Mesin obras telah menjadi salah
satu peralatan krusial di industri konveksi modern. Fungsinya untuk merapikan sekaligus
menjahit tepi kain benar-benar sangat memudahkan proses produksi pakaian. Namun
terlepas dari segala kemudahan tersebut, merapikan tepi
kain tanpa mesin obras tetaplah keterampilan dasar yang wajib dikuasai
oleh seorang penjahit.
Hanya bermodalkan gunting, mesin
jahit biasa, atau bahkan tangan sendiri, kamu bisa membereskan tepi kain pada
proyek jahitmu.
Pinggiran kain sering kali
terlihat sepele, apalagi karena posisinya jarang terlihat dari luar. Namun
justru di bagian inilah kualitas sebuah jahitan diuji. Kain yang pinggirannya
dibiarkan mentah akan terus mengalami gesekan, tarikan, dan pergerakan serat,
bahkan sejak pertama kali dipakai.
Selain itu, berikut alasan kenapa
tepi kain perlu dirapikan:
Serat pada kain woven
berserat alami seperti katun, rayon, atau linen sangat mudah terlepas. Jika
dibiarkan, kerusakan ini bisa merambat ke arah jahitan utama dan melemahkan jalinannya.
Baju dengan pinggiran yang sudah dirapikan cenderung awet, karena strukturnya jadi lebih stabil meski dicuci berulang kali.
Meski tidak selalu terlihat dari luar, bagian dalam pakaian sering menjadi penanda kualitas. Pinggiran kain yang rapi menunjukkan perhatian pada detail dan proses, bukan hanya pada tampilan akhir.
Baca Juga: |
Finishing tepi kain juga membuat bagian dalam pakaian
terasa lebih halus dan nyaman.
Tepi kain yang dibiarkan terbuka tidak hanya terlihat kurang rapi, tetapi juga berisiko mudah terurai, terutama setelah sering dicuci atau dipakai. Mesin obras memang dikenal sebagai solusi praktis untuk masalah ini, namun bukan berarti tanpa mesin tersebut hasil jahitan tidak bisa rapi. Artinya, tanpa mesin obras pun, kamu tetap bisa membuat produk yang berkualitas dengan tepian kain tetap rapi.
Sebelum mesin obras menjadi alat standar, para penjahit sudah lebih dulu mengenal berbagai cara untuk mengatasi tiras kain secara manual. Teknik-teknik ini masih relevan hingga sekarang, khususnya bagi penjahit rumahan atau mereka yang ingin menyesuaikan metode finishing dengan jenis kain dan kebutuhan produk.
Walaupun kehadirannya sangat membantu, mesin obras tetap bukan peralatan wajib bagi seorang penjahit. Banyak mesin jahit modern menyediakan pilihan jahitan tepi atau jahitan obras tiruan. Jenis jahitan ini dirancang untuk meniru fungsi mesin obras dan cukup efektif digunakan pada berbagai jenis kain, terutama kain rajut.

Sumber: https://weallsew.com/
Hasilnya mungkin tidak sekuat
obras asli, namun metode ini sudah memadai untuk kebutuhan jahit sehari-hari. Selain
itu, ada banyak cara yang cukup menggantikan fungsi mesin obras. Beberapa
diantaranya, yaitu:
Cara paling mudah untuk merapikan tepi kain saat kamu tak punya mesin obras yaitu menggunakan pinking shears
atau gunting bergerigi. Gunting ini memotong tepi kain dengan pola zig-zag,
sehingga membantu mencegah benang kain mudah terurai. Lebih direkomendasikan
untuk produk-produk yang tidak sering dicuci atau mengalami gesekan berat.
Tepi zigzag sangat cocok untuk semua kain kecuali kain
yang sangat tipis/halus, dan kain transparan. Jahitan ini meniru tampilan tepi
obras, tetapi dapat dilakukan pada sebagian besar mesin jahit rumahan. Gunakan
panjang jahitan yang lebih pendek, untuk kain yang lebih tebal dan gunakan lebih
panjang
Sayangnya, metode ini kurang cocok diaplikasikan pada
bahan tipis seperti kain sifon karena hasilnya akan "berkerut".
