Kalau melihat Fashion Week dari
media sosial, yang tampak biasanya hanyalah runway
megah, koleksi desainer, selebriti di barisan depan, dan street style yang serba fashionable.
Namun di balik kemewahan tersebut, ternyata ada banyak aturan tidak tertulis
yang menentukan bagaimana seseorang “bermain” di dalamnya.
Fashion Week bukan sekadar datang,
duduk, lalu menonton model berjalan di runway.
Ada hierarki, etika, akses khusus, bahkan urusan siapa yang membayar
perjalanan. InStyle baru-baru ini membahas sejumlah
aturan tak terduga yang berlaku di balik layar Fashion Week.
Lantas, seperti apa sebenarnya
“kode sosial” di salah satu agenda terbesar industri fashion ini?
1. Datang
ke Fashion Week Berarti Siap Difoto
Tidak ada dress code resmi yang mewajibkan semua orang mengenakan pakaian
tertentu. Namun, ada semacam aturan tidak tertulis: tampil sebaik mungkin.
Sumber: wwd.com
Elevated street style menjadi pilihan yang umum. Mulai
dari jeans dan heels, statement top, tas
desainer, sampai outfit yang
benar-benar mencolok. Pasalnya, kamera tidak hanya berada di dalam venue, tetapi juga memenuhi area sekitar
lokasi acara.
Bagi sebagian tamu, outfit bahkan menjadi bagian dari
strategi personal branding.
Penampilan mereka bisa muncul di media fashion atau menjadi konten street style. Jadi, datang ke Fashion
Week sebenarnya juga berarti siap menjadi bagian dari pertunjukan visual itu
sendiri.
2. Undangan
Adalah “Mata Uang” Sosial
Jangan membayangkan semua orang
bisa membeli tiket dan masuk ke fashion show favoritnya. Nyatanya, banyak
pertunjukan dan pesta Fashion Week bersifat invite-only.
Sumber: fashionista.com
Daftar tamu biasanya disusun oleh
tim PR brand dengan mempertimbangkan editor, buyer, influencer,
selebriti, dan berbagai figur industri. Artinya, siapa yang hadir bukan sekadar
soal siapa yang ingin datang, tetapi juga siapa yang dianggap penting bagi brand.
Meski begitu, Fashion Week kini semakin
terbuka melalui pop-up, activation, dan acara publik yang
berlangsung di luar jadwal runway
resmi.
Baca juga: Nggak Cuma Nonton, Ini 5 Manfaat Menghadiri Fashion Show
3. Baju
yang Viral di Runway Belum Tentu Bisa Dibeli
Poin yang satu ini menjadi salah
satu hal yang sering membingungkan penonton awam.
Koleksi yang tampil di Fashion Week
biasanya dipresentasikan jauh sebelum benar-benar masuk toko. Bahkan,
pertunjukan bulan September umumnya menampilkan koleksi Spring/Summer untuk tahun berikutnya.
Jadi, ketika sebuah outfit runway langsung viral di media sosial, konsumen belum
tentu bisa langsung membelinya. Fashion Week memang berfungsi sebagai preview, bukan sekadar peluncuran
produk untuk penjualan instan.
4. Kursi
Front Row Bukan Sekadar Tempat Duduk
Kalau kamu pernah melihat foto
Fashion Week, mungkin menyadari bahwa selebriti tertentu hampir selalu duduk di
barisan paling depan. Itu bukan kebetulan.
Sumber: theimpression.com
Front row memiliki hierarki tersendiri. A-list celebrity, editor-in-chief,
creator besar, dan tamu yang dianggap
penting bagi brand biasanya mendapat
posisi terbaik. Bahkan, beberapa selebriti mengenakan pakaian dari desainer
yang mengadakan show sehingga kehadiran mereka sekaligus menjadi momen promosi.
Dengan kata lain, posisi duduk bisa
menjadi simbol status dan nilai seseorang bagi sebuah brand.
5.
Backstage Juga Punya “VIP Access”
Sumber: animalia-life.club
Pertunjukan runway memang menjadi pusat perhatian, tetapi backstage tidak kalah menarik. Area ini bisa menjadi tempat khusus
bagi beauty editor dan influencer yang mendapatkan undangan
dari desainer atau sponsor kecantikan.
Di sanalah proses hair styling, makeup, dan nail art dilakukan
beberapa menit sebelum model berjalan ke runway.
