Kain nonvowen adalah jenis bahan tekstil
yang terbentuk dari susunan serat yang tidak dipintal ataupun ditenun. Dibuat
menggunakan bahan dasanya serat sintetis, serat alami, atau serat campuran yang
disatukan dengan panas, bahan kimia maupun proses mekanis (felting dan hidro
weaving).
Dibandingkan kain tenun
konvensional, biaya produksi kain non-woven jauh lebih rendah. Bobotnya juga ringan
serta memiliki kemampuan saring yang baik. Pada prinsipnya, mekanisme pembuatan
kain non-woven terbagi menjadi dua tahapan utama yaitu pembentukan web (menyusun
serat jadi lembaran) dan pengikatan serat.
Berikut ulasan lengkapnya:
1. Pembentukan web (web forming)
Web-forming merupakan fondasi dari seluruh proses pembuatan kain non-woven. Dimana
serat yang semula terpisah tak beraturan, disusun menjadi sebuah lembaran
kohesif yang disebut 'web'. Mekanisme ini sangat menentukan struktur dan
karakteristik dasar kain yang akan dihasilkan.
da tiga cara utama untuk melakukannya:
·
Dry-laid
(Pembentukan Kering)
Metode ini
menggunakan serat pendek (stapel) yang dilepaskan dan disebarkan secara acak
atau searah menggunakan aliran udara atau mesin carding. Proses ini
mirip dengan menyisir serat untuk mendapatkan susunan yang rapi. Metode ini
ideal untuk menghasilkan kain dengan berat ringan hingga sedang, seperti
lapisan dalam pada produk higienis.
·
Wet-laid
(Pembentukan Basah)
Mirip dengan
proses pembuatan kertas, serat dicampur dengan air untuk membentuk bubur.
Campuran ini kemudian disaring, di mana airnya dihilangkan, menyisakan lembaran
serat yang saling terjalin. Metode ini menghasilkan kain yang sangat seragam
dan sering digunakan untuk filter, bahan medis, dan kain lap pembersih.
·
Spun-laid
(Pembentukan Langsung)
Ini adalah
metode yang paling modern. Polimer leleh diekstrusi melalui lubang-lubang kecil
(spinneret) untuk membentuk filamen-filamen panjang yang tak terputus.
Filamen ini kemudian didistribusikan secara acak pada sabuk berjalan untuk
membentuk web. Salah satu contoh paling umum dari metode ini adalah kain spunbond,
yang dikenal karena kekuatannya.
2. Pengikatan serat (bonding)
Setelah web terbentuk, serat harus diikat secara
permanen agar menjadi kain yang kuat. Proses pengikatan ini menentukan sifat
akhir dari kain non-woven.
·
Pengikatan
Termal (Thermal Bonding)
Metode ini
menggunakan panas dan tekanan untuk melelehkan sebagian serat termoplastik,
sehingga mereka saling menempel. Contohnya adalah melalui rol panas (kalender)
yang menekan web, atau metode udara panas yang mengikat serat di seluruh web.
Kain yang dihasilkan dari proses ini cenderung kuat dan stabil.
·
Pengikatan
Mekanis (Mechanical Bonding)
Needle
Punching: Ribuan jarum bergerigi menusuk web serat, mengacak dan
menjerat serat-serat, sehingga saling mengunci. Hasilnya adalah kain yang
tebal, padat, dan sangat kuat, sering digunakan untuk karpet, geotekstil, dan
isolasi.
Hydroentangling (Spunlace): Ini adalah metode ikatan bebas bahan kimia yang menggunakan semburan air bertekanan tinggi untuk mengikat serat. Aliran air yang kuat mengacak dan menjerat serat-serat, membentuk ikatan yang kuat. Kain yang dihasilkan sangat lembut dan menyerap, menjadikannya pilihan ideal untuk tisu basah dan kain pembersih.
Melt
blown (peleburan lelehan)
Sebenarnya,
proses meltblown hampir mirip spun-laid,
tapi hasilnya jauh lebih halus dengan efisiensi filtrasi lebih tinggi. meltblown dibuat dengan mengekstruksi polimer
cair melalui nozel kecil untuk membentuk serat mikro yang dihamparkan dalam
pola acak untuk membentuk jaring. Contohnya yaitu kain nonwoven meltblown PP yang
umum diaplikasikan pada masker wajah dan filter.
·
Pengikatan
Kimia (Chemical Bonding): Metode
ini menggunakan bahan perekat, seperti lem atau polimer akrilik, yang
disemprotkan atau dicelupkan ke web. Setelah kering atau dipanaskan, bahan
pengikat akan mengunci serat-serat. Kain yang dihasilkan cenderung lebih kaku
dan kuat, sering digunakan sebagai bahan pelapis atau pengisi.
Itulah beberapa metode yang digunakan dalam produksi kain non-woven. Atas dasar mekanisme tersebut kain non-woven
terbagi menjadi beberapa jenis, seperti kain spunbond, needlepunch, wet-laid, spunlace,
dan kain melt-blown.