Selama ini, motif leopard sering
dianggap “ramai”, bold, bahkan
sedikit intimidating. Banyak orang
suka melihatnya di runway atau street
style, tapi ragu memakainya sendiri. Padahal kenyataannya? Mantel leopard
justru termasuk salah satu outer paling versatile
yang bisa kamu punya. Kuncinya bukan pada motifnya, tapi pada cara kita
menyeimbangkannya.
Kenapa
Mantel Leopard Terlihat Mewah Tanpa Usaha Berlebihan?
Sumber: https://hips.hearstapps.com/ (Design
by Sarah Olivieri / Getty Images)
Motif leopard punya satu kekuatan
utama: karakter. Begitu dipakai, ia
langsung mengangkat keseluruhan outfit. Bahkan ketika dipadukan dengan item
paling basic sekalipun—kaus putih dan
jeans biru misal—hasilnya tetap terlihat “niat”.
Hal ini yang membuatnya berbeda
dari mantel polos biasa. Kamu tidak perlu layering rumit atau aksesori
berlebihan. Motifnya saja sudah bisa bekerja sendiri sebagai focal point. Selain itu, secara visual,
leopard print juga berada di spektrum warna netral (cokelat, hitam, beige). Itu
sebabnya ia lebih mudah untuk dipadupadan dari yang dibayangkan banyak orang.
Cara Paling
Aman: Padukan dengan Outfit Netral
Sumber: https://www.whowhatwear.com/
Kalau kamu baru ingin mencoba,
mulai dari kombinasi paling klasik:
·
White
t-shirt atau knit polos
·
Straight
jeans atau tailored trousers
·
Sepatu
hitam atau cokelat
Memakai tambahan mantel leopard
akan langsung menjadikanmu pusat perhatian tanpa membuat tampilan terasa
berlebihan. Siluet yang clean juga membantu motifnya tetap terlihat elegan. Formula
ini cocok dicoba untuk gaya sehari-hari: effortless
tapi tetap standout.
Mau Lebih
Bold? Tambahkan Satu Warna Kontras
Sumber: https://www.pinterest.com/
Kalau ingin sedikit bermain,
tambahkan satu elemen warna yang tegas. Misalnya: sepatu merah, tas burgundy, lipstik merah klasik. Sentuhan kecil
seperti aksesori tersebut membuat tampilan jadi lebih hidup tanpa membuatnya
terlalu ramai. Kombinasi motif leopard dan warna merah, misalnya, punya chemistry visual yang kuat—dramatis tapi
tetap chic.
Bisa
Dipakai Santai, Bisa Juga Formal
Sumber: https://www.harpersbazaar.com/
Salah satu kelebihan mantel leopard
adalah fleksibilitas suasananya. Misalkan untuk gaya santai, kamu bisa memadukannya
dengan sneakers dan denim. Sedang untuk tampilan lebih polished, coba tambahkan mantelnya sebagai layer di atas dress
hitam sederhana atau setelan tailored.
Dan walau motif leopard memang
terlihat bold, tapi model mantelnya
yang biasanya clean-cut (lurus,
panjang, atau sedikit oversized)
membuatnya tetap terasa sophisticated.
Print
Mixing? Kenapa Tidak
Sumber: https://www.pinterest.com/
Bagi yang lebih berani, mantel leopard
juga bisa dipadukan dengan motif lain seperti stripes. Kuncinya adalah menjaga palet warna tetap selaras agar
tidak bertabrakan. Karena mantel leopard sendiri sebenarnya sudah cukup
kompleks secara visual, jadi kalau mau mix
prints, pilih motif lain yang lebih sederhana dan terstruktur.
Apakah
Mantel Leopard Layak Dibeli?
Kalau kamu mencari outer yang:
·
Tidak mudah terlihat membosankan
·
Bisa dipakai bertahun-tahun
·
Cocok untuk casual maupun semi-formal
Jawabannya: ya.
Berbeda dari tren mikro yang cepat
lewat, mantel leopard print sudah berkali-kali kembali ke siklus mode. Karena ia
bukan hanya sekadar tren, tapi sudah masuk kategori item klasik dengan karakter
kuat.
Kesimpulan
Mantel leopard membuktikan satu hal
penting dalam fashion: sesuatu yang terlihat “ramai” belum tentu sulit dipakai.
Justru kadang, item paling statement
adalah yang paling mempermudah kita berpakaian. Selama siluet dan styling-nya
seimbang, mantel leopard bisa jadi investasi gaya yang menyelamatkan banyak
momen “aku nggak tahu mau pakai apa hari ini”.
Jangan Asal Murah! Ini 7 Pakaian Sebaiknya Tidak Dibeli Bekas
Mantel Leopard: Statement yang Ternyata Bisa Dipakai ke Mana Saja
Listrik Statis Bikin Pakaian Nggak Nyaman? Ini 8 Cara Ampuh untuk Mengatasinya
Maternity Clothes vs Baju Biasa: Apa Bedanya dan Perlukah Membelinya?
Perbedaan Motel dan Hotel, Jangan Salah Booking, ya!
Kenapa Hampir Semua Selebriti Punya Brand Fashion? Kenapa Bukan Makanan atau Teknologi?
Jangan Abaikan! Ini 5 Pertanda Sudah Waktunya Beli Celana Dalam Baru
Artificially Distressed Clothing: Pakaian “Sengaja Rusak” Keren atau Justru Aneh?
Kisah Pijakbumi, Menembus Pasar Dunia dengan Sepatu Ramah Lingkungan
Kenapa Kita Sering Suka Outfit Orang Lain, Tapi Nggak Berani Memakainya?