Selama ini, bra dikenal sebagai
pakaian dalam yang keberadaannya tersembunyi di balik busana. Namun, dunia
fashion tampaknya semakin mengaburkan batas antara pakaian dalam dan pakaian
luar. Kini, bra justru menjadi salah satu fashion
statement yang sengaja diperlihatkan, bahkan mulai menggantikan posisi
atasan konvensional seperti T-shirt.
Fenomena yang dikenal sebagai underwear as outerwear ini kembali
mencuri perhatian setelah mendominasi sejumlah runway koleksi Spring/Summer
2027. Bukan sekadar tren berpakaian terbuka, kemunculannya menunjukkan
bagaimana sebuah item yang awalnya
bersifat intim dapat berubah menjadi bagian penting dari ekspresi gaya.
Dari
Pakaian Dalam Menjadi Fashion Statement
Sebenarnya, penggunaan lingerie sebagai pakaian luar bukanlah
hal baru. Tren ini sudah beberapa kali muncul dalam sejarah fashion, terutama
sejak era 1980-an dan 1990-an.
Madonna in Jean Paul Gaultier. Sumber: www.lemonde.fr
Madonna menjadi salah satu figur
yang ikut mempopulerkan estetika tersebut melalui bra berbentuk kerucut
rancangan Jean Paul Gaultier. Pada era berikutnya, slip dress, bustier, corset top, hingga bralette juga
semakin sering digunakan sebagai busana utama, bukan sekadar lapisan dalam.
Kini, tren tersebut kembali berkembang
dengan pendekatan yang lebih beragam. Bra tidak lagi hanya menjadi pelengkap outfit, tetapi justru ditempatkan
sebagai pusat perhatian. Beberapa desain bahkan tampil menyerupai crop top dengan potongan minimalis,
detail sporty, hingga konstruksi
menyerupai lingerie klasik.
Mendominasi
Runway Spring/Summer 2027
Popularitas tren ini semakin
terlihat dalam peragaan busana internasional. Prada, misalnya, menampilkan
lebih dari sepertiga koleksi womenswear
Spring 2027 dengan kombinasi rok dan bra. Sementara itu, Miu Miu
menghadirkan sport bra berukuran
mungil sebagai atasan utama.
Sumber: www.whowhatwear.com
Eksplorasi serupa juga terlihat
dalam koleksi Simone Rocha, Fendi, Tom Ford, dan Erdem. Masing-masing
menghadirkan interpretasi berbeda, mulai dari siluet feminin dan romantis hingga
tampilan minimalis yang lebih modern.
Kehadiran bra sebagai outerwear juga semakin sering terlihat
di karpet merah. Sejumlah selebriti dan figur publik ikut mengadopsi gaya
berpakaian yang memperlihatkan lingerie
sebagai bagian utama penampilan mereka.
Popularitas keluarga
Kardashian-Jenner dan selebriti seperti Dakota Johnson turut disebut sebagai
salah satu faktor yang membuat gaya berpakaian terbuka semakin diterima dalam
budaya populer.
Tidak Harus
Tampil Terlalu Terbuka
Prada SS 2027. Sumber: www.gofugyourself.com
Meski terlihat sederhana, mengenakan
bra sebagai atasan tentu tidak selalu mudah diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Penampilan model di runway
atau selebriti di karpet merah belum tentu bisa langsung diterjemahkan ke dalam
gaya berpakaian sehari-hari.
Namun, tren ini sebenarnya bisa
diadaptasi dengan pendekatan yang lebih wearable.
Salah satunya dengan mengenakan bra atau bralette
di balik kemeja transparan, blazer
terbuka, maupun outer berbahan
ringan.
Alternatif lainnya adalah memadukan
bra dengan celana atau rok berpotongan high-waist
sehingga bagian tubuh yang terekspos tetap lebih terbatas. Pemilihan material,
warna, dan siluet juga berperan penting untuk menciptakan tampilan yang lebih
proporsional.
Dengan begitu, elemen lingerie tetap terlihat tanpa harus
menjadikan keseluruhan penampilan terlalu terbuka.
Antara
Kebebasan Berpakaian dan Kontroversi
Sumber: www.vogue.com
Di balik popularitasnya, tren underwear as outerwear juga memunculkan
perdebatan. Sebagian orang menganggap gaya tersebut terlalu terbuka atau kurang
pantas dikenakan di ruang publik. Sementara itu, kelompok lainnya melihatnya
sebagai bentuk kebebasan berekspresi dan hak perempuan untuk menentukan
penampilannya sendiri.
Perdebatan ini memperlihatkan bahwa
fashion bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga berkaitan dengan norma
sosial, budaya, dan persepsi masyarakat terhadap tubuh perempuan.
Pada akhirnya, tidak ada satu
standar berpakaian yang harus berlaku untuk semua orang. Ada yang nyaman
mengenakan bra sebagai atasan, ada pula yang lebih menyukai gaya berpakaian
tertutup. Keduanya merupakan pilihan personal.
Kemunculan kembali tren ini
membuktikan bahwa batas antara pakaian dalam dan pakaian luar semakin
fleksibel. Sesuatu yang dahulu hanya berfungsi sebagai lapisan tersembunyi kini
bisa menjadi pusat perhatian dalam sebuah penampilan. Siapa sangka, item yang
biasanya tidak terlihat justru berpotensi menggantikan T-shirt sebagai salah satu fashion
statement berikutnya?
Fashion terus berkembang dengan
menghadirkan cara-cara baru dalam memanfaatkan material dan konstruksi pakaian.
Di BahanKain.com, kamu bisa menemukan
berbagai pilihan kain untuk mengeksplorasi desain busana, mulai dari pakaian
kasual hingga outfit dengan karakter
yang lebih berani. Jangan lewatkan juga berbagai artikel seputar dunia tekstil,
wawasan fashion, tren terkini, serta tips dan trik menarik lainnya!
Baca juga: Bralette vs Bra Biasa: Perbedaan, Fungsi, dan Cara Styling yang Tepat
Fashion Plus Size dan Body Positivity: Saat Semua Bentuk Tubuh Punya Gaya
Bra Jadi Pengganti T-Shirt? Tren Underwear as Outerwear Kembali Merajai Runway
Dari NY, LA hingga B: Kisah Logo Baseball yang Mendunia Lewat Brand MLB
Ketika Sepatu Lebih Ikonik daripada Pakaian: 5 Footwear yang Mengubah Sejarah Fashion
Tren Sneak-heels, Perpaduan Sneakers dan High Heels yang Unik
Cara Mensiasati Tepi Kain Rajut Yang Menggulung Saat Dipotong
Menguak Teknologi Dibalik Payung Anti-Ultraviolet
AI Mengubah Industri Fashion, Tapi Siapa yang Memiliki Wajah Digital Para Model?
Pewarnaan Indigo vs Pewarna Sulfur pada Denim, Apa Bedanya?
Mengenal Proses Coating Tekstil dan Jenis-jenisnya