahasia Baju Peplum: Dari Bikin Bodi Makin "Hourglass" Sampai Trik Stylenya!
Skewing dan Bowing, Penyebab Motif Kain Miring Setelah Dijahit
Dulu Cuma Dipakai Cowboy di Padang Pasir, Outer Ini Malah Jadi Tren Paling Mewah di Panggung Runway Dunia!
Kain Ponte: Pengertian, Karakteristik, Kelebihan, dan Kegunaannya
Haori: Outer Tradisional Jepang yang Mirip Banyak Jaket Modern
Godet, Potongan Kecil yang Bikin Busana Mengembang Dramatis
AI Bukan Lagi Gimmick, Begini Cara Teknologi Mengubah Fashion dan Beauty
Dari Fur ke Wool: Ketika Aktivisme Mengubah Fashion
Batik Berlayar Meriahkan Perayaan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya