Pernah mendengar istilah motel?
Di Indonesia motel bisa dibilang kurang familiar. Namun di luar negeri,
bangunan motel cukup mudah ditemui.
Sekilas, motel dan hotel tampak
serupa karena sama-sama menyediakan tempat menginap. Padahal, keduanya memiliki
perbedaan yang cukup jelas, mulai dari konsep bangunan, sistem layanan, hingga
kisaran harga. Nah, biar nggak salah pilih akomodasi, yuk, pahami perbedaannya!
Secara historis, istilah motel berasal dari singkatan motor
hotel. Konsep ini mulai berkembang di Amerika Serikat sekitar era 1920-an
hingga 1950-an, seiring meningkatnya perjalanan darat menggunakan mobil. Motel
dirancang sebagai tempat singgah praktis dan mudah diakses bagi pelancong yang
menempuh perjalanan jauh.
Mengacu pada berbagai referensi industri perhotelan, motel umumnya memiliki desain yang memudahkan tamu memarkir kendaraan mereka di dekat kamar. Akses kamar biasanya langsung dari area parkir mobil atau motor tanpa harus melewati lobi besar atau koridor internal panjang seperti pada hotel.
Dengan kata lain, motel
menitikberatkan pada kepraktisan,
efisiensi, dan fungsi singgah sementara dengan akses cepat. Berikut ciri
khasnya:
·
Kamar dapat diakses langsung dari area parker
·
Desain bangunan umumnya rendah (1–2 lantai)
·
Proses check-in lebih sederhana
·
Fokus pada kebutuhan dasar menginap

Sumber: https://nishathotels.com/
Meski sama-sama menyediakan
layanan menginap, motel berbeda dengan hotel memengaruhi konsep bangunan, jenis
layanan, hingga kisaran harga.
Nah, berikut perbedaan antara motel dan hotel:
Hotel umumnya mempekerjakan lebih banyak staf dengan
pembagian tugas yang spesifik. Dalam operasional hotel, terdapat resepsionis, housekeeping, staf restoran, koki,
teknisi, hingga petugas concierge.
Sementara itu, motel memiliki jumlah personel yang
lebih sedikit. Biasanya hanya ada resepsionis dan petugas kebersihan. Bahkan,
pada motel berukuran lebih kecil, satu orang karyawan bisa merangkap sebagai
resepsionis sekaligus petugas kebersihan.
Dari sisi arsitektur, hotel cenderung memiliki
bangunan besar dan bertingkat. Akses antarkamar biasanya melalui koridor
internal yang dilengkapi tangga dan lift. Jumlah kamarnya pun bisa mencapai
ratusan dengan fasilitas yang variatif.
Sebaliknya, kebanyakan motel hanya memiliki satu atau
dua lantai dengan jumlah kamar lebih sedikit. Bangunan motel dirancang
sedemikian rupa agar tamu dapat mengakses kamar secara langsung dari area parker.
Desain tersebut memudahkan tamu yang hanya singgah dalam waktu singkat.
Perbedaan paling mencolok antara hotel dan motel
terlihat dari jenis layanan yang disediakan. Hotel menawarkan layanan yang
lebih lengkap, seperti room service (layanan
kamar), restoran, lounge atau bar, aula atau ruang meeting, kolam renang, hingga layanan spa seperti pijat dan
jacuzzi.
Sedangkan motel hanya menyediakan layanan dasar dan terbatas.
Umumnya hanya mencakup tempat tidur, kamar mandi serta menu sarapan sederhana.
Meski begitu, beberapa motel juga menyediakan fasilitas tambahan berupa Wi-Fi,
kolam renang kecil, atau area santai kecil.
Perbedaan layanan dan fasilitas tentu berdampak pada
nominal harga yang perlu dibayar. Hotel yang berada di lokasi strategis dengan
layanan lengkap biasanya mematok tarif lebih tinggi.
Di lokasi yang sama, motel cenderung menawarkan harga yang
lebih terjangkau. Hal ini karena layanan dan fasilitas yang disediakan lebih
sederhana dibandingkan hotel. Motel pun jadi pilihan populer bagi road tripper,
backpacker, atau pelancong saat melakukan transit.
Itu dia perbedaan antara hotel dan motel. Meski sama-sama menawarkan layanan penginapan, tetapi keduanya dibangun dengan konsep dan target tamu yang berbeda. Motel menekankan kepraktisan dan efisiensi perjalanan darat, sementara hotel berfokus pada kenyamanan dan pengalaman menginap yang lebih lengkap.
Udah paham kan bedanya motel sama hotel? So, jangan sampai salah booking ya.
Perbedaan Motel dan Hotel, Jangan Salah Booking, ya!
Kenapa Hampir Semua Selebriti Punya Brand Fashion? Kenapa Bukan Makanan atau Teknologi?
Jangan Abaikan! Ini 5 Pertanda Sudah Waktunya Beli Celana Dalam Baru
Artificially Distressed Clothing: Pakaian “Sengaja Rusak” Keren atau Justru Aneh?
Kisah Pijakbumi, Menembus Pasar Dunia dengan Sepatu Ramah Lingkungan
Kenapa Kita Sering Suka Outfit Orang Lain, Tapi Nggak Berani Memakainya?
Distressed Fashion Makin Ekstrem, Ketika Kemeja Gosong Dianggap Sebagai Seni
Berhenti Menebak-nebak! Ini Cara Memilih Ukuran Bra yang Pas
90-an Bangkit Lagi: Deretan Tren Fashion yang Siap Menguasai 2026
Black Opium YSL, Rahasia Dibalik Aroma Sensual Favorit Banyak Orang