Kenapa laundry selalu mencuci sprei, selimut, handuk, serta linen lain secara terpisah dari pakaian? Mungkin kamu perpikir “itu hanya menambah biaya cuci”. Padahal mereka sedang menyelamatkan pakaianmu dari kerusakan, lho.
Yups, pakaian memang tidak bisa dicuci bersamaan dengan handuk, selimut atau linen lain karena banyak alasan. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya!
Mesin cuci penuh pakaian, handuk, dan sprei, memang praktis dan hemat waktu. Namun, kamu perlu berhati-hati karena kebiasaan ini bisa bikin pakaian cepat rusak, hasil cucian kurang bersih. Bahkan merusak mesin cuci kesayanganmu.
Setiap jenis kain itu punya
karakter berbeda. Handuk misalnya, tebal dan menyerap air lebih banyak. Sprei
cenderung lebar dan bisa “membungkus” pakaian lain di dalam tabung. Sementara
baju halus mudah rusak kalau tergesek bahan kasar seperti denim atau jaket.
Kalau semua dicampur, hasilnya bisa kacau—bukan cuma cucian nggak bersih, tapi
juga bisa meninggalkan serat, noda, bahkan bau apek.
Handuk umumnya terbuat dari bahan katun tebal dengan
daya serap tinggi, seperti terry cotton. Teksturnya yang berbulu halus
berfungsi untuk menyerap air. Tetapi saat dicuci, serat-serat kecil dari handuk
bisa mudah lepas dan menempel di pakaian lain, terutama pada bahan sintetis
atau warna gelap. Akibatnya, pakaian bisa terlihat berbulu dan kusam.
Sebaliknya, pakaian biasanya memiliki tekstur yang
lebih halus atau tipis. Jika dicuci bersama handuk, gesekan antara kedua jenis
kain ini bisa mempercepat keausan pada pakaian.
Handuk adalah kain yang sering digunakan dalam kondisi
lembap, baik setelah mandi maupun olahraga. Sebuah kondisi yang ideal untuk perkembangbiakan bagi bakteri dan jamur. Jika dicuci bersama pakaian,
mikroorganisme bisa berpindah dan menempel ke serat pakaian.
Akibatnya, baju pun tetap berbau tidak sedap meskipun sudah dicuci.
Untuk hasil maksimal, handuk sebaiknya dicuci menggunakan air hangat (sekitar 60°C) agar bakteri benar-benar mati. Sedangkan warna atau elastisitas bahan pakaian justru bisa rusak pada suhu tersebut.
Baca Juga:
Laundry Kiloan vs Self Service, Mana yang Lebih Baik?
Handuk membutuhkan pencucian yang lebih kuat dengan detergen ekstra agar kotoran dan minyak tubuh terangkat sempurna. Sementara itu, pakaian cukup dicuci dengan putaran lembut dan detergen ringan.
Jika
keduanya dicampur, hasilnya bisa tidak optimal: handuk jadi kurang bersih. Sedangkan pakaian bisa cepat rusak akibat putaran yang terlalu kuat.
Beberapa handuk, terutama yang baru, cenderung mudah
luntur saat pertama kali dicuci. Warna yang keluar bisa menodai pakaian,
terutama warna-warna terang. Selain itu, serat handuk yang rontok dapat
menempel dan sulit dihilangkan dari bahan seperti polyester atau rayon.
Karena ketebalannya, handuk membutuhkan waktu pengeringan lebih lama dibanding pakaian. Jika dikeringkan bersamaan, kelembapan dari handuk bisa tertahan dan memperlambat proses pengeringan pakaian lain, terutama dalam mesin pengering.
Ini membuat konsumsi listrik meningkat dan hasil akhir kurang maksimal.
Pemisahan jenis cucian menjadi hal yang wajib di laundry professional. Demikian juga dengan kebiasaan mencuci yang seharusnya Karena setiap bahan harus mendapat perawatan yang sesuai. Demikian pula saat menggunakan mesin cuci di rumah.
Selain handuk, ini beberapa daftar
barang yang sebaiknya tidak dicuci
bersamaan dengan baju kesayanganmu:
1. Selimut
Sama halnya
dengan handuk, selimut adalah jenis linen paling sering bikin masalah
kalau dicuci bareng pakaian. Keduanya memiliki daya serap tinggi, sehingga air
dan sabun akan terserap ke sana, sementara pakaian lain kurang terbilas. Selain
itu, serat handuk yang rontok bisa nempel di baju dan bikin hasil cucian
terlihat kotor.
2.
Pakaian Dalam
Buat kami di laundry, pakaian dalam selalu punya
kategori khusus. Alasannya sederhana: area ini paling sensitif, jadi perlu
higienitas tinggi. Kalau dicampur, bakteri dari pakaian dalam bisa berpindah ke
pakaian lain, apalagi kalau dicuci pakai air dingin.
3. Jeans dan Bahan Denim
Bahan denim termasuk yang paling keras. Kalau berputar
di mesin bersama kain lembut seperti kaus atau blus, gesekannya bisa bikin
serat halus rusak. Warna jeans juga sering luntur, bisa menodai pakaian lain.
Karena itu, denim selalu kami cuci terpisah.
4.
Jaket atau Sweater Berbulu
Jenis bahan berbulu seperti fleece, wol, atau bahan rajut sering rontok saat dicuci. Kalau dicampur, bulunya bakal nempel di pakaian lain, terutama yang berwarna gelap. Hasilnya? Cucian jadi penuh serat dan susah dibersihkan.
Baca Juga:
Kapan Kita Harus Mengganti Sprei, Selimut, Handuk Dan Peralatan Harian Lainnya? Ini Panduannya!
5.
Pakaian Bayi
Ini yang paling sering dilupakan pelanggan! Pakaian bayi
harus dicuci dengan detergen lembut tanpa pewangi atau bahan kimia keras. Kalau
dicampur dengan pakaian dewasa, sisa detergen atau kotoran berat bisa bikin
kulit bayi iritasi. Di laundry, pakaian bayi selalu kami pisahkan dan pakai
detergen khusus.
6.
Kaos Kaki
Kaos kaki sering kali paling kotor karena menumpuk
debu dan bakteri dari kaki. Kalau dicampur, kotorannya bisa berpindah ke baju
lain. Solusinya, cuci kaos kaki terpisah, bahkan lebih baik jika direndam air
hangat sebelum dimasukkan ke mesin.
7. Sprei dan sarung bantal
Karena sprei memiliki luas permukaan yang besar, ia
bisa membuat siklus pencucian menjadi tidak seimbang. Saat siklus mesin cuci
sedang berlangsung, sprei bisa membungkus pakaian lain, membuat air dan
deterjen tidak tersebar rata. Bagian yang masih kotor pun jadi tidak tersentuh.
Hasil pencucian pun jadi kurang maksimal.
8. Linen dapur dan kamar mandi
Kain-kain seperti tirai dapur, lap tangan, atau alas
wastafel sering terkena sisa sabun, minyak, atau bahan kimia. Jika dicampur
dengan pakaian, zat-zat tersebut dapat menempel pada serat kain dan menyebabkan
noda sulit hilang.
Mencampur semua cucian mungkin tampak lebih efisien, tapi
dampaknya justru bisa merugikan. Warna kain mudah pudar, serat rusak, hingga
penumpukan bakteri bisa terjadi hanya karena salah memisahkan cucian.
Sama-sama Dipakai Untuk Logo, Ini Bedanya Emblem Bordir dan Emblem Woven
Perbedaan Top Note, Middle Note, dan Base Note pada Parfum
Victoria’s Secret Angel Wings: Bukan Sekadar Sayap, Ini Rahasia di Balik Ikon Fashion Show!
Dari Seragam sampai Celana Tongkrongan, Ini Alasan American Drill Selalu Dipilih Sebagai Bahan Celana
Berapa Meter Kain Kafan yang Dibutuhkan untuk Satu Jenazah? Ini Perkiraannya!
Fantasy Bra: Ketika Bra Berubah Jadi Perhiasan Bernilai Rp800 Miliar
Whimsy dan Whimsygoth Fashion, Estetika Nyentrik yang Terinspirasi Dunia Fantasi
Kenapa Niche Bisnis Fashion Komunitas Lebih Menguntungkan? Ini Jawabannya!
LYCRA Kembangkan Spandeks Berbahan Nabati dan Teknologi Daur Ulang
Kok Ada Kain yang Adem di Kulit, tapi Bikin Gerah Saat Dipakai?