Pernah merasa beberapa tren fashion
masa kini terlihat seperti sesuatu yang pernah populer puluhan tahun lalu?
Celana cutbray, rok mini, sepatu platform,
hingga motif tie-dye merupakan contoh
gaya yang berkali-kali muncul kembali dalam dunia fashion. Menariknya, banyak
di antaranya berasal dari era 1960-an dan 1970-an.
Meskipun sudah berlalu lebih dari
setengah abad, kedua dekade tersebut seolah tidak pernah benar-benar kehilangan
pengaruhnya. Koleksi runway, gaya
selebritas, hingga tren streetwear
masih sering mengambil inspirasi dari periode tersebut. Lantas, mengapa fashion
era 60-an dan 70-an begitu mudah kembali populer?
Era
1960-an: Ketika Fashion Menjadi Simbol Kebebasan
Tahun 1960-an merupakan periode
perubahan besar dalam kehidupan sosial dan budaya. Generasi muda mulai memiliki
pengaruh lebih besar terhadap perkembangan tren, sementara perubahan pandangan
mengenai gender, musik, dan kebebasan berekspresi turut memengaruhi cara orang
berpakaian.
Mary Quant. Sumber: www.bbc.com
Salah satu ikon paling identik
dengan periode ini adalah rok mini atau miniskirt
yang dipopulerkan oleh desainer Inggris, Mary
Quant. Potongan rok yang jauh di atas lutut tersebut menjadi simbol gaya
anak muda sekaligus perubahan norma berpakaian perempuan.
Selain miniskirt, era ini juga melahirkan gaya Mod dengan siluet
sederhana, warna kontras, motif geometris, serta sepatu boots. Menjelang akhir dekade, pengaruh gerakan hippie menghadirkan gaya yang lebih
santai melalui pakaian longgar, motif floral,
fringe, hingga tie-dye.
Pengaruhnya masih terlihat dalam
berbagai tren modern, mulai dari micro
mini skirt, shift dress, hingga
penggunaan motif retro yang kembali menghiasi koleksi desainer.
Era
1970-an: Kebebasan Bereksperimen dengan Siluet dan Warna
Memasuki 1970-an, fashion semakin
beragam. Pengaruh budaya hippie
berkembang menjadi gaya bohemian yang
identik dengan maxi dress, crochet, suede, fringe, dan motif
etnik.
Sumber: www.cracked.com
Di sisi lain, celana bell-bottom atau cutbray menjadi salah satu tren paling ikonik. Potongannya yang
melebar dari lutut ke bawah memberikan karakter khas yang berbeda dari siluet
celana pada dekade sebelumnya.
Warna-warna bumi seperti cokelat, mustard, oranye, dan hijau zaitun juga
mendominasi berbagai koleksi pakaian. Sementara itu, perkembangan budaya disko
menghadirkan material mengilap, jumpsuit,
platform shoes, dan pakaian dengan
potongan lebih berani.
Berbagai elemen tersebut masih
sering diadaptasi dalam fashion kontemporer. Celana flare, atasan crochet,
sepatu platform, hingga gaya boho
menjadi bukti bahwa estetika 1970-an tetap memiliki tempat tersendiri.
Siklus 20
Tahun: Mengapa Tren Lama Bisa Populer Kembali?
Salah satu teori yang sering
digunakan untuk menjelaskan fenomena ini adalah 20-year fashion cycle. Teori tersebut menggambarkan kecenderungan
tren fashion untuk kembali populer setelah kurang lebih dua dekade.
Sumber: www.marieclaire.co.uk
Fenomena ini berkaitan dengan
pergantian generasi. Ketika sebuah tren mulai dianggap kuno oleh generasi yang
pernah mengalaminya, generasi berikutnya justru dapat melihatnya sebagai
sesuatu yang unik dan menarik.
Penelitian yang dilakukan para
peneliti dari Northwestern University pada 2026 turut memberikan bukti menarik.
