Kain pelapis bagian dalamnya (facing)
terus melintir dan menyembul keluar saat menjahit garis leher atau lubang
lengan? Mungkin kamu perlu belajar teknik mengunci lapisan dalam pakaian agar
tetap tersembunyi dan rapi bernama understitching.
Teknik sederhana ini kerap
digunakan oleh penjahit butik untuk menghasilkan pakaian berkualitas premium.
Lantas, apa itu understitching? Dan bagaimana cara kerjanya? Simak ulasan
berikut ini, yuk!
Understitching adalah
teknik menjahit tindas pada bagian kelim (seam allowance) yang dikaitkan
langsung dengan kain pelapis bawah (facing atau under-collar).
Stik jahitan dibuat sangat dekat dengan garis jahitan utama (sekitar 1–2 mm) dan
posisinya tersembunyi di sisi dalam kerah atau facing leher.
Teknik ini mengunci kain bagian dalam agar tidak mencuat atau terlipat ke arah luar (outer fabric). Hasilnya, garis tepi kerah terlihat tajam, bersih, dan rata, tanpa jahitan yang tampak dari sisi depan. Understitching sangat bermanfaat di area seperti garis leher, lubang lengan, dan pinggang dimana furing digunakan.

Detail understitching pada kerah kerap jadi standar pemeriksaan kualitas (quality control) dalam produksi kemeja
premium berskala besar. Meski terdengar teknis, praktik sebenarnya cukup mudah.
·
Jahit Facing ke Kain Utama
Mulai dengan menjahit facing ke kain utama sesuai
garis jahitan, misalnya di leher baju atau lubang lengan.
·
Rapikan dan Gunting Kampuh
Setelah dijahit, rapikan kampuh agar tidak terlalu
tebal saat dilipat. Pada area yang melengkung, gunting kecil (clipping) di beberapa titik supaya kain mengikuti
lekukan tanpa berkerut.
·
Setrika Kampuh ke Arah Facing
Lipat dan setrika seluruh kampuh jahitan ke arah facing, sehingga kampuh benar-benar
menempel.
Baca Juga:
Sulaman
Otomi, Kisah dan Warna Jahitan dari Dataran Tinggi Meksiko
·
Jahit Understitching
Dari sisi facing, jahit garis lurus yang menembus kain dan kedua lapis kampuh sekaligus. Beri jarak sekitar 1-2 milimeter dari
garis jahitan utama. Pastikan jahitan tidak sampai menembus kain utama di
bagian luar.
·
Pressing
Terakhir, lipat facing ke bagian dalam pakaian sesuai
posisi akhirnya, lalu setrika sekali lagi untuk mengunci bentuknya.
Karena detailnya tidak terlihat dari
luar, langkah ini sering dianggap opsional oleh penjahit pemula atau sebagian
konveksi yang mengejar kecepatan produksi. Padahal, fungsinya sangat vital
untuk estetika pakaian:
Mencegah kain pelapis bagian dalam merosot atau
mencuat keluar saat baju bergerak mengikuti lekuk tubuh.
Membuat lipatan kain pada kerah atau leher menjadi
pipih sempurna secara alami, bahkan sebelum disetrika.
Detail understitching sering kali menjadi pembeda
antara hasil jahitan biasa dan konstruksi busana yang lebih professional.
Setelah pakaian dicuci, area leher tidak akan mudah
menggelembung sehingga sangat mudah disetrika kembali ke bentuk semula.
Understitching juga memberikan hasil
akhir yang sangat rapi tanpa garis stik jahitan tambahan (topstitching)
di bagian luar kerah. Ideal untuk kemeja
serta busana minimalis dengan estetika yang bersih (clean look)
Tidak semua bagian pakaian membutuhkan teknik ini. Understitching khusus digunakan pada area-area yang memiliki potongan melengkung, sudut tajam, atau bagian yang rawan longgar akibat gesekan tubuh.
Berikut beberapa area kritis yang sebaiknya dijahit dengan
metode jahit dalam:
Garis leher adalah area paling menentukan kesan pertama
kerapian sebuah pakaian. Entah itu model kerah bulat (round neck),
bentuk V (V-neck), maupun bentuk kotak (square neck), semuanya
rawan melintir jika hanya disetrika.
