Nama Sagara Bootmaker mungkin sudah tidak asing bagi para penggemar boots kulit dan heritage footwear. Berbasis di Bandung, brand ini dikenal lewat produk boots handmade yang mengutamakan keterampilan pengrajin, material kulit, serta konstruksi sepatu tradisional.
Bukan sekadar membuat sepatu
untuk dipakai sehari-hari. Sagara Bootmaker juga membawa cerita tentang
bagaimana keterampilan membuat sepatu yang berkembang di kawasan Cibaduyut menghasilkan
produk yang mencuri perhatian para boot enthusiast di berbagai negara. Yuk,
cari tahu lebih banyak tentang brand ini!
Sagara Bootmaker adalah brand
sepatu boots handmade asal Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat. Brand ini didirikan
oleh Bagus Satrio pada 2010 dengan misi besar, yaitu memperkenalkan kemampuan
pengrajin lokal ke kancah internasional.
Proses produksinya butuh ketelitian
tinggi dan memakan waktu cukup lama dan. Itulah kenapa, daripada produsen boot,
Sagara lebih cocok disebut bootmaker artisan, karena ia
menempatkan keterampilan pengrajin dan konstruksi sepatu sebagai bagian penting
dari produknya. Setiap produk yang dihasilkan tidak hanya dinilai dari tampilan
akhir, tetapi juga konstruksi serta keterampilan yang ada di baliknya.
Karena mengandalkan keterampilan
pengrajin, setiap produk bisa memiliki karakter yang berbeda. Bahkan, kesalahan
kecil seperti goresan, loose grain, atau
jahitan yang kurang rapi dapat muncul selama proses pengerjaan. Produk-produk
tersebut otomatis tidak lolos QC (quality
control).
Namun, alih-alih dibuang, Segara malah
memasukkan produk-produk tersebut ke dalam koleksi Factory Seconds & Samples
dan menawarkannya dengan harga yang sesuai kondisi produk.
Baca Juga:
Bukan Cuma Pelindung Kaki! Evolusi Sepatu Boots dari Alat Perang Hingga Rajai Pop Culture
Lantas, apa yang membuat sepatu
boots Sagara Bootmaker menarik perhatian? Bukan hanya soal desain, setiap
produknya juga memiliki karakter yang dibentuk dari teknik pengerjaan, pilihan
material, hingga detail konstruksinya.
Berikut beberapa bagian penting
dari produk Sagara yang membuatnya begitu istimewa:
Sagara menolak metode produksi instan. Setiap pasang
sepatu melewati kurang lebih 200 tahapan pengerjaan tangan (handmade).
Konstruksi andalan mereka seperti Hand-welted Goodyear
Construction dan Norwegian Storm Welt dijahit
secara manual menggunakan tangan tanpa mesin pabrik. Teknik ini memastikan
kekuatan sol yang luar biasa, ketahanan terhadap air, serta memungkinkan sepatu
untuk diganti solnya (re-sole) berulang kali jika sudah halus.
Pemilik brand Sagara Bootmaker juga sangat selektif dalam memilih
bahan baku. Selain menggunakan kulit lokal berkualitas, mereka juga rutin
mendatangkan kulit premium dari penyamakan (tannery) legendaris internasional.
Katalog produknya memperlihatkan penggunaan beberapa
material, seperti
·
Vachetta dan Horsebutt leather
dari Maryam Tannery (Italia),
·
Shell Cordovan ultra-eksklusif
dari Conceria Rocado,
· Cloe Horserump,
·
Badalassi Minerva,
·
dan berbagai jenis oil-tanned, vegetable-tanned, pull-up, dan rough-out leather.
Selain menyediakan koleksi siap pakai (ready to wear), daya tarik terbesar
Sagara adalah layanan kustomisasi penuh. Bahkan sesi tersebut bisa dilakukan
secara private di mana konsumen
diajak memilih bagian lembaran kulit yang karakternya paling mereka sukai.
Melalui layanan Made-to-Order (MTO) di Sagara
Bootmaker Official, konsumen bisa memesan sepatu yang dipersonalisasi
sepenuhnya. Mulai dari jenis kulit, siluet, warna benang jahitan, hingga
pilihan jenis sol sesuai dengan karakter kaki dan preferensi gaya.
Baca Juga:
Kenali Mekanisme Penyamakan Dalam Pengolahan Kulit Hewan
Sagara juga dikenal sebagai salah satu produk lokal
yang sukses menembus pasar niche luar negeri. Demi menjaga kualitas
pengerjaan, Sagara selalu memproduksi koleksinya dalam jumlah yang sangat
terbatas. Koleksinya begitu digemari oleh komunitas pencinta bot di Amerika Serikat (terutama New York dan
California), Eropa, Singapura dan Jepang.