Mereka menganalisis sekitar 37.000 gambar pakaian dari periode 1869 hingga masa
modern, termasuk perubahan panjang rok, garis pinggang, dan bentuk pakaian.
Hasilnya menunjukkan bahwa tren
fashion memang cenderung mengalami siklus popularitas sekitar 20 tahun.
Artinya, kemunculan kembali gaya lama bukan sekadar kebetulan atau perasaan
nostalgia.
Nostalgia
dan Media Sosial Mempercepat Kebangkitan Tren Retro
Sumber: vogue.ua
Selain siklus generasi, nostalgia
juga menjadi salah satu faktor yang membuat fashion retro terus diminati. Gaya
berpakaian dari masa lalu sering menghadirkan kesan familiar, tetapi tetap
terasa menarik ketika dipadukan dengan elemen modern.
Media sosial turut mempercepat
proses tersebut. TikTok, Instagram, dan Pinterest membuat referensi fashion
dari berbagai dekade semakin mudah ditemukan. Generasi muda pun dapat
mengeksplorasi gaya yang bahkan belum pernah mereka alami secara langsung.
Menariknya, kebangkitan tren lama
saat ini tidak selalu mengikuti urutan waktu. Berbagai estetika dari era
berbeda bisa populer secara bersamaan karena pengaruh algoritma dan budaya
digital.
Fashion
Lama Tidak Sekadar Diulang, tetapi Diinterpretasikan Kembali
Meskipun banyak tren lama kembali
populer, bukan berarti industri fashion hanya menyalin desain dari masa lalu.
Desainer biasanya mengambil elemen tertentu, kemudian mengadaptasinya dengan
kebutuhan, teknologi tekstil, dan selera konsumen masa kini.
Sumber: wearatconcerts.com
Celana cutbray, misalnya, dapat hadir dengan potongan yang lebih minimalis
atau material yang berbeda. Begitu pula gaya bohemian yang kini bisa dipadukan
dengan siluet modern dan aksesori kontemporer.
Pada akhirnya, fashion memang tidak
selalu bergerak maju dalam garis lurus. Ada kalanya tren kembali ke masa lalu
untuk menemukan inspirasi baru. Selama masih bisa disesuaikan dengan
perkembangan zaman, gaya dari era 60-an dan 70-an tampaknya akan terus menemukan
tempatnya dalam lemari pakaian generasi berikutnya.
Memahami sejarah fashion membantu
kita melihat bahwa setiap tren memiliki cerita dan karakteristik tersendiri,
termasuk dari material yang digunakan. Ingin mengenal lebih jauh dunia tekstil,
perkembangan fashion, tren terbaru, hingga berbagai tips seputar bahan kain?
Temukan beragam informasi menarik lainnya melalui artikel-artikel di BahanKain.com!
Baca juga: Kenapa Tren Selalu Berulang Tiap ±20 Tahun? Ini Penjelasan di Baliknya
5 Trik Padupadan Sweater ala Parisian Style, Simpel tetapi Tetap Elegan!
Mengapa Tren Fashion Era 60-an dan 70-an Selalu Kembali?
Bukan Sekadar Kode Produksi, Ini Pentingnya Lot dalam Industri Tekstil
Fake Pockets: Kenapa Banyak Baju Punya Kantong, tapi Nggak Bisa Dipakai?
Fashion Plus Size dan Body Positivity: Saat Semua Bentuk Tubuh Punya Gaya
Bra Jadi Pengganti T-Shirt? Tren Underwear as Outerwear Kembali Merajai Runway
Dari NY, LA hingga B: Kisah Logo Baseball yang Mendunia Lewat Brand MLB
Ketika Sepatu Lebih Ikonik daripada Pakaian: 5 Footwear yang Mengubah Sejarah Fashion
Tren Sneak-heels, Perpaduan Sneakers dan High Heels yang Unik
Cara Mensiasati Tepi Kain Rajut Yang Menggulung Saat Dipotong