Tren slow living membawa gen Z ke dalam gelombang mode baru lewat gaya berbusana klasik bernama poetcore. Lebih dari sekedar cara berpakaian, poetcore menciptakan suasana hidup yang lebih pelan, romantic dan penuh
makna seperti karakter dalam novel-novel klasik. Setiap itemnya memberi rasa nyaman
seolah kamu sedang hidup didalamnya (lived-in).
Ia hadir dengan nuansa lembut,
earthy, dan sedikit melankolis. Membuat seseorang terlihat seperti penyair
modern yang menyukai buku, seni, kopi hangat, dan suasana hujan. Lalu,
sebenarnya apa itu poetcore? Dan kenapa tren ini begitu populer? Simak ulasan
berikut ini, yuk!
Sesuai namanya, Poetcore adalah
aesthetic fashion dan lifestyle yang terinspirasi dari dunia sastra, puisi,
seni, dan nuansa vintage klasik. Istilah “poetcore” sendiri berasal dari
gabungan kata poet yang berarti penyair dan core yang merujuk
pada sebuah gaya estetik tertentu.
Tren ini menggambarkan seseorang
yang tampil sederhana tetapi artistik. Outfit yang digunakan biasanya terlihat
nyaman, sedikit oversized, klasik, dan memiliki kesan “hidup yang lambat”.
Tidak heran jika banyak orang menganggap poetcore sebagai gaya berpakaian yang
sangat emosional dan personal.
Poetcore tidak hanya fokus pada
penampilan luar, tetapi juga suasana yang dibangun. Estetika ini sering
dikaitkan dengan:
·
membaca buku puisi,
·
menulis jurnal,
·
mendengarkan musik klasik atau indie folk,
·
menikmati hujan sambil minum kopi,
·
hingga suasana perpustakaan tua dan kafe
vintage.
Secara visual, poetcore menggabungkan unsur romantisme klasik dengan fashion modern yang tetap wearable.
Popularitas gaya puitis ini dipengaruhi oleh meningkatnya minat Gen Z pada aktivitas slow living seperti journaling, membaca buku fisik, berkebun, membuat kerajinan tangan, hingga menikmati waktu santai tanpa tekanan media sosial.
Di era digital yang melelahkan, Poetcore menawarkan "pelarian estetis". Kemeja katun dengan detail puff sleeve atau wide-leg pants dari bahan corduroy seolah memberikan kekuatan bagi pemakainya untuk membangun dunianya sendiri yang lebih lambat, tenang, dan puitis.
Gaya poetcore tidak hanya
fokus pada pakaian, tetapi juga suasana, warna, hingga cara seseorang
mengekspresikan diri. Kesannya tampak hangat, artistik, dan sedikit melankolis
seperti karakter dalam novel klasik. Outfit sederhana seperti cardigan longgar,
rok kusut natural, atau buku catatan yang dibawa ke mana-mana membuatnya terasa
lebih hidup.
Berikut beberapa ciri khas
poetcore:
Diantara identitas utama gaya ini terletak pada
pemilihan warna yang tenang dan tidak mencolok. Paletnya terinspirasi dari
alam, buku tua, kopi, hujan, dan suasana vintage.
Warna yang sering muncul yaitu:
·
krem,
·
cokelat kopi,
·
beige,
·
sage green,
·
dusty pink,
·
putih gading,
·
abu-abu lembut,
·
navy pudar,
·
dan hitam washed.
Kombinasi tersebut
membuat tampilan terlihat hangat, klasik, dan nyaman dipandang.
Poetcore lebih mengutamakan kenyamanan daripada
keindahan lekuk tubuh yang diperlihatkan dari pakaian ketat atau glamor. Itulah
kenapa, siluet outfit-nya cenderung longgar dan mengalir. Sehingga memberi
kesan penampilan yang effortless namun tetap aesthetic.
Berikut beberapa item yang identik dengan gaya ini:
·
oversized cardigan,
·
rok midi flowy,
·
wide-leg pants,
·
blouse puff sleeve,
·
blazer vintage,
·
long coat klasik,
·
dan sweater rajut longgar.
