BahanKain.com – Menjahit memang sebuah kegiatan yang memerlukan ketelitian dan kesabaran yang lebih. Mulai dari proses pembuatan desain, pemotongan bahan hingga proses inti yaitu menjahit. Menjahit dapat didefinisikan sebagai sebuah proses penyambungan kain, bulu, kulit binatang, pepagan dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum dan benang.
Nah, sebelum kita melakukan proses jahit menjahit, sangat penting bagi kita untuk mengenal jenis-jenis tusuk dasar yang sering digunakan untuk membuat kerajinan, menisik, menambal pakaian ataupun melakukan rekondisi pada pakaian lama yang masih bisa dikenakan agar menjadi lebih cantik dan layak pakai. Yuk, kita bahas jenis-jenis tusuk dasar dalam proses menjahit yang penting dan wajib untuk kita ketahui.
Baca Juga: |
1. Tusuk Jelujur
Tusuk Jelujur merupakan tusuk dasar yang paling simple dan cukup mudah untuk dipraktekkan sendiri. Apa itu tusuk jelujur? Tusuk jelujur adalah jenis tusuk jahit yang mempunyai arah horizontal pada kain dengan ukuran dan jarak antar tusukan yang selalu diatur sama. Tusuk jenis ini biasanya digunakan sebagai jahitan sementara sebelum melanjutkan pada proses jahit yang lebih rumit atau masuk ke tahap penjahitan menggunakan mesin jahit.
Tusuk jelujur dibuat dengan cara menusukan jarum yang telah diberi benang dari bawah ke atas dan dilakukan secara berulang-ulang. Tusuk seperti ini biasanya dimulai dari kanan ke kiri.
2. Tusuk Tikam Jejak
Tusuk Tikam Jejak mempunyai bentuk dan model hampir mirip dengan jahitan yang dihasilkan oleh mesin jahit. Kerapatan tusuk tikam jejak ini sangat rapat sehingga sering digunakan sebagai pengganti jahitan pada mesin jahit.
Tusuk tikam jejak dibuat dari kanan ke kiri, kemudian berbalik dari kiri ke kanan dengan jarak tusukan bagian bawah dua kali jarak tusukan bagian atas. Proses menjahit secara bolak-balik ini memunculkan efek jahitan yang lebih rapat dan hampir mirip dengan hasil jahitan menggunakan mesin jahit
3. Tusuk Soom
Tusuk Soom adalah jenis tusuk jahit yang umumnya digunakan untuk merapikan tepian pakaian yang tidak diobras.
Tusukan soom dilakukan dengan menusukan jarum pada bagian kain yang dalam, kemudian dikeluarkan pada bagian luar kain. Buat tusukan kecil pada jarak yang sama. Ulangi sampai semua kain yang akan ditutup pada bagian yang buruk atau bagian yang tidak di obras atau bagian yang biasanya hasil dari potongan gunting sampai selesai. Untuk jenis lipatanya bisa sesuai selera masing-masing.
4. Tusuk Feston
Banyak yang lebih mengenal Tusuk Feston dengan sebutan Tusuk Selimut, hal ini karena jenis tusuk dasar ini sering dijumpai pada bagian tepi dari selimut bayi. Tusuk Feston ini mempunyai fungsi ganda, fungsi pertamanya yaitu untuk menutup tepian kain, sedangkan fungsi kedua adalah sebagai hiasan pada sebuah produk. Jenis tusukan ini biasanya digunakan untuk membuat aneka kerajinan tangan yang terbuat dari kain flanel dan jenis kain-kain hias lainnya.
Baca juga: |
5. Tusuk Flanel
Tusuk Flanel biasanya digunakan pada pakaian atau busana untuk mengelim atau ‘mengunci’ tepian pakaian yang diobras. Busana yang telah diobras tepiannya juga harus dirapikan agar terlihat lebih menarik dan tertata. Bentuk tusuk flanel ini seperti garis zig zag karena adanya persilangan antara benang atas dan bawahnya. Tusuk satu ini sering ditemukan pada pakaian-pakaian yang berbahan premium.
