Pernah mendengar tentang buckle? Meski keberadaannya seringkali terabaikan, buckle termasuk komponen penting yang menyimpan banyak fungsi dan manfaat. Terutama pada tas model ransel (backpack), tas dada (waist bag), serta barang-barang lain yang butuh penunjang kekencangan.
Yuk, cari tahu lebih banyak
tentang buckle!
Buckle dikenal juga sebagai
checklock merupakan salah satu aksesoris yang dipasang paten atau hanya dijahit
pada webbing tas. Selain membuat tampilan jauh lebih keren, buckle juga berguna
untuk mengunci, mengaitkan atau mengencangkan dua ujung bagian tas dan produk
lain. Buckle pun menjadi komponen penting di antara sekian banyaknya aksesoris
tas.
Buckle yang dipasangkan pada produk tas umumya terbuat dari material plastik atau plat besi yang berkualitas. Ada pula buckle yang terbuat dari bahan metal. Variasi modelnya pun cukup beragam.
Sumber:https://www.hops.id/
Jenis plastik yang digunakan
dalam pembuatan buckle terbagi menjadi dua, yaitu polypropylene dan plastik
acetal.
·
Buckle acetal
Banyak orang merekomendasikan buckle acetal karena
dinilai memiliki kualitas yang paling bagus. Buckle jenis ini kerap
diaplikasikan pada pada tas punggung atau backpack dengan kapasitas minimal
18L. Karakteristiknya kuat, terlihat mengkilap dan tidak gampang mengelupas.
Massa bucket acetal juga lebih berat dan mampu menahan suhu yang cukup panas.
·
Buckle polypropylene
Sementara buckle polypropylene (PP) adalah jenis ceklok
yang terbuat dari monomer propilena. Ciri paling khas dari buckle PP yaitu
warna cenderung doff, massanya lebih ringan sehingga kekuatannya tak sebaik
acetal.
Meski kerap diidentikkan sebagai
aksesoris tas, nyatanya buckle tidak hanya digunakan pada ransel, lho. Benda satu
ini juga kerap dipasangkan pada waist bag, sling bag serta berbagai model tas
lain. Selain aksen, buckle juga memberi keamanan serta kenyamanan bagi tas
maupun si pengguna.
Tas ransel terutama carrier bag biasanya memiliki beberapa
webbing. Seperti halnya tali webbing perut, tali dada, tali samping, penutup
tas atau kantung depan. Ukuran buckle yang dipasangkan pun sesuai dengan
webbing tas agar tetap seimbang.
1.
Tali Perut
Webbing di
bagian perut berfungsi menahan punggung dan membantu menyokong beban dari tas
ransel agar terasa lebih ringan. Buckle yang dipasangkan pada tali ini akan
memudahkan saat memasang dan mengencangkannya. Ia juga dapat memberi rasa
nyaman sehingga ukuran yang dipasangkan biasanya cukup besar.
2.
Tali Dada
Seperti halnya
buckle tali perut, buckle yang terpasang di tali dada juga berguna membantu serta
meringankan beban saat menggendong tas. Hanya saja, ukuran tali buckle pada
bagian ini biasanya lebih kecil ketimbang tali yang ada di dada.
3.
Tali Samping
Tali yang
terletak di sisi kanan dan kiri bisa dimanfaatkan untuk mengatur dimensi atau
tebal-tipisnya volume tas. Ukuran buckle dan tali dapat disesuaikan dengan
kebutuhan tas.
4.
Penutup kompartmen
Berikutnya, buckle
biasa diletakkan di bagian utama dan terpenting tas yaitu penutup tas. Tugas buckle
disini adalah mengamankan barang-barang yang ada di dalam tas. Umumnya, ukuran tali
dan buckle penutup sama seperti tali samping.
5. Aksen
Selain fungsionalitas, tak sedikit produsen yang
menambahkan buckle untuk tujuan estetika. Keberadaannya tidak memberikan nilai
praktis apapun. Ia hanya menjadi pelengkap sekaligus aksen agar tampilan tas tidak
terlalu monoton.
Buckle pada tas biasanya terdiri
dari dua bagian yang dilengkapi mekanisme pengunci khusus agar lebih kencang
dan bisa dilepas pasang dengan mudah. Bagian pertama berupa pengait atau
pegangan yang melekat pada strap atau sabuk tas. Sementara, bagian lainnya
adalah pengunci atau penjepit yang bisa dibuka tutup untuk mengikat atau
memisahkan pengait.
Beberapa gesper dilengkapi fitur kunci
pengaman untuk mencegah kemungkinan pencurian. Nah, berikut beberapa jenis
gesper yang umum digunakan pada tas:
·
Side Release Buckle (Gesper Sisi Lepas)
Terdiri dari dua bagian yang dapat dipasangkan dan
dilepas dengan mudah. Biasanya digunakan pada tas punggung atau tas pinggang
yang memiliki tali atau sabuk yang dapat diatur panjangnya.
·
Twist Lock Buckle (Gesper Putar)
Twist Lock Buckle mempunyai sebuah mekanisme putar yang bisa mengunci serta membuka tas. Twist lock buckle umumnya digunakan
pada tas selempang wanita atau tas kerja dengan fitur keamanan tambahan.
·
Strap Buckle (Gesper Cincin Tali)
Jenis gesper ini terdiri dari cincin dan penjepit yang
digunakan untuk mengikat tali atau sabuk. Gesper ini umumnya digunakan pada tas
backpack atau tas hiking untuk mengatur panjang tali atau sabuk dengan mudah.
·
Drawstring Buckle (Gesper Tali Tarik)
Gesper tali atau drawstring buckle adalah jenis buckle yang
umum diaplikasikan pada tas serut. Biasanya terdiri dari dua bagian yang dapat
dipasangkan untuk mengencangkan tali tas.
Itu dia beberapa hal yang perlu
kamu tahu tentang buckle tas dan beragam jenisnya. Semoga bermanfaat, ya!