Di dunia fashion, aturan sering
kali dibuat untuk dilanggar. Jika selama ini pakaian dirancang agar terlihat
rapi dengan jahitan yang tersembunyi di bagian dalam, tren baru justru
melakukan hal sebaliknya.
Beberapa desainer kini sengaja
menampilkan bagian-bagian yang biasanya tersembunyi—mulai dari jahitan, lining,
hingga struktur konstruksi pakaian—ke bagian luar. Pendekatan ini dikenal
sebagai inside-out dressing, sebuah
gaya yang membuat pakaian terlihat seolah-olah dipakai terbalik.
Walaupun terdengar aneh, estetika
ini sebenarnya memiliki sejarah panjang dalam fashion avant-garde dan kini kembali menarik perhatian di runway serta street style.
Apa Itu
Inside-Out Dressing?
Sumber: https://styleauthority.co.za/
Inside-out dressing adalah pendekatan desain yang menampilkan elemen
“bagian dalam” pakaian sebagai bagian dari estetika utama. Beberapa ciri
khasnya antara lain:
·
Jahitan (seam) terlihat di bagian luar
·
Lapisan dalam atau lining sengaja terekspos
·
Label brand dibiarkan terlihat
·
Potongan kain terlihat raw atau unfinished
Dengan kata lain, pakaian tidak
lagi menyembunyikan proses pembuatannya. Justru sebaliknya, struktur dan
konstruksi pakaian malah dijadikan bagian dari desain.
Asal Usul
Tren Deconstructed Fashion
Sumber: https://www.maisonmargiela.com/
Konsep ini tidak muncul begitu
saja. Inside-out dressing berakar
dari filosofi deconstructed fashion,
sebuah pendekatan desain yang membongkar struktur pakaian untuk memperlihatkan
bagaimana pakaian tersebut dibuat. Salah satu tokoh yang paling berpengaruh
dalam pendekatan ini adalah desainer Belgia Martin Margiela melalui rumah mode Maison Margiela.
Sejak akhir 1980-an, Margiela
dikenal karena eksperimen desainnya yang tidak konvensional, seperti:
·
Sweater dengan jahitan luar
·
Coat yang memperlihatkan lining
·
Label brand yang sengaja tidak disembunyikan
Pendekatan ini membuat pakaian
terlihat seperti dibongkar lalu disusun kembali, sebuah estetika yang kemudian
menjadi ciri khas fashion avant-garde.
Kembalinya
Estetika Inside-Out di Runway Modern
Sumber: https://www.vogue.com/
Dalam beberapa tahun terakhir,
pendekatan ini kembali muncul di berbagai koleksi runway. Beberapa brand yang
sering mengeksplorasi estetika serupa di antaranya yaitu JW Anderson, Sacai, dan Maison Margiela. Di koleksi terbaru
mereka, terlihat berbagai eksperimen desain seperti:
·
Blazer dengan jahitan luar
·
Knitwear dengan panel konstruksi terbuka
·
Pakaian yang terlihat seolah unfinished
Desain-desain ini menciptakan
tampilan yang artistik sekaligus tidak biasa, sehingga sering menjadi sorotan
dalam fashion week.
Mengapa
Tren Ini Menarik?
Sumber: https://www.farfetch.com/
Meskipun tidak selalu mudah dipakai
sehari-hari, inside-out dressing
memiliki daya tarik tersendiri dalam dunia fashion.
Mengungkap “arsitektur” pakaian
Sebagian besar pakaian dirancang
untuk menyembunyikan proses konstruksinya. Tren ini justru melakukan
kebalikannya dengan memperlihatkan bagaimana pakaian dibuat. Dan bagi banyak
desainer, hal ini membuat pakaian terasa lebih seperti objek desain atau karya
seni.
Bagian dari estetika imperfect fashion
Fashion modern semakin tertarik
pada konsep ketidaksempurnaan. Hal ini terlihat dari berbagai tren seperti: distressed clothing, raw hems, atau unfinished edges. Inside-out
dressing menjadi bagian dari gerakan estetika yang menghargai ketidaksempurnaan
sebagai keindahan.
Terlihat lebih editorial dan intelektual
Karena berasal dari dunia fashion avant-garde, gaya ini sering dianggap
memiliki nilai konseptual yang lebih kuat dibanding tren yang sekadar mengikuti
siklus mode. Jadi tidak heran kalau desain seperti ini sering muncul dalam
editorial fashion atau runway avant-garde.
Cara
Memakai Inside-Out Fashion dengan Lebih Wearable
Sumber: https://www.sparkledleopardboutique.com/
Walaupun beberapa desain runway terlihat ekstrem, konsep inside-out sebenarnya bisa diterapkan
dengan cara yang lebih sederhana. Beberapa contoh styling yang lebih mudah
dipakai antara lain:
·
Sweater
dengan exposed seams: Sweater rajut dengan jahitan luar adalah salah satu
versi paling wearable dari tren ini.
·
Shirt
dengan kontras stitching: Kemeja dengan jahitan kontras bisa memberikan efek
struktur yang menarik.
·
Jacket
dengan lining terlihat: Coat dengan lapisan dalam berwarna kontras dapat
menciptakan dimensi visual yang unik.
·
Layering
yang memperlihatkan label atau panel: Detail kecil seperti label atau
potongan panel dapat menjadi elemen styling yang menarik tanpa terlihat
berlebihan.
Apakah
Inside-Out Dressing Akan Menjadi Tren Besar?
Sumber: https://margrietnannings.com/
Inside-out dressing mungkin tidak akan menjadi tren mainstream seperti tas mini atau sepatu viral di media sosial. Namun tren ini tetap penting dalam dunia
fashion. Karena, ide-ide dari desainer avant-garde
sering kali menjadi inspirasi bagi brand lain yang kemudian menerjemahkannya ke
versi yang lebih komersial. Dengan kata lain, meskipun versi runway-nya
terlihat eksperimental, konsep seperti exposed
seams, raw edges, dan visible construction bisa saja perlahan
masuk ke fashion yang lebih umum.
Penutup
Inside-out dressing menunjukkan bahwa fashion tidak melulu tentang
kesempurnaan. Dengan menampilkan bagian-bagian yang biasanya tersembunyi, tren
ini mengajak kita melihat pakaian dari sudut pandang yang berbeda. Alih-alih
menyembunyikan proses pembuatannya, desain seperti ini justru merayakan arsitektur
dan konstruksi pakaian itu sendiri. Terlebih, di tangan para desainer kreatif,
bahkan sesuatu yang terlihat seperti “pakaian terbalik” bisa berubah menjadi
sebuah fashion statement.
Inside-Out Dressing: Pakaian “Terbalik” yang Justru Jadi Fashion Statement
Rick Owens: Fakta di Balik “Lord of Darkness” yang Mengubah Industri Fashion Dunia
Kenapa Tas Birkin Jadi Patokan Status High Fashion?
Fenomena “Gamis Bini Orang”, Jadi Tren Busana Muslim Paling Diburu Jelang Lebaran 2026
Dari Tren Bag Charm ke Book Charms – Aksesori Tas dari Coach dan Bangkitnya Fashion Literer
Pentingkah Kaos Kaki Senada dengan Celana? Simak Alasan dan Tips Memilihnya
Mengapa LVMH Tak Tergoyahkan? Strategi Agresif Sang Penguasa Luxury Brand Global
Ugly Shoes: Dari “Sepatu Jelek” Jadi Simbol Status dan Gaya Paling Relevan di 2026
Kaki Lecet Saat Memakai Sandal atau Sepatu? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Fakta Tentang Logo Adidas Yang Nggak Cuma Satu