Jahitan Prancis menghasilkan tampilan akhir yang sangat rapi dan elegan. Sering ditemukan pada seprai atau selimut, tapi ia juga sangat cocok untuk pakaian dan proyek jahit lain. Meski terlihat rumit, teknik ini sebenarnya cukup sederhana.
Baca Juga: |
Dimulai dari menyatukan sisi buruk kain, lalu menjahit
dengan kampuh sekitar ¼ inci. Setelah itu, rapikan tepi kain dan setrika hingga
rata. Balik kain sehingga sisi baik saling berhadapan, lalu jahit kembali untuk
menyembunyikan tepi kain di dalam jahitan.
Disebut juga edge
seam atau clean finish, teknik
ini menggunakan lipatan sederhana untuk menutup tepi kain, caranya:
·
Lipat sekitar 0,5 cm dari tepi kain ke dalam.
·
Setrika lipatan tersebut agar tetap rata.
·
Jahit lurus sedekat mungkin dengan lipatan untuk
mendapatkan hasil yang rapi dan kuat.
Cara ini
efektif untuk bahan tipis hingga sedang, dengan hasil yang lebih kuat
dibandingkan jahitan zig-zag.
Kamu juga bisa menggabungkan jahitan biasa dengan
gunting bergerigi untuk merapikan tiras. Setelah menjahit dan menyetrika kampuh
hingga terbuka, potong tepi kain menggunakan gunting zig-zag. Selain tampilan
unik, cara ini cukup menghemat waktu karena hanya membutuhkan satu baris
jahitan.
Namun, cara ini sebaiknya hanya digunakan pada kain
yang tidak mudah berbulu atau terurai. Kain campuran katun menjadi pilihan
ideal, terutama untuk proyek seperti tas atau aksesori.
Dikenal sebagai jahitan Hong Kong atau jahitan tepi
dengan pita bias. Teknik finishing ini kerap ditemukan pada busana haute
couture karena mampu memberikan sentuhan akhir yang sangat rapi dan berkualitas
tinggi.
Caranya, lilitkan pita bias di sepanjang tepi kain yang
belum dijahit, lalu jahit mengikuti lipatan pita sampai menutup seluruh tepi
kain dengan sempurna. Alternatif lain, jahit kampuh terlebih dahulu, setrika terbuka,
lalu pasang pita bias pada bagian dalam jahitan. Setelah dilipat dan disetrika
kembali, jahit pita bias tersebut sehingga jahitan tidak tampak dari luar.
Pada akhirnya, tanpa mesin obras
sekalipun, hasil jahitan tetap bisa rapi, kuat, dan nyaman dipakai. Tiap jahitan
yang baik selalu berawal dari pemilihan bahan yang tepat. Itulah pentingnya
memilih kain-kain berkualitas, terutama dari etalase produk Bahankaincom.
Kami menyediakan beragam pilihan
kain dengan karakter yang bervariasi dan kualitas mumpuni. Sehingga lebih mudah
disesuaikan dengan teknik finishing yang Anda pilih.
Nah, Sobat Bahankain lagi butuh
kain apa nih? Cek saja ketersediaannya di Kategori Produk.
Atau langsung hubungi customer
service Bahankaincom untuk detail produk atau konsultasi seputar kebutuhan kain
dan dapatkan penawaran terbaik dari kami. Selamat berbelanja!
Dadcore, Nostalgia Fashion, dan Mengapa Generasi Muda Berpakaian Seperti Bapak-Bapak
Goodyear Welted, Rajanya Konstruksi Sepatu Kulit Premium yang Awet dan 'Bandel'
8 Jenis Hanger dan Fungsinya Yang Perlu Kamu Tahu!
Ketika Costume Designer Menjadi Influencer Baru di Dunia Fashion
Trousers vs Pants, Apa Sih Bedanya?
Selalu Hadirkan Kebersamaan, Ini 5 Fakta Menarik Tentang Baju Sarimbit
Male Gaze vs Female Gaze dalam Fashion. Siapa yang Sebenarnya “Dilihat” oleh Gaya Berpakaian?
Gak Perlu Ribet Mix-and-Match! Tren Gamis Pria Untuk Tampil Rapi & Maskulin Secara Instan
Neo-Minimalism, Tentang Fashion yang Menenangkan
Berkembangknya Ballet Shoes, Dari Sepatu Latihan Penari Balet Menjadi Tren Fashion Global