Pernah melihat dress longgar yang
sekilas tampak seperti daster atau baju tidur? Jangan buru-buru menganggapnya
sebagai pakaian rumahan. Dalam sejarah fashion, pakaian dengan siluet longgar
justru punya perjalanan yang cukup panjang—bahkan beberapa di antaranya pernah
menjadi simbol gaya dan kemewahan.
Contohnya adalah muumuu, nightgown, dan kaftan.
Ketiganya sama-sama menawarkan siluet yang nyaman dan tidak terlalu membentuk
tubuh, tetapi memiliki sejarah serta fungsi yang berbeda.
Menariknya, batas antara “baju
rumah” dan “baju untuk keluar rumah” ternyata tidak selalu tegas.
Muumuu:
Dari Pakaian Hawaii hingga Dress Sehari-hari
Sumber: lavahut.com
Muumuu atau muʻumuʻu berasal dari Hawaii. Nama tersebut sering diterjemahkan
sebagai “cut off”, merujuk pada bentuk awalnya yang lebih sederhana
dibandingkan pakaian panjang bergaya Barat yang menjadi asal-usulnya.
Sejarahnya berkaitan dengan holokū, pakaian bergaya Barat yang
diperkenalkan ke Hawaii pada awal abad ke-19. Holokū memiliki bentuk panjang
dan lebih formal, sedangkan muumuu berkembang menjadi versi yang lebih ringan
dan praktis untuk kehidupan di iklim tropis. (Hawaii Public
Radio)
Karakteristik muumuu kemudian
identik dengan siluet yang longgar, tidak terlalu menonjolkan pinggang maupun
dada, serta dapat dibuat dalam berbagai panjang dan motif. Karena nyaman dan
sejuk, pakaian ini tidak hanya digunakan di rumah, tetapi juga berkembang
sebagai pakaian sehari-hari.
Itulah sebabnya muumuu tidak tepat
jika langsung disamakan dengan nightgown.
Muumuu merupakan dress, sedangkan nightgown pada dasarnya dirancang untuk
tidur atau bersantai di rumah. Bahkan saat keduanya terlihat hampir identik,
konteks pemakaian tetap menjadi pembeda penting. (Southern Living)
Baca juga: Evolusi Baju Tidur: Dari Simbol Aristokrat hingga Loungewear Mewah Modern
Nightgown:
Ketika Fungsi Lebih Penting daripada Siluet
Sumber: www.etsy.com
Nightgown mungkin menjadi pakaian yang paling mudah tertukar
dengan muumuu. Sama-sama bisa memiliki potongan panjang, longgar, dan
menggunakan bahan ringan. Namun, perbedaannya sebenarnya cukup sederhana: nightgown ditentukan terutama oleh fungsinya.
Pakaian ini dirancang sebagai sleepwear atau pakaian untuk bersantai
di rumah. Karena itu, sebuah nightgown
bisa saja memiliki tampilan yang sangat mirip dengan dress biasa, tetapi konteks pemakaiannya tetap membuatnya berbeda.
Di dunia fashion, sebuah pakaian
tidak hanya didefinisikan oleh bentuknya, tetapi juga oleh kapan, di mana, dan
untuk apa pakaian tersebut dikenakan. Misalnya, dress yang dikenakan ke supermarket
bisa dianggap casual wear. Potongan
yang sama ketika dipakai tidur dapat dikategorikan sebagai nightgown.
Lalu,
Bagaimana dengan Kaftan?
Kalau muumuu dan nightgown sering tertukar karena
bentuknya, kaftan punya cerita yang lebih panjang lagi.
Sumber: www.walmart.com
Kaftan merupakan jenis pakaian
longgar yang telah dikenal di kawasan Persia dan Kekaisaran Ottoman, kemudian
berkembang ke berbagai wilayah, termasuk Afrika Utara. Koleksi The Metropolitan Museum of Art
menunjukkan berbagai kaftan dari Maroko yang dibuat menggunakan material mewah
seperti sutra, beludru, brokat, serta benang metalik. Beberapa di antaranya
bahkan berkaitan dengan pakaian untuk kalangan elite. (The Metropolitan Museum of Art)
Jadi, kaftan sebenarnya tidak lahir
sebagai “baju santai”. Justru sebaliknya, sepanjang sejarahnya kaftan dapat
menjadi pakaian formal dan simbol status.