Tusuk flanel dibuat dengan cara menjahit kain yang sudah diobras 3-4 cm langkah tusukannya mundur 0,75 cm turun kebawah setelah itu tusuk jarum ke kanan dan mundur lagi 0,5 cm. Selanjutnya, ulangi langkah tersebut hingga ke ujung kain.
6. Tusuk Batang
Tusuk batang lebih dikenal sebagai tusuk jahit yang biasanya digunakan untuk menghias baju. Banyak orang menyebutnya sebagai tusuk tangkai atau tusuk tambang. Tusuk ini dibuat dengan cara menusuk mundur dari kiri ke kanan. Pastikan posisi benang tidak berubah (diatas jarum atau dibawah jarum) saat proses pembuatannya. Untuk mengetahui tingkat kerapian yang dihasilkan tusukan Batang, coba lihat pada bagian bawah atau sebaliknya. Jika Anda menusuknya dengan rapi, akan muncul tusuk tikam jejak pada sisi yang lain.
7. Tusuk Rantai
Tusuk rantai biasanya digunakan sebagai tusuk hias. Tusuk ini berbentuk rantai, sambung menyambung dari benang satu ke benang yang lainnya. Dalam pengerjaannya, tusuk ini tidak boleh rapat atau bisa dikatakan sedikit longgar. Biasanya, tusuk ini digunakan untuk pengisi sulaman yang akan diisi tusuk sulam lainnya.
Untuk membuat tusuk rantai, pertama-tama tusuk kecil bagian kain kemudian jahit dari belakang jahit menembus bagian depan dekat dengan tusukan pertama. Setelah itu, lingkarkan benang pada tusukan pertama lalu letakkan jarum di bagian samping tusukan awal dan tarik benang hingga menembus kain.
8. Tusuk Silang
Tusuk silang atau kruistik adalah jenis tusukan yang membentuk huruf X atau tanda silang. Kruistik kerap diaplikasikan dalam teknik menyulam di berbagai media seperti pakaian, perabot rumah tangga dan hiasan dinding. Penggunaan tusuk silang menghasilkan pola bersilang dengan jarak tertentu sesuai keinginan. Tusuk silang biasa diterapkan pada kain yang tenunan benangnya dapat atau mudah dihitung seperti bahan strimin.
Tusuk kruistik dibuat dengan saling menyilangkan benang ke dua arah secara serong. Dimulai menjahit menusukkan jarum dari bagian kanan atas ke kiri bawah kemudian kembali ke kanan atas. Setelah itu, tusukan kedua dimulai dari kanan bawah ke kiri atas. Jangan lupa pastikan letak tusukannya sejajar dan bentuk menlintang.
Baca Juga: 10 Alat Yang Digunakan Untuk Menyulam Agar Hasil Sulaman Maksimal |
Jahit-menjahit merupakan proses simple dan mudah. Asalkan kita paham teknik dasar tusukan, pasti kita semakin mudah melakukannya. Sesuaikan juga jenis-jenis jahitan tersebut dengan kebutuhan dan keperluan yaa. Simak berbagai tips menarik seputar dunia fashion, tekstil, peluang usaha di website Bahankaincom. Follow juga Instagram Bahankain untuk update produk terbaru, info dan tips seputar dunia bahan kain serta tekstil lainnya.
Nah, jika Sahabat BahanKain sedang mencari kain untuk belajar jenis-jenis tusuk dasar menjahit atau berbagai kebutuhan lainnya, Bahankaincom adalah tempat yang tepat. Kami mempunyai koleksi kain dengan blacu, mori, kanvas yang memiliki beragam kerapatan anyaman, mulai dari renggang hingga yang paling rapat.
Sudah banyak konsumen yang mempercayakan kebutuhan bahan kain dan tekstilnya kepada kami lho. Ada testimoninya juga, jadi Sahabat tidak perlu ragu untuk menghubungi CS kami yaa. Konsultasi dan solusi segala kebutuhan bahan kain serta bahan tekstil Anda di Bahankaincom.
Yuk, mampir ke etalase online store kami, Klik Disini ya.
Kami juga hadir di shopee dan Tokopedia lhoo. Nama toko kami mekar jaya tekstil, shopee atau Tokopedia sama ya. Sahabat bisa langsung search mekar jaya tekstil di aplikasi Shopee atau Tokopedia, akses lebih mudah klik link berikut ini: