Ada sesuatu yang sulit dilewatkan
dari koleksi Calla The Label:
warnanya. Merah, kuning, biru, hijau, hingga pink bisa muncul dalam satu
tampilan, berpadu dengan motif floral, grafis, atau bentuk-bentuk yang tidak
biasa.
Potongannya pun tidak selalu
dibuat mengikuti pakem pakaian yang sederhana. Siluet oversized, detail
bervolume, dan permainan proporsi membuat busananya terlihat playful tanpa
kehilangan fungsi sebagai pakaian sehari-hari.
Calla The Label memang dibangun dengan kecintaan pada
warna dan keinginan untuk membuat pakaian terasa lebih ekspresif.
Yuk, cari tahu lebih banyak
tentang brand ini!
CALLA The Label adalah brand fashion asal Bandung yang didirikan
oleh Yeri Afriyani pada 2017.
Sejak awal, Calla membawa pendekatan desain yang cukup berbeda dengan brand fashion lainnya. Warna-warna cerah, motif yang berani, dan bentuk pakaian
yang playful menjadi bagian dari bahasa visual yang terus dibangun hingga
sekarang.
Sejak awal, brand ini memang
memposisikan diri sebagai antitesis dari dominasi warna netral dan pastel yang
waktu itu menguasai industri fesyen lokal. Nama “Calla” sendiri terinspirasi
dari bunga calla lily. Namun,
tampilan koleksinya justru jauh dari kesan sederhana. Calla banyak
mengeksplorasi perpaduan warna, motif, dan siluet untuk menciptakan pakaian
yang terasa lebih hidup.
Karakter itulah yang kemudian
membuat Calla The Label mudah dikenali, bahkan ketika desain dan koleksinya
terus berganti.
Jika harus menggambarkan gaya
Calla The Label dalam beberapa kata, colorful,
playful, bold, dan eksperimental mungkin menjadi pilihan yang paling
tepat. Ciri khas tersebut tidak hanya terlihat dari warna.
da perpaduan antara motif, bahan,
siluet, serta permainan proporsi yang membuat koleksinya memiliki karakter
kuat.
1.
Warna Vibrant dan Berani
Warna merupakan salah satu elemen yang paling
menggambarkan identitas Calla. Alih-alih hanya mengandalkan warna netral,
koleksinya berani mengeksplorasi merah, pink, biru, hijau, kuning, oranye,
hingga kombinasi beberapa warna sekaligus. Pilihan tersebut menciptakan kesan
ceria dan optimistis yang menjadi bagian dari karakter visual brand.
Karena itulah, sebuah kemeja sederhana pun dapat
terlihat berbeda ketika hadir dalam warna yang kuat atau dipadukan dengan
pattern yang ekspresif.
2.
Motif Menjadi Bagian Penting dari Desain
Pattern juga termasuk unsur utama dalam proses desain.
Yeri mengungkap bahwa pola dibuat terlebih dahulu sebelum model pakaian
dikembangkan. Baginya, pattern adalah unsur terbesar dari produk Calla.
Pendekatan ini menghasilkan berbagai motif playful,
mulai dari floral hingga pola grafis dan bentuk-bentuk eksperimental. Calla pun
terlihat seperti sebuah kanvas yang penuh warna dan ilustrasi.
3.
Siluet Oversized
Calla
menggunakan siluet busana kebesaran (oversized)
di banyak koleksi busananya. Pola potongan yang lebih longgar ini memberikan
ruang gerak sekaligus menciptakan kesan santai. Menariknya, siluet oversized
bukan sekadar pilihan estetika. Yeri pernah menjelaskan bahwa potongan relaxed
fit menjadi salah satu daya tarik utama Calla karena memberikan ruang ekstra
bagi pemakainya.
4.
Permainan Volume dan Proporsi
Yeri tak pernah tidak ragu mengeksplorasi bentuk. Detail
bertingkat, lengan dengan volume, potongan asimetris, crop jacket, dress dengan
bentuk yang lebih lepas, hingga permainan panjang-pendek dapat ditemukan dalam
berbagai koleksinya.
Permainan tersebut membuat siluet pakaian terasa lebih
dinamis. Hasil akhirnya bukan sekadar pakaian yang colorful, tetapi busana yang
memiliki karakter ketika dikenakan.
5.
Playful tetapi Tetap Wearable
Di sinilah kekuatan utama CALLA The Label.
Meski warnanya berani dan motifnya cukup
eksperimental, koleksinya tetap diarahkan untuk digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Pakaian tidak dibuat sekadar untuk terlihat menarik di atas runway,
tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan dan kemudahan dikenakan.
Karena itu, karakter Calla bisa dibilang berada di antara statement
fashion dan everyday wear.

Seiring perkembangannya, lini
produk Calla The Label kini tidak hanya berisi pakaian perempuan. Situs
resminya mencantumkan kategori Women, Men, Kids, Sports, Accessories,
serta berberapa koleksi kolaborasi.
Untuk kategori perempuan,
produknya mencakup:
·
Shirt
·
T-shirt
·
Blouse
·
Tunic
·
Skirt
·
Skort
·
Pants
·
Leggings
·
Dress
·
Outerwear
·
Accessories
Sedangkan koleksi untuk pria mencakup
berbagai model shirt, jacket, sweatshirt, hingga celana. Calla juga memperluas
identitas visualnya lewat berbagai aksesori seperti scarf, cap, bag, hingga
item pendukung lainnya.
Salah satu strategi yang membuat merek
ini makin melambung dan memiliki basis penggemar militan—yang dijuluki Calla
Squad—adalah kolaborasi kreatifnya. CALLA tercatat kerap merilis koleksi
eksklusif bersama sejumlah figur publik ternama Indonesia seperti Andien
Aistyah, Febby Rastanti, serta adaptasi film legendaris berjudul Ada Apa Dengan
Calla bersama karakter Rangga dan Cinta.
Calla the Label tercatat pernah
memamerkan koleksi busananya di ajang pameran dagang mode bergengsi
internasional, seperti MAGIC New York
di Amerika Serikat.
Fashion Magazine: Bagaimana Majalah Membentuk Tren dan Dunia Fashion
Calla The Label. Local Brand Fashion Bergaya Colorful dan Playful
Apakah Pelembut Pakaian Benar-Benar Melembutkan Serat Kain? Ini Faktanya!
Nordhic Style, Rumus Sederhana untuk Stylish Maksimal
Apa Itu Horsehair Canvas?
“Polyester” Jadi Hinaan Gen Z: Kok Kain Bisa Berubah Jadi Slang?
5 Rekomendasi Kain Furing untuk Tas Rajut, Jangan Asal Pilih!
Baju Biasa vs Cosplay: Cuma Beda Gaya atau Ada Magic-nya? Simak Bedanya dengan Dunia Fashion!
Stop Kebiasaan Meletakkan Kapur Barus Langsung di Atas Pakaian, Ini Bahayanya!
Bukan Heels Biasa, Ini Alasan Kenapa Kitten Heels Kembali Tren