Memasuki pertengahan abad ke-20, bentuk kaftan kemudian semakin populer dalam fashion Barat. Desainer seperti Christian Dior dan Yves Saint Laurent turut menginterpretasikan siluet serta pengaruh kaftan dalam fashion modern. Pada era 1960-an dan 1970-an, siluet yang panjang, flowy, dan penuh motif juga cocok dengan estetika bohemian yang sedang berkembang. (Reading Museum)
Baca juga: Baju Daster: Sejarah, Fungsi, dan Evolusi Fashion yang Nyaman
Kenapa
Ketiganya Sering Dianggap Sama?
Jawabannya ada pada satu hal: kenyamanan.
Ketiganya menghindari konstruksi
pakaian yang terlalu ketat dan memungkinkan tubuh bergerak dengan lebih bebas. Pada
era 1970-an, istilah muumuu dan caftan kadang digunakan secara bergantian
karena para desainer turut mengaburkan batas visual keduanya. Tetapi kesamaan
siluet tersebut tidak berarti ketiganya memiliki identitas yang sama.
Nightgown berorientasi pada tidur
dan relaksasi. Muumuu berkembang sebagai dress
longgar yang dapat digunakan di rumah maupun sebagai pakaian casual. Sementara
kaftan memiliki sejarah panjang sebagai pakaian tradisional dan formal,
kemudian diadaptasi menjadi fashion
statement.
Dari “Baju
Rumah” Menjadi Fashion Statement
Fenomena ini sebenarnya menunjukkan
sesuatu yang lebih besar dalam sejarah fashion: status sebuah pakaian dapat berubah seiring perubahan budaya.
Sumber: www.pinterest.com
Pakaian yang dahulu dianggap
terlalu santai untuk dikenakan di ruang publik bisa saja menjadi tren ketika
konteks sosial berubah. Hal yang sama terlihat pada perkembangan loungewear modern, tracksuit, sneakers,
hingga piyama yang sesekali muncul sebagai inspirasi busana sehari-hari.
Muumuu, nightgown, dan kaftan
memperlihatkan bahwa kenyamanan tidak selalu berlawanan dengan fashion. Kadang,
justru pakaian yang paling sederhana dan longgar memiliki sejarah paling
menarik di baliknya.
Jadi, lain kali kamu melihat dress flowy yang sekilas mirip daster
atau baju tidur, jangan buru-buru menyebutnya sebagai pakaian rumahan. Bisa
jadi, yang sedang kamu lihat adalah bagian dari perjalanan panjang fashion—dari
pakaian praktis, pakaian tradisional, hingga fashion statement.
Butuh kain untuk membuat dress, loungewear, atau pakaian dengan siluet flowy? Temukan berbagai pilihan bahan kain dengan karakter,
tekstur, dan fungsi yang beragam di BahanKain.com. Pilih
material yang sesuai kebutuhan dan wujudkan desain pakaian yang nyaman
sekaligus tetap stylish.
Baca juga: Sama-sama Santai, Ini Bedanya Loungewear dan Homewear
Bukan Sekadar Baju Rumah: Ketika Pakaian Longgar Jadi Fashion Statement
Apa Yang Berbeda di New York Spring/Summer 2027?
Celana Slim Tapered, Kenali Ciri dan Perbedaannya dengan Slim Fit
Bukan Cuma Buat Pesta Kostum! Rahasia Tampil Glamor dan Edgy Pakai Feather Boa di Era Modern
Cara Tampil Stylish dengan Outfit All Black, Bukan Sekadar Pakai Baju Serba Hitam
Sejarah Revenge Dress, Gaun Ikonik Putri Diana yang Akan Kembali Dilelang
Baju Bekas Mau Dibuang? Jangan Asal Masuk Tempat Sampah!
Denim Crosshatch, Tekstur Silang yang Bikin Jeans Makin Berkarakter
Seberapa Canggih Racing Suit MotoGP? Ini Bahan dan Teknologi di Balik Baju Rider
Jangan Asal Pilih, Ini Kriteria Kain yang Cocok untuk Shibori!