Kalau bicara soal sneakers
ikonik, banyak orang langsung teringat pada berbagai merek Amerika atau Eropa.
Padahal, Jepang juga punya brand legendaris yang telah juga memberi pengaruh cukup
besar terhadap perkembangan industri alas kaki dunia, yaitu Onitsuka Tiger.
Tidak sedikit orang yang mengenal
logo garis khasnya, tetapi belum mengetahui bagaimana perjalanan panjang brand
ini hingga menjadi salah satu ikon fashion dunia. Lalu, sebenarnya apa itu
Onitsuka Tiger dan apa yang membuatnya begitu istimewa?
Onitsuka Tiger adalah brand
fashion dan alas kaki asal Jepang yang terkenal berkat desain sepatu bergaya
klasik dengan sentuhan modern. Merek ini pertama kali didirikan oleh Kihachiro
Onitsuka pada tahun 1949 di Kota Kobe, Jepang.
Pada awal kemunculannya, Onitsuka
Tiger bukanlah brand fashion seperti yang dikenal saat ini. Fokus utamanya
adalah memproduksi sepatu olahraga yang dapat membantu meningkatkan performa
para atlet muda Jepang. Namun seiring perkembangan waktu, desain produknya
justru menarik perhatian masyarakat luas karena memiliki karakter yang berbeda
dibandingkan kebanyakan sepatu olahraga lainnya.
Kini, Onitsuka Tiger telah berkembang menjadi brand lifestyle yang menawarkan berbagai produk mulai dari sneakers, pakaian, tas, hingga aksesori. Meski demikian, identitasnya sebagai merek yang lahir dari dunia olahraga tetap terasa kuat dalam setiap koleksinya.
Didirikan oleh Kihachiro Onitsuka pada tahun 1949 di Kobe, Jepang, Onitsuka Tiger
memulai perjalanannya tepat di masa pasca-Perang Dunia II. Melihat banyak anak
muda Jepang kehilangan harapan dan masa depan, Onitsuka tergerak untuk
membangkitkan kembali semangat mereka lewat olahraga.
Dengan modal yang terbatas, ia
mulai merancang dan memproduksi sepatu basket untuk para atlet lokal. Berbagai
eksperimen dilakukan guna menciptakan sepatu yang nyaman dan mampu menunjang
performa olahraga. Dari sinilah lahir berbagai inovasi yang kemudian menjadi
fondasi perkembangan Onitsuka Tiger di masa-masa berikutnya.
Kerja keras tersebut perlahan
membuahkan hasil. Produk-produk Onitsuka Tiger mulai digunakan oleh atlet
profesional dan memperoleh perhatian di berbagai kompetisi olahraga
internasional. Popularitasnya terus meningkat hingga akhirnya menjadi salah
satu brand olahraga paling dikenal dari Jepang.
Banyak orang tidak mengetahui
bahwa Onitsuka Tiger memiliki hubungan erat dengan ASICS. Pada tahun 1977,
Onitsuka Tiger bergabung dengan beberapa perusahaan olahraga Jepang lainnya dan
membentuk ASICS. Nama ASICS sendiri berasal dari ungkapan Latin "Anima Sana In Corpore Sano" yang
berarti "jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat".
Meski telah menjadi bagian dari
ASICS, identitas Onitsuka Tiger tidak hilang. Pada tahun 2002, brand ini
dihidupkan kembali sebagai lini fashion premium yang fokus pada produk
lifestyle dan sneakers dengan nuansa vintage yang khas.
Salah satu alasan mengapa Onitsuka Tiger mampu bertahan selama puluhan tahun adalah identitas desainnya yang kuat. Dimana sebagian besar koleksi Onitsuka Tiger mempertahankan siluet klasik yang terinspirasi dari sepatu olahraga era 1960-an hingga 1980-an. Desain tersebut memberikan kesan vintage yang unik namun tetap cocok digunakan dalam berbagai gaya berpakaian modern.

