Selain fungsi utamanya sebagai
pelindung tubuh dari segala pengaruh buruk dunia luar, pakaian adat kerap dijadikan
tanda indetitas seseorang. Terlepas dari tren fashion yang ada, tiap negara
punya ciri dan cara tersendiri dalam hal berbusana.
Model dan warna busana adat dipengaruhi oleh beragam faktor guna mencerminkan jati diri suatu bangsa. Seperti halnya kondisi iklim atau cuaca, kepercayaan mayoritas penduduk, kehidupan
sosial budaya hingga simbol kelas sosial seseorang.
Nah, berikut ini 10 pakaian tradisional
paling unik dari seluruh dunia:
1.
Kebaya, Indonesia
Kebaya menduduki posisi pertama dalam kategori pakaian adat wanita paling unik di dunia. Busana tradisional perempuan Indonesia ini biasanya dibuat dari bahan tipis dan dipadukan dengan bawahan kain batik atau songket.
Kebaya merupakan baju adat perempuan di tanah Jawa, tepatnya
dari Keraton Majapahit. Awalnya kebaya diperuntukkan bagi para permaisuri dan
selir Raja. Perlahan ia menyebar ke berbagai daerah di Indonesia seperti Bali,
Sumatera, Sunda, NTT dan Sulawesi.
2.
Kimono, Jepang
Kimono, nama pakaian satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Sebagaimana kita tahu, kimono adalah busana khas perempuan Jepang yang sudah mendunia dan menjadi identitas masyarakat di sana.
Baju terusan dengan ciri khas desain lengan yang sangat
lebar ini telah digunakan sejak zaman Jomon dan Yayoi. Bentuknya pun beragam
dan dipakai pada acara-acara tertentu saja. Seperti halnya Kurotomesode yang khusus
digunakan saat momen pernikahan. Irotomesode, kimono berwarna cerah untuk acara
formal serta Yukata, model baju kimono yang dipergunakan pada saat-saat santai.
Masyarakat jepang juga menjadikannya sebagai penanda usia
seseorang, status perkawinan dan tingkat formalitas acara.
3.
Hanbok, Korea Selatan
Siapa nih yang hobi nonton drakor alias Drama Korea khususnya kolosal? Tentu kamu hafal dengan busana khas wanita Korea Selatan. Yaps, itulah hanbok, pakaian adat Korea selatan yang juga termasuk dalam deretan busana wanita terunik di dunia.
Hanbok identik dengan warna-warna cerah bawahan
mengembang dan tidak memiliki saku. Konon, baju ini sudah ada sejak era tiga
kerajaan, yaitu periode Goryeo, Joseon dan Silla. Hanbok terdiri dari tiga
bagian, antara lain jeogori atau atasan, baji atau celana dan chima atau rok.
4.
Saree, India
India dikenal sebagai negara yang memiliki identitas budaya tinggi dan sangat lestari. Ciri paling menonjol dari perempuan India salah satunya adalah sari atau sare, nama kain sekaligus baju tradisional masyarakat setempat.
Fakta bahwa sari adalah lembaran kain tanpa jahitan
dengan panjang sekitar empat hingga sembilan meter, menjadikannya sebagai baju
adat yang terkenal hingga seluruh dunia.
Biasanya wanita india melilitkan kain sari di pinggang
kemudian ujung lainnya disangkutkan pada bahu sampai punggung. Kain ini
digunakan untuk menutupi baju bagian dalam yang disebut pavada atau shaya.
5.
Dirndl, Austria
Negara Austria mempunyai pakaian tradisional, Dirndl yang tak kalah menarik. Jika dilihat sekilas, pakaian ini mirip seragam pelayan padahal sebanarnya dirndl berasal dari Eropa, khususnya kawasan Bavaria dan Austria.
Awalnya dirndrl hanya dikenakan oleh masyarakat
pedesaan di pegunungan Alpen, saat mereka bekerja di ladang. Wanita Austria menganggap
pakaian ini sangat simple dan membuat mereka lebih leluasa bergerak. Warna dirndl
hanya hitam atau putih dan dipadukan dengan rok kecil serta celemek di bagian
depan.
6.
Cheongsam, China
Awalnya, pakaian tradisional Cina adalah hanfu,
busana wanita dari etnis Han. Hanfu sendiri terbuat dari kain sutra yang
halus dan jatuh, sehingga terkesan lebih elegan.
Selang ribuan tahun lamanya, setelah Dinasti Qing
menguasai Cina, pakaian tradisional mereka beralih ke qipao atau cheongsam seperti
yang ada saat ini.
7.
Sarafan dan poneva, Rusia
Nah, kalau busana satu ini paling menggambarkan karakter
Masha dalam serial kartun Masha and The Bear.
Rusia yang sebagian wilayahnya terletak di Asia ini
punya dua pakaian tradisional untuk wanita yakni sarafan dan poneva.
Poneva terdiri dari rok kotak-kotak atau bergaris, dikenakan di atas kemeja
panjang yang longgar dengan lengan bersulam, serta tali yang mengikat pinggul.
Sedangkan sarafan merupakan busana khusus wanita Rusia
sejak abad ke-13. Gaun panjang ini sering dikenakan di atas rubakha dengan ciri
khas celemek pada bagian roknya. Kini sarafan menjadi kostum nasional Rusia dalam
pesta dansa. Umumnya sarafan berwarna merah, biru muda, biru tua, anggur dan
putih.
8.
Deel, Mongolia
Mongolia juga memiliki sebuah pakaian tradisional yang
dikenal sebagai salah satu pakaian adat paling terkenal di dunia, yaitu Deel.
Deel ini adalah pakaian tradisional yang terbuat dari katun, wol atau sutera.
Deel memiliki panjang mencapai bawah lutut dan
biasanya diberi lapisan kulit kambing agar bisa menghangatkan badan saat musim
dingin. Pakaian tradisional ini sekarang hanya digunakan pada acara-acara
tertentu saja di Mongolia, misalnya seperti acara pernikahan.
9.
Ao Dai, Vietnam
Nama Ao Dai masih jarang terdengar di Indonesia, namun pakaian tradisional Vietnam ini cukup populer di seluruh dunia. Tampilannya seperti baju pengantin yang menutup bagian leher hingga bawah tumit. Tetapi garis pinggang tepi baju ao dai terbelah sehingga memberikan kesan seksi bagi siapapun yang mengenakannya.
Sekarang, desain ao dai lebih ketat dan terbuat dari
kain sutera. Biasanya wanita Vietnam memadukan atasan ini dengan celana
pantalon.
Dahulu Ao Dai hanya digunakan secara terbatas di kalangan
bangsawan Vietnam. Modelnya terinspirasi oleh model busana Manchu. Tahun 1950an
seorang perancang busana asal Saigon mulai mengenakan Ao Dai pakaian terbaru
yang terkenal sampai saat ini.
Itulah 9 pakaian adat wanita
paling unik dari berbagai negara yang wajib kamu ketahui. Sahabat Bahankain mengenakan
busana-busana tersebut saat berkunjung ke sana. Selamat mencoba!