Understitching pada lapisan leher (neckline
facing) memastikan bagian dalam baju tetap tersembunyi di bawah garis
pundak dan tidak mengintip keluar saat menunduk atau menoleh.
Merapikan kerung lengan pada baju atau dress tanpa lengan punya tingkat kesulitan tersendiri karena lengkungannya cukup dalam. Dan understitching-lah yang mampu menjaga lubang lengan tetap rata, presisi, dan nyaman di kulit tanpa ada kerutan yang mengganjal.
Baca Juga:
Pernah melihat saku samping pada celana atau outer
yang menganga dan memperlihatkan kain kantong sakunya? Hal itu terjadi karena
penjahitnya melewatkan proses understitching.
Dengan menjahit tindas saku ke kain pocketing, garis bukaan saku akan tetap
pipih, kokoh, dan menyatu dengan siluet celana atau rok.
Area bukaan depan rompi (vest),
blazer, atau baju dengan belahan kancing menjadi fondasi kancing dan lubang
kancing. Bagian ini membutuhkan kain pelapis (interlining), dan understitching di sepanjang lini ini membantu
pakaian jatuh dengan lebih indah, lurus, dan memberikan kesan struktur yang
tegas saat dikenakan.
5.
Pinggiran
Kerah Lebar (Wide Collars)
Meskipun daun kerah kemeja jenis
kerah lebar seperti kerah rebah (flat collar) atau kerah pelaut (sailor
collar) pada baju wanita sering kali membutuhkan sentuhan understitching.
Untuk mempertahankan desain keliman luar yang bersih dari
benang jahitan, understitching diaplikasikan pada daun kerah bagian
bawah (under-collar). Cara ini membuat kerah melengkung ke dalam secara
alami dan menutup dengan sempurna di atas bahu.
Itu dia pengertian, fungsi serta
penggunaan understitching. Meski hanya sebuah detail kecil, teknik ini sangat
menentukan kualitas serta tampilan akhir busana. Terutama pakaian-pakaian yang
menggunakan facing di garis leher atau
kerung lengan.
Nah, kalau Sobat Bahankain sedang
mencari kain untuk kebutuhan kemeja,
dress, seragam, outer, atau produk fashion lain, Bahankaincom bisa jadi
solusi terbaik. Kami menyediakan berbagai varian kain berkualitas yang cocok
untuk bahan pakaian. Mulai dari bahan tipis dan flowy sampai yang kaku dan berstruktur.
Temukan kain yang Anda butuhkan dan wujudkan koleksi busana premium Anda
bersama Bahankaincom.
Silahkan cek Etalase Produk kami.
Atau konsultasikan dulu kebutuhan
tekstil Anda pada kami dan dapatkan penawaran terbaiknya. Semoga bermanfaat dan
selamat berbelanja, Sobat Bahankain!
Menguak Strategi Price Anchoring, Cara Psikologi Harga Melipatgandakan Penjualan
Apa Itu Understitching? Kenali Fungsi dan Cara Menerapkannya pada Pakaian
Seberapa Penting Angka Heel to Toe Drop pada Sepatu Lari?
Umbul-Umbul: Bukan Sekadar Bendera Panjang, Ini Sejarah, Makna, dan Rahasia di Baliknya
Throw Blanket: Selimut Kecil yang Ternyata Punya Fungsi Besar, Bukan Sekadar Hiasan!
Limbah Tekstil RI Tembus 2,3 Juta Ton per Tahun, Mahasiswa UMY Ubah Perca Jadi Cuan
Hospital Corner, Rahasia Sprei Hotel yang Rapi, Kencang dan Tidak Mudah Bergeser
Cara Styling Kaos Polos Untuk Tampilan Semi-formal
Bukan Sekadar Aksesori: Bagaimana Jewelry Bisa Mengubah Total Gaya Fashion?
Bonded Seam, Rahasia Dibalik Pakaian Olahraga Yang Mulus dan Bebas Jahitan