Emblem menjadi slahj satu ikon yang diperuntukkan sebgai identitas brand yang mmperkuat brandning pulai dari seragam kerja, jaket komunitas, hingga produk fashion bermerek. Selain berfungsi sebagai identitas, emblem juga bisa memperkuat tampilan pakaian agar terlihat lebih khas dan profesional. Dua jenis yang cukup populer adalah emblem bordir dan emblem woven.
Sekilas, keduanya memang terlihat
serupa karena sama-sama menampilkan logo, tulisan, atau simbol pada sepotong
bahan. Padahal dua metode ini jelas memilik perbedaan emblem bordir dan woven terletak pada teknik pembuatan, tekstur
permukaan, tingkat detail, hingga karakter tampilannya. Lantas, mana
yang lebih cocok untuk kebutuhan pakaianmu?
Emblem dikenal juga sebagai patches atau badge adalah lambang atau tanda visual yang digunakan sebagai penunjuk identitas sebuah merek, organisasi, komunitas atau institusi. Bentuknya bisa berupa logo, tulisan, atau simbol yang dibuat pada bahan tertentu, lalu dipasang pada pakaian, tas, topi, dan permukaan lain. Karena visualnya yang unik, emblem juga bisa menjadi elemen dekoratif yang memperkuat karakter produk.
Berdasarkan teknik pembuatannya, badge terbagi menjadi dua jenis, yaitu emblem bordir dan emblem woven. Berikut
penjelasan lengkapnya:
·
Emblem bordir adalah emblem yang dibuat
dengan membentuk gambar atau tulisan menggunakan benang jahit di atas kain
dasar. Benang disusun mengikuti pola desain sehingga menghasilkan motif yang
tampak timbul dan memiliki tekstur khas. Logo pada seragam sekolah, seragam
kerja, dan jaket organisasi sering menggunakan teknik ini.
Baca Juga:
American Drill vs Japan Drill, Apa Sih Bedanya?
·
Emblem woven adalah emblem yang motif
atau desainnya dibentuk melalui proses tenun. Benang-benang disilangkan untuk
menghasilkan gambar, tulisan, atau logo secara langsung pada permukaan bahan.
Karena desain terbentuk dari susunan benang, emblem woven umumnya memiliki
permukaan lebih rata dan detail yang relatif halus.
Keduanya dipotong sesuai bentuk
desain, kemudian dijahit atau dipasang di bagian tertentu pada pakaian. Bahan
dasar emblem bordil seringkali berupa kain twill dan drill. Sedangkan, emblem
woven umumnya tidak membutuhkan kain dasar, karena desainnya dibentuk melalui
proses penenunan benang itu sendiri.
Meski sama-sama menampilkan logo,
tulisan, atau simbol pada pakaian. Namun, keduanya memiliki perbedaan dari segi
teknik pembuatan, tekstur, ketebalan, hingga kemampuan menampilkan detail
desain. Berikut penjelasannya.
Emblem bordir dibuat dengan menyulamkan benang pada kain
dasar mengikuti pola desain. Benang dijahit berulang kali hingga membentuk gambar
atau tulisan yang diinginkan. Kepadatan jahitan akan memengaruhi ketebalan dan
tampilan akhirnya.
Sedangkan emblem woven dibuat melalui proses tenun. Dimana
benang saling disilangkan langsung pada struktur kain membentuk gambar atau
tulisan. Karena desain terbentuk dari susunan benang, emblem woven tidak butuh
jahitan bordir tambahan untuk menghasilkan motif.
Perbedaaan kedua ada di karakter permukaannya. Tekstur
emblem bordir seringkali lebih tebal dan timbul karena benang jahit berada di
atas kain dasar. Detail ini memberi kesan tegas dan klasik, terutama untuk logo
berukuran cukup besar.
Sebaliknya, permukaan emblem woven cenderung memiliki lebih
rata, tipis, dan halus. Desainnya terlihat menyatu dengan struktur tenunan
sehingga memberikan kesan rapi dan tidak terlalu menonjol ketika dipasang pada
pakaian.
Baca Juga:
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Kain Untuk Media Bordir
Emblem woven lebih unggul untuk desain tulisan kecil,
garis tipis, atau bentuk-bentuk rumit. Kerapatan susunan benang memungkinkan
detail visual yang lebih jelas pada bidang yang relatif kecil.
Walaupun emblem bordir menghasilkan desain yang
menarik, detail sangat kecil berpotensi terlihat kurang jelas akibat ketebalan
benang dan kepadatan jahitan. Karena itu, desain bordir biasanya perlu
disesuaikan agar setiap elemen tetap mudah dikenali.
Struktur emblem bordir cenderung tebal, terutama jika
menggunakan jahitan rapat atau lapisan kain dasar yang kokoh. Hal tersebut
membuatnya terlihat menonjol dan terasa lebih kaku.
Di sisi lain, emblem woven umumnya lebih tipis dan
fleksibel. Karakter itu membuatnya cocok untuk bahan pakaian yang tidak terlalu
tebal. Meski demikian, ketebalan akhir kedua jenis emblem tetap bergantung pada
bahan dasar serta metode pemasangannya.
Dari segi penggunaan, emblem bordir sering dijumpai
pada seragam sekolah, seragam kerja, jaket varsity, jaket komunitas, dan
pakaian yang membutuhkan lambang dengan tampilan tegas.
Lain halnya dengan emblem woven yang lebih banyak
dimanfaatkan sebagai label merek, logo pakaian, aksesori, dan produk fashion dengan
detail visual lebih halus.
Pemilihan antara dua jenis emblem ini sebaiknya mempertimbangkan
desain, ukuran bidang, karakter pakaian, serta tampilan akhir. Bukan hanya
berdasarkan jenis pakaian yang akan diberi emblem.
Intinya, kalau kamu melihat
emblem dengan benang yang membentuk jahitan menonjol di atas permukaan kain,
kemungkinan besar itu emblem bordir. Tapi, jika detail logonya tampak menyatu
dengan anyaman kain dan permukaan lebih rata, kemungkinan itu adalah emblem
woven.
Semoga pengetahuan ini
bermanfaat, ya!
Sama-sama Dipakai Untuk Logo, Ini Bedanya Emblem Bordir dan Emblem Woven
Perbedaan Top Note, Middle Note, dan Base Note pada Parfum
Victoria’s Secret Angel Wings: Bukan Sekadar Sayap, Ini Rahasia di Balik Ikon Fashion Show!
Dari Seragam sampai Celana Tongkrongan, Ini Alasan American Drill Selalu Dipilih Sebagai Bahan Celana
Berapa Meter Kain Kafan yang Dibutuhkan untuk Satu Jenazah? Ini Perkiraannya!
Fantasy Bra: Ketika Bra Berubah Jadi Perhiasan Bernilai Rp800 Miliar
Whimsy dan Whimsygoth Fashion, Estetika Nyentrik yang Terinspirasi Dunia Fantasi
Kenapa Niche Bisnis Fashion Komunitas Lebih Menguntungkan? Ini Jawabannya!
LYCRA Kembangkan Spandeks Berbahan Nabati dan Teknologi Daur Ulang
Kok Ada Kain yang Adem di Kulit, tapi Bikin Gerah Saat Dipakai?