Tekstur kain juga menjadi bagian penting dalam tren
poetcore. Fashion aesthetic ini lebih menyukai kain-kain natural yang tidak
terlalu kaku dan tampak “hidup”. Tujuannya yaitu untuk menciptakan look vintage
yang terasa lebih hangat dan realistis.
Material yang sering digunakan meliputi:
·
linen,
· katun,
·
rajut,
·
wol tipis,
·
tweed,
·
lace,
·
dan corduroy.
Fashion poetcore
sangat dipengaruhi oleh gaya klasik Eropa dan suasana sastra lama. Karena itu,
banyak outfit-nya memiliki sentuhan vintage yang cukup kuat. Bahkan tak sedikit
dari mereka yang memilih pakaian thrift karena tampilannya dianggap lebih
autentik.
Kesan vintage dari gaya poetry bisa terlihat dari:
·
motif floral kecil,
·
kancing klasik,
·
sepatu loafers,
·
tas kulit model lawas,
·
scarf rajut,
·
aksesori bernuansa antik.
Ciri paling khas dari poetcore sebenarnya terletak
pada pembawaan yang luwes dan personal. Sehingga make up serta hairstyle gaya
ini cenderung sederhana dan fokus pada kesan natural yang lembut.
Makeup poetcore identik dengan:
·
complexion ringan,
·
warna bibir nude atau rosy,
·
blush natural,
·
dan tampilan wajah yang sedikit “soft”.
Sementara untuk rambut, gaya yang sering digunakan
adalah:
·
messy bun,
·
rambut bergelombang natural,
·
kepang longgar,
·
atau potongan rambut klasik yang sederhana.
Hal yang membuat poetcore berbeda
dari banyak tren fashion lain adalah nuansa emosional yang dibawanya. Poetcore
bukan hanya tentang pakaian, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menikmati
hidup dengan lebih tenang dan penuh makna.
Poetcore menjadi salah satu
estetika yang paling relate dengan generasi muda saat ini. Di tengah dunia yang
terasa semakin bising, gaya ini hadir seperti ruang kecil yang tenang, hangat,
dan puitis. Siap untuk mencoba gaya ini?
Ciptakan gaya dan tampilan
poetcore-mu dengan kain-kain natural berkualitas dari koleksi Bahankaincom. Kami
menyediakan varian bahan busana premium seperti kain linen, katun, dan corduroy
premium yang cocok untuk beragam kebutuhan.
Pilih bahan yang paling mewakili
jiwamu, karena tiap helai pakaian selalu menyimpan cerita. Jelajahi beragam pilihan
tekstur serta warna kain di Kategori Produk.
Atau konsultasikan kebutuhan
tekstil Anda pada kami dan dapatkan rekomendasi serta penawaran terbaiknya.
Semoga bermanfaat dan selamat berbelanja, Sobat Bahanakain!
Bukan Pakai Putih: Ini Trik Fashion Supaya Underwear Tidak Kelihatan Saat Memakai Celana Putih
Poetcore, Estetika Klasik yang Mendefinisikan Fashion Generasi Z
Sama-sama Santai, Ini Bedanya Loungewear dan Homewear
Kontroversi Dibalik Popularitas Brand Mewah Italia, Gucci
Tren Gaun Berenda, Silky Camisole Sentuhan Romantis yang Kembali Menguasai Panggung Mode
7 Penyebab Pakaian Putih Berubah Warna Jadi Kekuningan (Yellowing)
Dulu Bangsawan Sengaja Pakai Baju yang Tidak Praktis — dan Jejaknya Masih Terlihat Sampai Sekarang
5 Jenis Pakaian Yang Nggak Perlu Langsung Dicuci Tiap Habis Dipakai
Kenapa Selebriti Sekarang Malah Dandan Maksimal ke Bandara? Ternyata Airport Fashion Sudah Berubah Total
Kain Blackout, Solusi Maksimal untuk Menghalau Cahaya di Dalam Ruang