Kalau kamu diminta membayangkan
sosok orang Prancis, apa yang langsung muncul di kepala? Pasti nggak jauh-jauh
dari orang yang lagi santai di kafe pinggir jalan Paris, pakai baju garis-garis
aesthetic, sambil pakai topi bundar
pipih yang miring ke samping. Yup, topi beret!
Sekarang, beret dikenal sebagai
simbol parisian chic yang elegan,
minimalis, dan berkelas. Tapi tahu nggak sih, kalau sejarah asli topi ini
sebenarnya jauh banget dari lampu sorot panggung fashion kelas atas?
Yuk, kita bongkar perjalanan tak
terduga bagaimana topi wol sederhana ini bisa bertransformasi jadi identitas
nasional negara Prancis!
Berawal
dari Penghangat Kepala Para Gembala
Jauh sebelum desainer ternama Paris
melirik topi ini, beret adalah penyelamat bagi para gembala di abad ke-17.
Tepatnya di wilayah Béarn, sebuah
daerah di kaki pegunungan Pyrenees yang menjadi pembatas alami antara Prancis
dan Spanyol.
Sumber: loeildelaphotographie.com
Para gembala di sana butuh sesuatu
yang bisa melindungi kepala mereka dari cuaca pegunungan yang terkenal ekstrem
dan cepat berubah. Akhirnya, mereka memanfaatkan wol domba lokal. Wol tersebut
dipres dan dipadatkan hingga menjadi kain felt
(flannel) tebal.
Hasilnya? Sebuah topi yang sangat
fungsional. Kain wol padat ini terbukti tahan air (hujan badai pun lewat!),
hangat dipakai saat musim dingin, tapi tetap adem saat matahari pegunungan lagi
terik-teriknya. Jadi, fungsi utamanya murni untuk kerja kasar, bukan buat
gaya-gayaan!
Diadopsi
Jadi Seragam Pasukan Elite Militer
Masuk ke akhir abad ke-19, tepatnya
sekitar tahun 1880-an, beret mulai naik kelas dari wilayah pedesaan ke ranah
militer. Angkatan Darat Prancis terpikat dengan kepraktisan topi ini.
Sumber: alchetron.com
Pasukan elite infanteri gunung
Prancis bernama Chasseurs Alpins
adalah yang pertama kali mengadopsi beret biru tua sebagai bagian dari seragam
resmi mereka. Topi ini dipilih karena fleksibel, tidak mudah lepas saat medan
berat, dan gampang diselipkan di bawah helm atau kantong.
Karena pasukan Chasseurs Alpins ini
dikenal sangat berani dan punya reputasi terhormat, masyarakat mulai
mengasosiasikan topi beret dengan rasa bangga dan jiwa patriotisme Prancis.
Jadi
'Seragam' Wajib Para Seniman Pemberontak
Memasuki abad ke-20, Paris resmi
dinobatkan sebagai ibu kota seni dunia. Distrik-distrik seperti Montmartre dan
Montparnasse dipenuhi oleh para pelukis, penulis, dan pemikir yang mencoba
mendobrak aturan lama.
Sumber: www.consumidorglobal.com
& www.daskreativeuniversum.de
Nama-nama besar seperti Pablo Picasso, Ernest Hemingway, hingga penyanyi legendaris Edith Piaf mulai sering terlihat memakai beret dalam keseharian
mereka. Mengapa mereka menyukainya?
·
Murah dan
Praktis: Cocok dengan kantong para seniman yang saat itu banyak yang
hidup pas-pasan.
·
Simbol
Anti-Kemapanan: Memakai beret (yang dasarnya topi kelas pekerja) adalah
cara mereka menolak gaya berpakaian borjuis yang kaku saat itu.
Sejak saat itulah, beret mulai
bergeser maknanya dari topi gembala menjadi simbol kreativitas,
intelektualitas, dan jiwa berkesenian khas Prancis.
Baca juga: Fascinator: Topi Mini yang Punya Sejarah Panjang dan Aura Bangsawan
Kode
Rahasia Para Pejuang Bawah Tanah
Sumber: www.historynet.com
Saat Perang Dunia II bergejolak dan
Nazi menduduki Prancis, beret berubah fungsi menjadi simbol perlawanan yang mematikan.
