Kapur barus memang selalu bisa
diandalkan untuk urusan simpan menyimpan pakaian. Tapi, ada satu kebiasaan
kecil yang bisa mengubahnya jadi berbahaya, yaitu meletakkan kapur barus langsung
di atas pakaian. Menyelipkannya begitu
saja diantara lipatan baju dianggap wajar, karena orang-orang jaman dulu juga
melakukan hal yang sama.
Padahal dibalik semua ‘kewajaran’
itu, ada reaksi kimia di kapur barus yang diam-diam bisa merusak pakaian dan
mengancam kesehatan. Ini faktanya!
Kapur barus secara alami
diperoleh dari kristalisasi getah atau ekstrak kayu pohon kamper (Dryobalanops aromatica atau
Cinnamomum camphora). Sedangkan,
yang beredar di pasar modern saat ini adalah jenis kapur barus sintetis dari
bahan kimia naftalena atau paradiklorobenzena. Senyawa-senyawa tersebut mudah
menguap pada suhu ruang, memunculkan aroma yang cukup kuat dan tahan lama.
Di satu sisi, zat kimia ini berfuksi
sebagai insektisida yang membantu mengusir ngengat dan serangga dari lemari. Namun,
saat menguap, kapur barus melepaskan uap kimia pekat yang terperangkap di area
kontak langsung dengan serat.
Di titik ini, konsentrasi bahan
kimia jauh lebih tinggi dibanding di udara sekitar lemari. Akibatnya, serat
kain lebih rentan mengalami perubahan struktur, terutama material-material yang
sensitif terhadap senyawa kimia seperti sutra, wol, atau kain dengan pewarnaan kurang
stabil.
Selain bau menyengat, residu dari
proses penyubliman yang menempel pada kain bisa mengikis strukrur serat, menimbulkan
noda, bahkan berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mengancam kesehatan.
Baca Juga:
Lipat vs Gantung, Ini Cara Terbaik Untuk Menyimpan Bajumu!

Kapur barus bekerja dengan cara
menyublim, yaitu berubah dari zat padat menjadi gas berbau menyengat. Ketika
proses ini terjadi langsung di atas permukaan kain, berikut adalah beberapa
dampak buruk yang akan terjadi:
Kapur barus modern seringkali terbuat dari bahan kimia
aktif bernama naftalena atau paradikhlorobenzena. Jika senyawa tersebut menempel langsung pada baju dalam waktu lama, maka ia akan
bereaksi dengan serat kain.
Akibatnya:
·
Noda
Kuning/Berminyak
Proses sublimasi
meninggalkan residu berupa bercak kekuningan atau noda berminyak yang sangat
sulit dibersihkan, bahkan setelah dicuci berkali-kali. Semakin lama dibiarkan, makin
dalam noda itu akan terserap ke dalam serat.
·
Kain
Menjadi Berlubang
Sutra, brokat,
dan wol sangat rentan berlubang jika terkena kontak kimia langsung dari kamper.
Paparan zat kimia yang terus-menerus di satu titik membuat serat kain berubah
tekstur, jadi lebih kaku.
Baca Juga:
Bye-Bye Bau Apek! Rahasia Lemari Segar Ada di Dapur Kamu
Serat pakaian memiliki sifat menyerap gas kimia dengan
sangat kuat. Jika baju yang bersentuhan langsung dengan kapur barus Anda
kenakan, sisa zat kimia pekat akan menempel pada kulit Anda. Bagi pemilik kulit
sensitif atau anak-anak, hal ini dapat memicu dermatitis kontak yang ditandai dengan gejala kulit kemerahan,
gatal-gatal, rasa terbakar, hingga ruam parah.
Saat pakaian mengikat aroma kapur barus terlalu kuat,
Anda akan menghirup uap kimia tersebut dalam jangka waktu lama selama
mengenakannya. Paparan uap naftalena dosis tinggi ini dapat memicu
masalah kesehatan seperti:
·
Sakit kepala dan pusing menyengat.
·
Mual dan muntah.
·
Sesak napas atau kambuhnya gejala asma.
Ini adalah poin yang paling krusial. Jangan pernah menggunakan kapur barus di
lemari pakaian bayi. Sistem imun dan organ bayi belum sempurna. Paparan naftalena
yang menyerap ke baju bayi dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau sistem
pernapasan.
Hal tersebut berisiko memicu anemia hemolitik, sebuah kondisi berbahaya di mana sel darah merah
bayi rusak dan pecah sebelum waktunya.
Dampak buruk lebih sering muncul
dari kebiasaan meletakkan kapur barus langsung di atas pakaian. Artinya, kamu tetap
bisa memanfaatkan bahan ini secara aman asalkan mengikuti langkah-langkah
penggunaan yang benar.
Berikut diantaranya:
·
Selalu Gunakan
Wadah Pelindung
Jangan biarkan kapur barus telanjang. Gunakan wadah
plastik khusus kamper yang berlubang, bungkus dengan kertas tisu tebal atau
kain kasa sebelum diletakkan.
·
Letakkan
di Sudut Terjauh
Tempatkan kamper di pojok lantai lemari atau digantung
di area yang sama sekali tidak menyentuh tumpukan baju atau gantungan pakaian.
·
Anginkan
Baju Sebelum Dipakai
Kalau bajumu telanjur berbau kamper yang tajam, jangan
langsung memakainya. Jemur atau anginkan-anginkan dulu di luar ruangan (tempat
terbuka yang teduh) sampai bau kimianya berkurang atau hilang.
Intinya, meletakkan kapur barus
langsung di atas paakain bukan cara ideal untuk melindungi pakaian
kesayanganmu. Selain menciptakan berbau sangat kuat, kontak dan paparan uap
yang tidak sesuai juga dapat meningkatkan risiko terhadap kain maupun
kesehatan.
Jika ingin menggunakan kapur
barus untuk membantu melindungi pakaian dari ngengat, ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan dan tempatkan sesuai.
Stop Kebiasaan Meletakkan Kapur Barus Langsung di Atas Pakaian, Ini Bahayanya!
Bukan Heels Biasa, Ini Alasan Kenapa Kitten Heels Kembali Tren
Mengenal Amekaji Style, Gaya Fashion Jepang dan Ciri Khasnya
Geger Dunia Fashion! Mengapa Pameran John Galliano di Met Gala 2027 Mendadak Dibatalkan?
Kisah di Balik PUMA, Rivalitas Dua Bersaudara yang Mengubah Dunia Sportswear
Aksesori 6 Ribuan Ini Diam-diam Menguasai Runways Fashion Mewah! Siap Kembalikan Era Y2K?
Dari Simbol Kekuasaan Jadi Neutral Baru: Mengapa Animal Print Tak Pernah Mati di Dunia Fashion?
Yayoi Kusama, Sang Seniman Polkadot yang Berpulang di Usia 97 Tahun
Kenapa Bed Cover Cepat Bau Apek? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Dari Pasar Kaget Sampai Red Carpet: Mengapa Jam Tangan Jadi "Statement" Paling Epic di Dunia Fashion?