Sol sepatu mulai menganga, padahal bagian atasnya masih bagus dan nyaman dipakai? Masalah ini kerap terjadi pada sepatu yang dipakai setiap hari, terutama jika sering terkena air, panas, serta tekanan. Ketika daya rekatnya menurun, sambungan antara sol dan bagian atas sepatu bisa melemah sehingga sepatu lebih mudah rusak.
Kabar baiknya, ada beberapa cara menjaga lem sepatu tetap awet. Berikut
definisinya!
Lem sepatu adalah bahan perekat yang digunakan untuk menyatukan berbagai
komponen alas kaki, seperti bagian atas sepatu, sol luar, sol tengah, dan
lapisan dalam. Penggunaan lem membantu proses produksi sepatu menjadi lebih
praktis sekaligus menghasilkan sambungan yang kuat dan fleksibel.
Jenis lem yang digunakan biasanya disesuaikan dengan material sepatu dan
bagian yang akan direkatkan. Beberapa di antaranya adalah lem berbasis karet,
lem poliuretan (PU), serta perekat berbasis pelarut yang umum digunakan dalam
industri alas kaki.
Selain merekatkan sol, lem juga dapat digunakan untuk memasang lapisan
dalam, memperkuat bagian tertentu, dan menyatukan komponen dekoratif. Meski
demikian, tidak semua sepatu sepenuhnya mengandalkan lem karena sebagian model
menggunakan jahitan, teknik vulkanisasi, atau kombinasi beberapa metode
penyambungan.

Setelah mengetahui jenis sepatu yang banyak menggunakan perekat, penting
untuk memahami cara merawatnya. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu
terapkan agar lem sepatu tidak cepat rusak.
1.
Hindari Paparan Panas Berlebihan
Panas
berlebihan dapat memengaruhi daya rekat sejumlah jenis lem sepatu. Karena itu,
hindari meninggalkan sepatu di dalam mobil yang terparkir di bawah terik
matahari atau menjemurnya terlalu lama di bawah sinar matahari langsung.
Jika sepatu
basah, cukup angin-anginkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik.
Hindari penggunaan pengering bersuhu tinggi, terutama jika material dan jenis
perekatnya tidak dirancang untuk menerima panas tersebut.
2.
Jangan Biarkan Sepatu Terlalu Lama dalam
Kondisi Basah
Air tidak
selalu langsung merusak lem sepatu, terutama jika perekat yang digunakan memang
tahan air. Namun, kelembapan berkepanjangan, paparan air berulang, dan
pengeringan yang tidak tepat dapat mempercepat kerusakan material serta
sambungan tertentu.
Setelah
terkena hujan atau air, bersihkan sepatu sesuai jenis bahannya, lalu keringkan
secara alami. Jika diperlukan, keluarkan tali dan sol dalam agar bagian dalam
sepatu lebih cepat kering.
3.
Bersihkan Sepatu secara Rutin
Debu dan
kotoran yang menumpuk dapat membuat sepatu terlihat kusam sekaligus menyulitkan
pemeriksaan kondisi sambungan sol. Bersihkan permukaan sepatu menggunakan sikat
lembut atau kain yang sesuai dengan materialnya.
Hindari
menggosok bagian sambungan sol terlalu keras atau menggunakan bahan pembersih
yang berpotensi merusak material dan perekat. Pastikan juga sepatu benar-benar
kering sebelum disimpan.
Baca Juga:
Teknologi Bubble Wash, Solusi Cucian Bersih Tanpa Drama Baju Rusak!
4.
Gunakan Sepatu Sesuai Peruntukannya
Setiap sepatu
dirancang untuk aktivitas yang berbeda. Sneakers kasual tidak selalu cocok
untuk olahraga intensif, begitu pula sepatu formal yang tidak dirancang untuk
digunakan pada medan yang berat.
Penggunaan
sepatu di luar peruntukannya dapat meningkatkan tekanan pada bagian tertentu,
termasuk sambungan antara upper dan sol. Pilih alas kaki yang sesuai
dengan aktivitas agar konstruksinya tidak cepat mengalami kerusakan.