Karena produksinya yang sangat terbatas dan
mengutamakan kualitas detail, konsumen luar negeri rela mengantre dalam daftar
tunggu (waiting list) hingga 4
bulan lamanya demi memiliki sepasang karya seni alas kaki dari Bandung
ini.
Perjalanan sebuah boots tidak berhenti setelah produk
dibeli. Sagara Bootmaker juga menyediakan After
Sales Services untuk membantu menjaga kondisi sepatu dan boots yang telah
digunakan.
Beberapa layanan yang tersedia meliputi:
·
Leather
spa, meliputi mekanisme perawatan kulit.
·
Recoloring,
untuk memperbarui atau mengembalikan warna kulit.
·
Repair, memperbaiki bagian sepatu yang mengalami
masalah.
·
Re-sole,
meliputi pengganti sol sepatu atau boots.
Perawatan dan perbaikan menjadi sangat penting saat sepatu
mulai membutuhkan penyegaran atau penggantian komponen tertentu.
Daya tarik lain dari sepatu boots kulit Sagara Bootmaker adalah
karakter materialnya yang bisa berubah seiring waktu. Mirip efek fading pada
jeans, penggunaan sepatu secara rutin menciptakan patina, sebuah perubahan
tampilan serta warna kulit yang terjadi secara alami.
Gesekan, lipatan, paparan
lingkungan, hingga perawatan yang dilakukan pemilik menciptakan karakter yang
berbeda di setiap pasang sepatu.
Sumber: https://sagarabootmaker.com/
Sagara Bootmaker membagi koleksinya ke dalam lima kategori
utama, yaitu Ready To Wear, Made To Order, Factory Seconds & Samples, Ponten
Prapandé, dan Accessories. Masing-masing
kategori memiliki karakter yang berbeda, sehingga konsumen bisa memilih produk
sesuai dengan kebutuhan dan jenis koleksi yang dicari.
Berikut penjelasannya:
·
Ready to
Wear
Kategori ini berisi produk yang sudah tersedia dengan
konfigurasi tertentu. Jadi, konsumen dapat langsung memilih model yang tersedia
tanpa harus memesan dari awal.
·
Made to
Order
Berbeda dari Ready
to Wear, produk dalam kategori ini dibuat berdasarkan pesanan. Sagara
menyediakan pilihan konfigurasi tertentu pada masing-masing model sehingga
konsumen dapat menentukan pilihan sesuai opsi yang tersedia.
·
Factory
Seconds & Samples
Berisi produk yang memiliki ketidaksempurnaan tertentu
selama proses produksi. Misalnya, goresan kecil pada kulit, loose grain,
atau jahitan yang kurang rapi. Meski cacat, produk-produk di kategori ini masih
sangat layak digunakan.
·
Ponten
Prapandé
Kategori yang berkaitan dengan perjalanan dan
perkembangan keterampilan para pengrajin Sagara. Ponten Prapandé menjadi bagian
yang menunjukkan apresiasi terhadap craftsmanship dan para pengrajin yang
tumbuh bersama Sagara.
·
Accessories
Selain sepatu dan boots, Sagara juga menyediakan berbagai
produk pelengkap melalui kategori Accessories. Koleksi ini berada di luar
produk utama footwear dan dapat menjadi pelengkap bagi pengguna.
Itu beberapa poin penting dari Sagara
Bootmaker, brand yang membawa keterampilan pembuatan boots handmade ke
dalam berbagai koleksi dengan karakter dan konstruksi yang berbeda. Bagi kamu
yang tertarik dengan sepatu boots dan proses pembuatannya, Sagara menjadi salah
satu nama yang menarik untuk dikenali lebih jauh.
Seberapa Sering Harus Mencuci Matress Protector? Ini Penjelasannya!
Sagara Bootmaker, Rahasia Boots Handmade Indonesa yang Diburu Dunia
Bukan Sekadar Baju Rumah: Ketika Pakaian Longgar Jadi Fashion Statement
Apa Yang Berbeda di New York Spring/Summer 2027?
Celana Slim Tapered, Kenali Ciri dan Perbedaannya dengan Slim Fit
Bukan Cuma Buat Pesta Kostum! Rahasia Tampil Glamor dan Edgy Pakai Feather Boa di Era Modern
Cara Tampil Stylish dengan Outfit All Black, Bukan Sekadar Pakai Baju Serba Hitam
Sejarah Revenge Dress, Gaun Ikonik Putri Diana yang Akan Kembali Dilelang
Baju Bekas Mau Dibuang? Jangan Asal Masuk Tempat Sampah!
Denim Crosshatch, Tekstur Silang yang Bikin Jeans Makin Berkarakter