Kampuh
bukan sekadar sisa kain di luar garis jahitan. Meski hanya space yang disisakan, kampuh bisa mempengaruhi kekuatan, kerapian,
sampai hasil akhir sebuah busana. Seam allowance membuat jahitan pakaian tidak mudah lepas,
sobek dan tetap nyaman saat digunakan.
Jika
terlalu sempit, jahitan akan mudah terurai. Sedangkan, kampuh yang terlalu lebar
membuat pakaian terasa tebal, kurang nyaman, dan mengganggu siluetnya. Lantas,
bagaimana cara menentukan lebar kampuh yang benar? Simak penjelasan lengkapnya,
yuk!
Seam allowance alias kmpuh
adalah jarak antara garis jahitan dengan tepi kain yang dipotong. Setelah dua
lembar kain dijahit, sisa kain tersebut biasanya dilipat, dibuka, atau diobras
agar tidak mudah bertiras. Fungsi bagian sisa kain ini yaitu menahan jahitan saat
kain mendapat tarikan atau tekanan berulang saat duduk, bergerak, maupun dicuci.
Seam allowance (lebar kampuh) yang
terlalu sempit membuat jahitan rawan lepas karena benang tidak punya cukup
"pegangan". Namun jika space-nya
terlalu lebar, pakaian akan terasa kaku di area sambungan, terutama pada bahan
yang tebal seperti denim atau kanvas. Jadi, menentukan lebar kampuh merupakan
salah satu cara untuk menyeimbangkan kekuatan jahitan dengan kenyamanan dan
tampilan akhir produk.
Karakter
serat kain sangat memengaruhi seberapa lebar ruang jahitan yang harus disisakan.
Untuk mengetesnya, kamu bisa menarik sedikit bagian tepi kain.
Jika
seratnya mudah lepas, artinya kain tersebut rentan bertiras dan butuh kampuh
lebih lebar dari ukuran standar. Sebaliknya, kain rajut atau elastis biasanya
lebih aman dengan kampuh yang lebih sempit.
Ini faktor
paling menentukan. Kain yang mudah bertiras (fraying) butuh kampuh lebih lebar untuk finishing obras, zig-zag,
atau lipat dalam. Sedangkan bahan rajut (knit)
seperti jersey dan spandex cenderung tidak bertiras, sehingga kampuhnya bisa
dibuat lebih sempit karena elastisitasnya sendiri sudah membantu menahan
tarikan.
Kain tebal
seperti denim atau drill juga punya pertimbangan tersendiri. Kampuh yang
terlalu lebar akan menumpuk lapisan kain di satu titik dan membuat jahitan
sulit rapi, apalagi kalau dikerjakan dengan mesin jahit rumahan.
Kampuh untuk
jahitan lurus biasa berbeda kebutuhannya dengan kampuh yang akan dibuka (open seam)
atau ditindas ganda (topstitch).
Jahitan yang nanti disetrika terbuka biasanya butuh lebar kampuh sedikit lebih
besar agar rapi saat dibuka dan tidak "mengintip" dari sisi luar
kain.
Bagian pakaian
yang menjadi titik tumpu, seperti selangkangan celana atau ketiak lengan, juga
perlu diperlakukan berbeda. Area ini menerima tarikan lebih besar saat dipakai
bergerak, sehingga umumnya diberi kampuh sedikit lebih lebar dibanding bagian
sisi badan yang relatif statis.
Pakaian kerja,
seragam, atau produk yang sering dicuci dan disetrika membutuhkan kampuh lebih
kuatkarena menerima tekanan mekanis berulang dalam jangka panjang. Sebaliknya,
busana pesta atau produk yang tidak sering dicuci bisa memakai kampuh lebih
tipis karena prioritasnya ada pada tampilan, bukan ketahanan jangka panjang.
Faktor ini
sering terlewat, padahal penting terutama untuk produksi konveksi yang melayani
custom size. Kampuh yang sedikit lebih lebar dari standar memberi ruang untuk
memperbesar ukuran pakaian tanpa harus mengganti kain.