Selain itu, berikut beberapa ciri
khas sepatu Onitsuka:
1.
Detail tiga garis
Diantara identitas utama Onitsuka Tiger terletak pada garis
ikonik "Asics Stripes" di sisi sepatu. Awalnya detail ini bertujuan
untuk memberikan dukungan tambahan pada struktur kaki. Namun, kehadirannya di
setiap produk menjadikannya identitas visual sepatu Onitsuka dari waktu ke
waktu.
2.
Mengutamakan kenyamanan
Selain tampil menarik secara visual, sepatu Onitsuka
Tiger juga dirancang untuk memberikan kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari.
Material yang ringan dan konstruksi yang ergonomis membuatnya cocok berbagai
aktivitas.
3.
Sentuhan budaya Jepang
Filosofi desain Jepang yang mengutamakan kesederhanaan,
keseimbangan, dan perhatian terhadap detail tercermin dalam hampir seluruh
koleksi Onitsuka Tiger. Inilah yang membuat produknya terlihat elegan tanpa
berlebihan.
Di antara seluruh koleksi yang
pernah dirilis Onitsuka Tiger, Mexico
66 merupakan model yang paling ikonik dan paling dikenal di seluruh
dunia. Bahkan bagi banyak orang, nama Mexico 66 sudah identik dengan brand
Onitsuka Tiger itu sendiri.
Model ini pertama kali
diperkenalkan pada tahun 1966 sebagai pengembangan sepatu olahraga yang
dipersiapkan menjelang Olimpiade
Meksiko 1968. Nama "Mexico 66" pun diambil untuk menandai
momen penting tersebut.
Popularitas Mexico 66 semakin meningkat setelah digunakan oleh karakter Beatrix Kiddo yang diperankan Uma Thurman dalam film Kill Bill. Warna kuning cerah dengan aksen hitam yang dikenakan dalam film tersebut berhasil menarik perhatian generasi baru pecinta sneakers. Sejak saat itulah, sepatu ini tidak hanya dikenal sebagai sepatu olahraga, tetapi juga bagian dari dunia fashion dan hiburan.
Transformasi Onitsuka Tiger dari
sekadar perlengkapan atlet menjadi item fashion esensial adalah studi
kasus yang menarik tentang bagaimana sebuah fungsi teknis bisa berubah menjadi
pernyataan gaya hidup (lifestyle statement).
Seiring berjalannya waktu,
Onitsuka Tiger tidak lagi sekadar mengejar performa atletik, melainkan mulai
memadukan estetika dengan fungsionalitas. Inilah yang membuat mereka tetap
relevan di tengah gempuran tren sneakers yang terus berganti setiap
musim.
Onitsuka Tiger, Jejak Sang Harimau dari Lapangan Olahraga ke Panggung Mode
Fashion Normcore, Cara Tampil Stylish Cukup dengan Kaos Polos
Jangan Tertipu Lagi! Ini Rahasia Kenapa Baju di Toko Selalu Kelihatan 10x Lebih Bagus daripada di Rumah
Kenapa Baju Dari Kain Rayon Lebih Mudah Sobek Atau Bolong?
Kenapa Baju Ukuran M di Brand A Jadi XL di Brand B? Bongkar Misteri 'Sekte' Ukuran Baju yang Bikin Makan Hati!
Bukan Buat Tempur! Misteri Kenapa Baju Tanpa Lengan Disebut "Tank Top" dan Sejarah Kelam di Baliknya
APPBI Ingatkan Bahaya Tekstil Motif Batik bagi Kelestarian Batik Tradisional
Amankan Keranjang Belanjamu! 7 Cara Ampuh Mengurangi Kebiasaan Impulsive Buying
Dari Gembala ke Runaway: Kisah Rahasia di Balik Topi Beret yang ‘Prancis Banget’!
Bukan Sekedar Saran, Ini 5 Alasan Teknis Kenapa Sepatu Gunung Harus Upsize