Para pejuang bawah tanah yang tergabung dalam French Resistance sengaja memakai beret wol hitam sebagai identitas
kelompok mereka.
Kenapa beret? Karena topi ini
sangat umum dipakai di Prancis, sehingga mereka bisa saling mengenali sesama
pejuang di kerumunan tanpa memicu kecurigaan tentara musuh. Memakai beret saat
itu adalah bentuk pembangkangan diam-diam sekaligus simbol harapan untuk
kemerdekaan Prancis.
Stereotip
Internasional Lewat "Onion Johnnies"
Lalu, bagaimana dunia luar bisa
ikutan menganggap beret itu "Prancis banget"? Di sinilah peran para Onion Johnnies dimulai.
Sumber: tvtropes.org
Dari abad ke-19 hingga pertengahan
abad ke-20, ada tradisi unik di mana para petani dari wilayah Brittany (Prancis
Utara) menyeberangi Selat Inggris untuk jualan bawang merah. Mereka berkeliling
kota-kota di Inggris menggunakan sepeda yang penuh dengan gantungan bawang.
Nah, para pedagang ini hampir
selalu memakai baju garis-garis dan topi beret. Bagi masyarakat Inggris (dan
pelan-pelan menyebar ke budaya pop global lewat film dan kartun), visual para Onion Johnnies inilah yang akhirnya
membekas sebagai stereotip penampilan standar orang Prancis.
Fakta Unik:
Pabrik Beret yang Bertahan Berabad-abad
Sumber: www.henrihenri.ca
Pabrik pertama yang memproduksi
beret secara massal didirikan di Prancis pada awal abad ke-19 dengan nama Laulhère. Kerennya, pabrik ini masih
beroperasi sampai sekarang di kaki pegunungan Pyrenees. Mereka tetap
mempertahankan metode tradisional demi menjaga kualitas wol terbaik,
menjadikannya produsen beret paling autentik di dunia.
Kesimpulan
Jadi, beret identik dengan Prancis
bukan karena sebuah kebetulan atau hasil settingan
agensi model. Topi ini telah melewati perjalanan panjang: dari pelindung kepala
gembala, seragam tentara pemberani, simbol perlawanan perang, hingga akhirnya
diadopsi oleh dunia fashion modern sebagai mahkota gaya French girl style.
Sekarang, setiap kali kamu memakai
beret hitam, kamu nggak cuma lagi pakai aksesori biasa—kamu lagi memakai
sepotong sejarah Prancis di kepalamu!
Sedang mencari kain berkualitas untuk membuat berbagai
aksesori maupun produk fashion? Kunjungi BahanKain.com
untuk menemukan beragam pilihan bahan tekstil premium yang cocok
untuk berbagai kebutuhan kreatif Anda.
Baca juga: Mengenal 5 Jenis Topi Dan Bahan Topi Yang Sesuai
Amankan Keranjang Belanjamu! 7 Cara Ampuh Mengurangi Kebiasaan Impulsive Buying
Dari Gembala ke Runaway: Kisah Rahasia di Balik Topi Beret yang ‘Prancis Banget’!
Bukan Sekedar Saran, Ini 5 Alasan Teknis Kenapa Sepatu Gunung Harus Upsize
Busana Asimetris, Tren Fashion Unik yang Semakin Digandrungi Gen Z
Alasan Genius di Balik Kantong Kanguru Hoodie, Bukan Cuma Tempat Tangan Salting!
Mengenal Bias Cut, Teknik Pembutan Pola yang Bikin Gaun "Jatuh" Sempurna
6 Panduan Memilih Kaos Berkualitas, Jangan Asal Beli!
Satu Kain Sejuta Gaya: Rahasia Kenapa Cara Pakai Sarung di Tiap Negara Bisa Beda Drastis!
Lace Is Back! Mengintip Tren Renda yang Kembali Menghiasi Dunia Fashion 2026
Bukan Pajangan! Ini Fungsi Rahasia "Segitiga Misterius" di Kerah Sweatshirt Kamu