Di tengah perkembangan teknologi
tekstil, kenyamanan pakaian bukan lagi sekadar soal bahan yang lembut atau
tidak mudah kusut. Tetapi juga material yang mampu merespons kebutuhan manusia
secara lebih cerdas. Salah satu inovasi paling cerdas adalah thermoregulating fabric, yaitu kain
yang dirancang untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil di berbagai
kondisi.
Sebuah fitur penting yang sangat
berarti di negara beriklim tropis dengan cuaca panas dan lembab sekaligus. Teknologi
thermoregulating fabric pun seketika jadi headline news di industri tekstil. Yuk, cari tahu lebih banyak
tentang kain ini!
Thermoregulating fabric adalah jenis kain yang didesain untuk membantu
menstabilkan suhu tubuh dengan merespons perubahan panas, kelembapan, dan
sirkulasi udara. Saat cuaca panas, kain akan membantu tubuh terasa lebih sejuk.
Sedangkan saat udara dingin, kain tetap memberikan rasa hangat.
Teknologi ini membuat pakaian terasa nyaman dipakai sepanjang hari, tanpa
perlu gonta-ganti outfit atau menambah banyak lapisan. Thermoregulating fabric pun banyak diaplikasikan pada pakaian
olahraga, perlengkapan outdoor, pakaian sehari-hari. Bahkan hingga produk-produk
home textile yang mengutamakan
kenyamanan seperti seprai dan selimut.
Kain ini bekerja dengan cara:
·
Menyerap
dan melepaskan panas
·
Mengatur
aliran udara
·
Mengontrol
kelembapan dan keringat
·
Meningkatkan
kenyamanan saat cuaca berubah-ubah
Kinerja teknologi regulasi termal berasal dari kombinasi rekayasa
struktur serat, teknologi finishing, dan material khusus. Berikut tiga
mekanisme utama yang menjadikannya sebagai “pengatur suhu alami”:
Kain dengan
teknologi ini biasanya memiliki struktur yang memungkinkan:
·
Udara panas
dan lembap keluar lebih cepat
·
Udara
dingin tertahan lebih lama
·
Keringat
menguap lebih cepat sehingga kulit tetap kering
Struktur mikropori, teknik weaving tertentu,
atau kombinasi material bisa membuat kain merespons perubahan suhu tubuh secara
lebih efektif.
Phase change
material (PCM) adalah material yang dapat menyimpan energi panas dengan
cara berubah wujud dari padat menjadi cair, dan melepaskannya kembali saat
kembali ke wujud padat. Ini adalah teknologi paling canggih yang digunakan pada
banyak produk high-performance.
PCM bekerja
dengan cara:
·
Menyerap
panas ketika suhu tubuh meningkat
·
Menyimpan
dan melepas panas saat suhu mulai turun
Dengan mekanisme ini, kain membantu menjaga
stabilitas suhu seperti “buffer alami.” Awalnya, teknologi PCM dikembangkan
oleh NASA untuk pakaian astronot. Namun
kini ia kerap diaplikasikan pada pakaian lari jarak jauh, jaket outdoor, hingga
pakaian bayi.
Sebenarnya,
ada jenis serat tekstil yang secara natural memiliki kemampuan regulasi suhu
tanpa bantuan teknologi tambahan. Beberapa diantaranya, yaitu:
·
Merino wool: terkenal karena bisa menghangatkan saat dingin, tapi tetap sejuk saat
panas
·
Serat bambu: memiliki kemampuan menyerap kelembapan dan memberi sensasi dingin
·
Katun tertentu dengan struktur breathable
Jika dikombinasikan dengan teknologi PCM yang
lebih modern, kemampuannya akan meningkat dan lebih konsisten.
Penggunaan Kain
Thermoregulating Fabric
Thermoregulating fabric kini digunakan bukan hanya di produk premium,
tetapi juga dalam keseharian. Penggunaannya sangat luas, mulai dari sportwear,
pakaian kerja, busana anak, hingga perlengkapan tidur yang membuat istirahat
lebih berkualitas.
Berikut beberapa contoh penggunaan thermoregulating fabric di industri
modern:
1.
Pakaian
Olahraga
Untuk lari,
gym, yoga, hingga outdoor. Kain membantu menjaga tubuh tetap sejuk saat
bergerak aktif.
2.
Jaket
atau Apparel Outdoor
Sesuai untuk
hiking, camping, dan aktivitas luar ruangan karena tetap nyaman di cuaca panas
maupun dingin.
3.
Pakaian
Harian
Baju casual,
t-shirt premium, hingga kemeja kerja yang tidak mudah panas meskipun dipakai
seharian.
4.
Pakaian
Bayi
Bayi sangat
sensitif terhadap perubahan suhu, sehingga kain yang bisa menjaga stabilitas
suhu sangat membantu.
5.
Bed
Cover, Selimut, dan Sprei
Produk ini
membantu menjaga kenyamanan tidur, terutama bagi yang mudah berkeringat saat
malam.
6.
Pakaian
Dalam & Activewear
Memberikan
sirkulasi udara yang lebih baik dan mengurangi risiko lembap berlebih.
Itu dia segala hal yang perlu kamu tahu tentang kain beregulasi termal. Dengan
kemampuan menjaga suhu tubuh tetap stabil, mengatur kelembapan, dan memberikan
sirkulasi udara yang optimal. Tertarik untuk mencobanya?
Laundry Kiloan vs Laundry Self Service, Mana yang Lebih Baik?
Di Balik Nama Dagang Kain, Panduan Memilih Rayon Berkualitas di Bahankaincom
Perbedaan Stocking, Tights, Pantyhose, dan Leggings: Jangan Salah Pilih dalam Fashion
Desainer Legendaris, Valentino Garavani Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun
Miu Miu dan Evolusi Fashion Feminin yang Berani dan Eksentrik
Trench Coat: Mantel Klasik yang Nggak Pernah Kehilangan Gaya
Red Bottoms: Ketika Sol Merah Menjadi Simbol Kemewahan dalam Dunia Fashion
Sudah Dicuci Bersih tapi Warnanya Menguning? Cek Cara Menyimpan Baju Putihmu
Ascot: Aksesori Leher Klasik yang Lebih Santai dari Dasi, Lebih Elegan dari Sekadar Scarf
TikTok Shop by Tokopedia Rilis Program Fashion Playground, Apa Manfaatnya?