5.
Simpan Sepatu di Tempat yang Kering dan
Berventilasi
Cara menyimpan
sepatu juga berpengaruh terhadap kondisi material dan perekatnya. Simpan sepatu
di tempat yang kering, tidak terlalu panas, dan memiliki sirkulasi udara yang
baik.
Jika
menggunakan kotak sepatu, pastikan alas kaki sudah kering sepenuhnya sebelum
dimasukkan. Hindari menyimpan sepatu basah di dalam kotak tertutup dalam waktu
lama karena kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur dan bau tidak
sedap.
6.
Hindari Menekuk atau Menarik Sol secara
Berlebihan
Kebiasaan
menekuk ujung sepatu dengan paksa, menarik sol yang mulai terbuka, atau melepas
sepatu dengan menginjak bagian belakangnya dapat menambah tekanan pada
sambungan.
Saat melepas
sepatu, gunakan tangan atau alat bantu seperti shoehorn jika diperlukan.
Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi tekanan yang tidak perlu pada
bagian tumit dan sambungan sepatu.
7.
Segera Perbaiki Lem yang Mulai Terlepas
Jangan
menunggu sampai sol terbuka lebar untuk memperbaiki sepatu. Jika terlihat celah
kecil di antara sol dan bagian atas, segera periksa kondisinya.
Kerusakan ringan
umumnya lebih mudah ditangani daripada sambungan yang sudah terlepas hampir
seluruhnya. Kamu bisa membawa sepatu ke jasa reparasi untuk memastikan jenis
perekat dan teknik perbaikan yang sesuai dengan materialnya.
Selain faktor perawatan, ada
beberapa hal yang dapat menyebabkan lem sepatu kehilangan daya rekat, antara
lain:
·
Kualitas perekat: Jenis dan kualitas lem
memengaruhi kekuatan sambungan serta ketahanannya terhadap air, panas, dan
tekanan.
·
Persiapan permukaan yang kurang tepat:
Debu, minyak, atau permukaan yang tidak dipersiapkan dengan baik dapat
mengurangi kekuatan ikatan perekat.
·
Tekanan dan tekukan berulang: Bagian
depan dan sisi sol sering mengalami gerakan berulang ketika digunakan berjalan.
·
Kondisi penyimpanan: Suhu dan kelembapan
yang tidak sesuai dapat mempercepat penuaan material tertentu.
·
Usia sepatu: Perekat dapat mengalami
penurunan kualitas seiring waktu, bahkan ketika sepatu jarang dipakai.
Perlu diingat bahwa sol yang
terlepas tidak selalu disebabkan oleh cara pemakaian. Kualitas konstruksi,
kompatibilitas perekat dengan material, dan kondisi penyimpanan juga berperan
dalam menentukan ketahanan sambungan.
Cara Menjaga Lem Sepatu Tetap Awet agar Sol Tidak Mudah Terlepas
Kenapa Lap Kacamata Selalu Dibuat dari Kain Microfiber? Ini Faktanya!
Sama-sama Dipakai Untuk Logo, Ini Bedanya Emblem Bordir dan Emblem Woven
Perbedaan Top Note, Middle Note, dan Base Note pada Parfum
Victoria’s Secret Angel Wings: Bukan Sekadar Sayap, Ini Rahasia di Balik Ikon Fashion Show!
Dari Seragam sampai Celana Tongkrongan, Ini Alasan American Drill Selalu Dipilih Sebagai Bahan Celana
Berapa Meter Kain Kafan yang Dibutuhkan untuk Satu Jenazah? Ini Perkiraannya!
Fantasy Bra: Ketika Bra Berubah Jadi Perhiasan Bernilai Rp800 Miliar
Whimsy dan Whimsygoth Fashion, Estetika Nyentrik yang Terinspirasi Dunia Fantasi
Kenapa Niche Bisnis Fashion Komunitas Lebih Menguntungkan? Ini Jawabannya!