Tidak mengherankan jika berbagai tren kecantikan justru pertama kali terlihat
oleh publik melalui konten backstage.
6. Ada
Etika Saat Menonton Runway
Meski suasananya terlihat glamor,
menonton fashion show tetap memiliki
etika.
Sumber: www.vogue.com
Tamu biasanya diharapkan duduk di
tempat yang telah ditentukan, tidak terlalu banyak mengobrol, dan tidak
menggunakan flash yang dapat
mengganggu model maupun fotografer. Mengabadikan outfit favorit tentu diperbolehkan, tetapi mengangkat ponsel
terus-menerus hingga menghalangi pandangan orang di belakang jelas bukan
tindakan yang ideal.
Pertunjukan runway biasanya berlangsung singkat. Karena itu, ada satu aturan
sederhana: beri kesempatan pakaian dan pertunjukannya untuk menjadi pusat
perhatian.
Baca juga: 6 Acara Mode Paling Berpengaruh di Dunia
7. Datang
Terlambat Bisa Jadi Masalah, Meski Show-nya Ikut Telat
Fashion Week memiliki paradoks
tersendiri. Pintu venue bisa ditutup
tepat waktu, tetapi pertunjukannya justru belum tentu dimulai sesuai jadwal.
Beberapa venue bahkan tidak mengizinkan tamu masuk setelah pintu ditutup. Namun
di sisi lain, show bisa saja baru
dimulai 30 menit hingga satu jam lebih lambat.
Bagi orang yang harus berpindah
dari satu show ke show lainnya di kota yang sama,
keterlambatan seperti ini bisa mengacaukan seluruh jadwal hari itu.
8. Fashion
Week Tidak Selalu Berarti Semua Biaya Ditanggung
Sumber: me.mashable.com
Dari luar, Fashion Week terlihat
seperti perjalanan glamor penuh fasilitas. Kenyataannya, di balik glamornya
Fashion Month, siapa yang membayar tiket pesawat, hotel, hingga transportasi
sangat bergantung pada peran seseorang.
Talent yang bekerja sama dengan brand
mungkin mendapatkan transportasi atau akomodasi sebagai bagian dari partnership. Sementara itu, editor bisa
saja menggunakan transportasi umum atau mengajukan biaya perjalanan kepada
perusahaan tempat mereka bekerja. Dan bila tidak ada kerja sama khusus dengan brand, peserta Fashion Week
internasional bahkan bisa harus menanggung biaya perjalanan mereka sendiri.
Fashion
Week Lebih dari Sekadar Runway
Pada akhirnya, Fashion Week bukan
hanya tentang pakaian yang berjalan di atas catwalk.
Ada ekosistem sosial dan bisnis yang ikut menentukan siapa yang hadir, di mana
mereka duduk, apa yang mereka kenakan, hingga akses apa yang mereka dapatkan.
Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa
fashion juga bekerja melalui relasi, reputasi, eksklusivitas, dan nilai
komersial. Bahkan sebuah kursi di front
row dapat menjadi simbol bahwa seseorang memiliki posisi tertentu dalam
industri.
Mungkin itulah alasan Fashion Week
selalu terlihat begitu menarik dari luar. Yang kita lihat hanyalah runway-nya, sementara di baliknya
terdapat permainan sosial yang sama menariknya dengan koleksi yang dipamerkan.
Baca juga: 4 Event Fashion Terbesar dan Terpopuler Di Dunia, Cita-cita Para Desainer
Kain TC vs TR, Apa Sih Bedanya?
Fashion Week Ternyata Punya Aturan Tak Tertulis: Dari Front Row sampai Siapa yang Bayar Tiket
Soda Ash, Fungsi dan Cara Menggunakannya untuk Pewarnaan Kain
Warna Pakaian yang Pantang Buat Kamu yang Gampang Berkeringat
Rahasia Di Balik Kacamata Hitam Selebriti: Alasan Kenapa Bikin Look Langsung Naik Kelas!
Fashion Magazine: Bagaimana Majalah Membentuk Tren dan Dunia Fashion
Calla The Label, Local Brand Fashion yang Mendunia Dengan Gaya Colorful dan Playful
Apakah Pelembut Pakaian Benar-Benar Melembutkan Serat Kain? Ini Faktanya!
Nordhic Style, Rumus Sederhana untuk Tampil Comfy
Apa Itu Horsehair Canvas?