Sebaliknya, kampuh
yang terlalu pas-pasan membuat pakaian sulit diubah ukurannya di kemudian hari.
Kebutuhan
lebar kampuh setiap pakaian bisa berbeda. Ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan untuk menentukan angka pastinya. Mulai dari jenis kain yang
digunakan sampai fungsi pakaian itu sendiri.
Berikut
beberapa panduan seam allowance pada busana:
·
Garis sambungan
utama (sisi baju & bahu)
Lebar ideal sambungan pada sisi baju dan bahu
adalah 1,5 cm (5/8 inci). Jarak
ini memberikan cukup ruang untuk proses obras (finishing) serta lebar cadangan
jika di suatu saat baju harus dilonggarkan karena tubuh yang bertambah gemuk.
·
Area
lengkungan (kerung leher & kerung lengan)
Penjahit pemula memberi kampuh sejauh 1,5 cm di kerung leher. Akibatnya, saat kerung leher dibalik ke dalam, kain akan menumpuk dan berkerut. Padahal area ini hanya membutuhkan kampuh selebar 0,6 hingga 1 cn.
Lebar tersebut memungkinkan kain bergerak fleksibel mengikuti lengkung
leher tanpa perlu banyak dicacah (clipped).
·
Bagian
keliman ujung bawah
Bagian
bawah pakaian membutuhkan lipatan yang lebih tebal agar ujung mentah kain
tersembunyi dengan sempurna. Lebar ideal-nya
2 cm hingga 4 cm Keliman yang agak lebar juga berfungsi sebagai pemberat
alami, sehingga jatuhnya pakaian terlihat lebih rapi dan menggantung dengan
indah.
·
Kampuh minimal 1,5 cm - 2 cm untuk kain
yang mudah bertiras (Linen, Viscose, Tweed). Kampuh yang lebar mencegah
jahitan jebol sebelum sempat diobras.
·
Untuk kain
Stretch (Jersey, Spandex). Cukup
sisakan 0,6 cm - 1 cm kain setelah
jahitan. Karena bahan ini umumnya langsung dijahit dan dirapikan dengan
mesin obras benang 4 (overlock).
·
Sedangkan untuk kain Mewah dan Tipis (Sutra, Chiffon), berikan space 1,5 cm lalu
jahit menggunakan kampuh balik (French
Seam). Teknik ini menyembunyikan pinggiran kain di dalam jahitan agar
serat halusnya tidak merusak kulit.
Pada
akhirnya, kampuh merupakan bagian penting dalam konstruksi pakaian yang
berpengaruh terhadap kekuatan, kenyamanan, dan tampilan akhir busana. Pemilihan
ukuran serta teknik penyelesaian yang sesuai akan menghasilkan pakaian yang
lebih awet, rapi, dan nyaman digunakan. Semoga pengetahuan ini bermanfaat ya!
Seam Allowance, Panduan Menentukan Lebar Kampuh pada Pakaian
Siapa Akui Benda Ini? Sejarah Hanger Baju yang Ternyata Melibatkan Presiden AS dan Insiden Kekesalan Pekerja!
Strategi Marketing Mix 4P dan 7P, Racikan Baru Untuk Kelangsungan Bisnismu!
Bukan Cuma Buat Perang! Ini Alasan Rahasia Kenapa Pakaian Militer Nggak Pernah Mati Gaya
Kasur Hybrid: Apa yang Membuatnya Berbeda dari Spring Bed Biasa?
Croquis Fashion, Sketsa Dasar yang Wajib Dikuasai Desainer Fashion
Met Gala 2027 Kelewat Nekat? Menguak Alasan di Balik Pilihan Tema John Galliano yang Bikin Gempar!
Ide Outfit 17 Agustus dengan Kaos Polos: Simpel, Nyaman, dan Tetap Meriah!
Lucu Tapi Kasihan? Menguak Sisi Gelap Fenomena "Accessory Pet" di Kalangan Selebriti & Influencer
Ulos Simetria, IFW 2026 Angkat Warisan Tenun Sumatra Utara